Gotrade News - Realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai Rp498,79 triliun dan melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp497 triliun. Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan capaian ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (22/04).
Pencapaian ini menunjukkan bahwa minat investor asing terhadap Indonesia tetap kuat di tengah gejolak geopolitik global. Pertumbuhan investasi secara tahunan tercatat sebesar 7,22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Key Takeaways:
- Investasi kuartal I 2026 mencapai Rp498,79 triliun, melampaui target Rp497 triliun
- Singapura memimpin dengan USD4,6 miliar, diikuti Hong Kong USD2,7 miliar dan Tiongkok USD2,2 miliar
- Investasi menyerap 706.569 tenaga kerja, naik 18,93% secara tahunan
Menurut laporan Rosan kepada Presiden Prabowo, capaian investasi ini melampaui target sebesar Rp1,79 triliun. Pertumbuhan 7,22% year-on-year menandakan tren positif yang konsisten dari tahun sebelumnya.
Singapura dan Hong Kong Dominasi Investasi Asing
Singapura menempati posisi pertama sebagai negara investor terbesar dengan nilai USD4,6 miliar pada kuartal I 2026. Hong Kong menyusul di posisi kedua dengan kontribusi investasi sebesar USD2,7 miliar.
Tiongkok berada di urutan ketiga dengan investasi USD2,2 miliar, diikuti Amerika Serikat sebesar USD1,7 miliar. Jepang melengkapi lima besar dengan nilai investasi USD1 miliar pada periode yang sama.
Komposisi investasi menunjukkan keseimbangan antara modal asing dan domestik. Penanaman modal asing tercatat Rp249,94 triliun sementara investasi domestik mencapai sekitar Rp248,4 triliun.
Penyerapan Tenaga Kerja Naik Signifikan
Investasi pada kuartal I 2026 berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja baru di seluruh Indonesia. Angka ini meningkat 18,93% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menurut data Kementerian Investasi.
Distribusi investasi juga menunjukkan pemerataan yang lebih baik dengan 50,37% mengalir ke luar Pulau Jawa. Sisanya sebesar 49,63% atau Rp247,53 triliun terserap di wilayah Jawa.
Sektor industri logam dasar, jasa, dan pertambangan menjadi penerima investasi terbesar pada periode ini. Sektor perumahan, kawasan industri, transportasi, dan telekomunikasi juga mencatat aliran modal yang signifikan.
Presiden Prabowo menginstruksikan Rosan untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif bagi investor. Regulasi yang menghambat investasi harus dievaluasi dengan mengacu pada standar ASEAN dan OECD.
Rosan juga menyebutkan potensi investasi besar dari Jepang yang mendekati USD30 miliar dan Korea Selatan sekitar USD10 miliar. Komitmen ini sejalan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke kedua negara tersebut.
Sources:
- MetroTV News, Lapor Presiden Prabowo, Rosan Sebut Minat Investasi ke Indonesia Masih Tinggi, 2026.
- MetroTV News, Presiden Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal I Capai Target, 2026.
- Liputan6, Deretan Negara Ini Rutin Investasi di Indonesia Hingga Kuartal I 2026, 2026.












