Pasar Saham AS Tertekan, Harga Minyak Naik 4,7% Akibat Iran

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Pasar Saham AS Tertekan, Harga Minyak Naik 4,7% Akibat Iran

Share this article

Gotrade News - Futures saham AS melemah pada perdagangan Minggu malam (10/5/2026) setelah Presiden Donald Trump menolak respons damai Iran. Harga minyak mentah WTI melonjak 4,7% ke level $99,92 per barel di tengah ekspektasi eskalasi konflik militer baru.

Penolakan Trump memicu kekhawatiran Selat Hormuz, jalur transit 20% minyak dan gas global, akan tetap tertutup hingga musim panas. Aliran modal bergerak ke dolar AS dan Treasury sementara saham siklikal Wall Street tertekan aksi jual investor.


Key Takeaways:

  • Futures S&P 500 turun 0,1% ke 7.398,93 dan Dow Jones futures melemah 0,2% setelah Trump menolak proposal Iran.
  • Minyak WTI melonjak 4,7% ke $99,92 per barel sementara Brent naik 4,3% ke $105,47 per barel.
  • Ekonom JPMorgan memperingatkan tekanan operasional komoditas mulai Juni jika Selat Hormuz tetap tertutup.

Reli Minyak dan Dolar Menguat

Menurut Investing.com, futures S&P 500 turun 0,1% ke level 7.398,93 poin pada sesi Minggu malam waktu New York. Futures Nasdaq 100 datar di 29.329,75 poin sementara kontrak Dow Jones melemah 0,2% ke 49.610 poin.

Pelemahan terjadi setelah Wall Street mencetak rekor penutupan baru pada Jumat (8/5/2026) lalu. Indeks S&P 500 naik 0,84% dan Nasdaq Composite melonjak 1,71% berkat reli saham chip sepanjang pekan.

Trump menyebut respons Teheran sebagai "totally unacceptable" terkait tuntutan pembongkaran program nuklir Iran oleh pengawas internasional. Pernyataan publik ini muncul kurang dari 24 jam sebelum jadwal pembicaraan Pentagon dengan delegasi Korea Selatan.

Dilansir Investing.com, minyak Brent naik 4,3% ke $105,47 per barel pada perdagangan Minggu malam. Kontrak WTI menguat 4,7% ke $99,92 per barel mencerminkan premi risiko geopolitik yang kembali masuk ke pasar energi.

Indeks dolar AS menguat 0,21% ke level 97,992 sementara imbal hasil Treasury 10 tahun naik 0,66% ke 4,393%. Harga emas justru terkoreksi 1,12% ke $4.677,61 per ons karena kekuatan dolar mengalahkan permintaan safe haven tradisional.

Pelaku pasar memposisikan ulang portofolio ke instrumen energi seperti United States Oil Fund (USO) menjelang sesi Senin. Saham produsen minyak Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) diperkirakan menjadi penerima manfaat utama kenaikan crude.

Risiko Strategis Selat Hormuz

Melansir Seeking Alpha, Bruce Kasman, kepala ekonomi global JPMorgan, mencatat konflik memasuki minggu ke-11 sejak Februari. Ia memperingatkan tekanan operasional pada komoditas global bisa dimulai pada Juni jika Hormuz tetap terblokir.

Iran telah secara efektif menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas komersial sejak perang dimulai pada akhir Februari 2026. Jalur sempit antara Oman dan Iran ini menampung transit 20% pasokan minyak dan gas global setiap hari.

Pergerakan pasar Asia menunjukkan dampak campuran pada sesi Senin pagi waktu Jakarta. Indeks Nikkei Jepang turun 0,36% akibat penguatan yen, sedangkan KOSPI Korea Selatan melonjak 4% setelah konfirmasi insiden kapal Hormuz.

Konferensi pers gabungan Pentagon yang dijadwalkan Senin pagi waktu Washington menjadi katalis berikutnya yang diawasi pasar. Pejabat Departemen Pertahanan AS dan delegasi Korea Selatan akan membahas insiden serangan kapal terbaru di kawasan Teluk.

Data inflasi Consumer Price Index AS yang dirilis Selasa (12/5/2026) berpotensi memperburuk volatilitas pasar saham AS pekan ini. Kombinasi shock minyak dengan rilis inflasi inti yang panas dapat memaksa Federal Reserve menunda pemangkasan suku bunga.


Sumber:



Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade