Gotrade News - Pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan infrastruktur energi hijau dengan menyiapkan 10 gigawatt kapasitas pembangkit listrik tenaga surya untuk menggantikan diesel. Langkah ini berjalan bersamaan dengan proyek supergrid PLN yang akan menghubungkan Sumatra dan Jawa menggunakan teknologi transmisi HVDC.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung meminta percepatan program PLTS ini melalui Kementerian ESDM. Sementara itu, sektor swasta turut bergerak melalui BREN yang menargetkan kapasitas 1 GW panas bumi.
Key Takeaways:
- Pemerintah siapkan 10 GW PLTS untuk menggantikan pembangkit diesel di berbagai wilayah
- PLN kembangkan supergrid HVDC sepanjang 112 km untuk menghubungkan Sumatra dan Jawa
- BREN catat laba bersih US$165 juta di 2025 dan pacu ekspansi panas bumi menuju 1 GW
Menteri ESDM Brian Yuliarto menyatakan bahwa Presiden meminta percepatan khusus untuk penggantian diesel. Implementasi program akan dikoordinasikan seluruhnya oleh PLN sebagai pelaksana utama.
Perhitungan kapasitas telah dilakukan bersama oleh Kementerian ESDM, PLN, Danantara, dan pakar dari universitas. Potensi instalasi PLTS yang teridentifikasi bahkan mencapai 17 GW dari total program 100 GW.
Supergrid HVDC Sumatra-Jawa
PLN tengah mengembangkan proyek supergrid yang menghubungkan Sumatra dan Jawa sepanjang 112 kilometer. Proyek ini menggunakan teknologi High Voltage Direct Current untuk efisiensi transmisi jarak jauh.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 48.000 kilometer jaringan transmisi. Kebutuhan ini bertujuan mengatasi ketimpangan pasokan listrik antara daerah terpencil dan pusat permintaan di kota besar.
Studi kelayakan teknologi HVDC sedang dilakukan bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia dan Cigre Indonesia. Proyek ini tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN periode 2025 hingga 2034.
BREN Pacu Ekspansi Panas Bumi
Di sektor swasta, BREN atau Barito Renewables menargetkan kapasitas panas bumi mencapai 1 GW. Sepanjang 2025, produksi listrik panas bumi perusahaan tercatat sebesar 6.885 GWh.
Presiden Direktur BREN Hendra Soetjipto Tan melaporkan kinerja solid pada 2025 yang ditopang portofolio panas bumi. Laba bersih perusahaan mencapai US$165 juta, tumbuh 6,5% secara tahunan.
Pendapatan total BREN di 2025 tercatat US$605 juta dengan EBITDA sebesar US$518 juta. Margin EBITDA yang mencapai 85,6% mencerminkan efisiensi operasional yang kuat di segmen energi terbarukan.
Ketiga inisiatif ini menunjukkan percepatan nyata transisi energi Indonesia dari berbagai sisi. Kolaborasi pemerintah dan swasta menjadi kunci untuk mencapai target energi bersih dalam satu dekade ke depan.
Sources:
- Bloomberg Technoz, PLN Update Supergrid Sumatra-Jawa Mau Pakai Transmisi HVDC, 2026.
- Liputan6, Pemerintah Tancap Gas Energi Surya, 10 Giga PLTS Disiapkan Gantikan Diesel, 2026.
- SindoNews, Targetkan Kapasitas 1 GW, BREN Pacu Ekspansi Panas Bumi, 2026.












