Inflasi AS Memburuk, Emas Tetap Kokoh di USD 4.791

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Inflasi AS Memburuk, Emas Tetap Kokoh di USD 4.791

Share this article

Gotrade News - Proyeksi inflasi AS memburuk dengan Cleveland Fed memperkirakan angka 3,58% untuk April, naik dari 3,28% di awal bulan. Kondisi ini memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai, dengan harga spot bertahan di kisaran USD 4.791 per ons meski terkoreksi 3,65% sepanjang bulan ini.

Federal Reserve menghadapi dilema baru karena inflasi yang merangkak naik mengurangi peluang pemangkasan suku bunga. Harga bensin rata-rata AS yang melonjak ke USD 4,11 per galon akibat konflik Iran turut memperparah tekanan inflasi dari sisi energi.


  • Cleveland Fed memproyeksikan inflasi April di 3,58%, naik signifikan dari 3,28% di awal bulan akibat lonjakan harga energi dan dampak tarif
  • Posisi net long emas di pasar futures berada di titik terendah 25 bulan, menciptakan ruang untuk gelombang pembelian baru
  • Bank sentral global terus mengakumulasi emas di level tertinggi multi-dekade, memperkuat tesis bullish jangka panjang

Ole Hansen, Head of Commodity Strategy di Saxo Bank, mencatat bahwa posisi hedge fund di emas futures kini berada di level terendah 25 bulan per 7 April. Kondisi ini justru mengurangi risiko likuidasi lebih lanjut dan membuka peluang pembelian baru.

Emas saat ini bergerak dalam rentang USD 250 mendekati batas atas, dengan resistensi kunci di USD 4.850 per ons. Hansen menambahkan bahwa semakin lama konsolidasi berlangsung, semakin besar kemungkinan pergerakan berikutnya akan mengarah ke atas.

Utang AS dan Tekanan Struktural terhadap Dolar

Utang publik AS kini mencapai USD 39 triliun dengan rasio utang terhadap PDB sekitar 122%. Jerome Powell sendiri menyebut level ini berada di "jalur yang tidak berkelanjutan" dan membutuhkan tindakan segera.

Biaya bunga utang AS mencapai USD 530 miliar dalam periode Oktober 2025 hingga Maret 2026, setara USD 22 miliar per minggu. Ekonom Mohamed El-Erian memperingatkan potensi "doom loop" di mana penerbitan utang yang meningkat justru mendorong imbal hasil lebih tinggi.

Perak juga menunjukkan pemulihan signifikan, naik dari level terendah USD 61 di Maret menuju USD 80 per ons. Permintaan industri dari sektor panel surya, baterai EV, dan semikonduktor menjadi penopang struktural bagi logam ini.

Bank sentral dari Asia, Timur Tengah, dan negara-negara BRICS terus mengakumulasi emas di level tertinggi multi-dekade. Tren ini menjadi salah satu pendorong utama mengapa koreksi emas dianggap hanya konsolidasi, bukan pembalikan tren.

Dampak bagi Investor Indonesia

Bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur ke sektor logam mulia, Newmont Corp. (NEM) adalah produsen emas terbesar dunia yang diuntungkan oleh harga emas tinggi. ETF seperti VanEck Gold Miners ETF (GDX) juga menawarkan diversifikasi ke berbagai perusahaan tambang emas global.

Sementara itu, iShares Silver Trust (SLV) memberikan akses langsung ke pergerakan harga perak. Kombinasi permintaan investasi dan industri menjadikan perak menarik sebagai komplemen portofolio emas.

Proyeksi inflasi yang memburuk membuat pasar memperkirakan The Fed tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Namun, real yield yang menurun dan pelemahan dolar AS tetap menjadi angin segar bagi logam mulia secara keseluruhan.

Sumber: Motley Fool, Benzinga, Saxo Bank

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade