Iran Sita Kapal di Hormuz, Minyak Brent Dekati $100

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Iran Sita Kapal di Hormuz, Minyak Brent Dekati $100

Share this article

Gotrade News - Garda Revolusi Iran menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz pada hari Rabu, memicu lonjakan harga minyak. Minyak mentah Brent kini diperdagangkan tepat di bawah $100 per barel, naik 0,90% pada hari itu.

Penyitaan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Trump memperpanjang gencatan senjata AS-Iran tanpa batas waktu. Kapal ketiga dilaporkan dilumpuhkan di lepas pantai Iran, memperparah kekhawatiran terhadap gangguan maritim secara menyeluruh.

Key Takeaways:

  • Minyak Brent mendekati $100 setelah Iran menyita kapal meskipun perjanjian gencatan senjata telah diperpanjang
  • Selat Hormuz, yang menampung seperlima pengiriman minyak global, hampir tertutup sejak akhir Februari
  • Inggris dan Prancis mengorganisir pertemuan 30+ negara untuk membentuk misi kawal defensif

Perpanjangan gencatan senjata diminta oleh Pakistan, yang berperan sebagai mediator antara Washington dan Teheran. Meski upaya diplomatik terus berjalan, media negara Iran menyebut perundingan tersebut "buang-buang waktu."

Trump menyatakan bahwa Iran "sedang kolaps secara finansial" dan menginginkan selat tersebut "segera dibuka." Ia mengonfirmasi bahwa blokade AS terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran akan tetap berlaku.

Rencana kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan untuk negosiasi lanjutan ditunda. Perundingan sebelumnya di bulan ini berakhir tanpa kesepakatan damai antara kedua negara.

Selat Hormuz menampung sekitar seperlima dari seluruh pengiriman minyak global. Penutupan yang hampir total sejak akhir Februari telah menciptakan kekhawatiran pasokan yang terus-menerus di pasar energi.

Minyak mentah Nymex kontrak terdekat naik 0,6% ke $90,23 per barel pada hari Rabu. Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) sama-sama diperdagangkan lebih tinggi menyusul lonjakan sektor energi.

Dilansir Investing.com, pengiriman tanker melalui selat tersebut hampir terhenti selama hampir dua bulan. Gangguan berkepanjangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan potensi kenaikan suku bunga bank sentral.

PM Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menjadwalkan pertemuan 30+ negara di London. Konferensi tingkat tinggi tersebut akan berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz dan pembentukan misi kawal defensif.

ConocoPhillips (COP) dan produsen besar lainnya berpotensi diuntungkan dari harga tinggi yang berkelanjutan. ETF energi termasuk XLE dan USO mencatat peningkatan volume perdagangan pada hari Rabu.

Lonjakan harga minyak dari level pra-konflik sudah mulai berdampak pada harga konsumen secara global. Jika Brent menembus $100, bank sentral mungkin menghadapi tekanan baru untuk menunda pemangkasan suku bunga yang diharapkan.

Investor perlu memantau apakah ada terobosan dalam negosiasi yang dimediasi Pakistan pekan ini. Kegagalan memulai kembali perundingan bisa mendorong Brent jauh melampaui ambang batas $100 untuk pertama kalinya sejak 2022.

Sources: Seeking Alpha, Iran Says It Has Seized Two Ships in the Strait of Hormuz; Brent Crude Near $100, 2026. Investing.com, US-Iran Peace Talks in Question After Trump Extends Ceasefire, 2026.


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade