JetBlue Rilis Kinerja Kuartal III 2026, Pendapatan $2,8 Miliar

Gotrade News - JetBlue Airways (JBLU) melaporkan pendapatan operasi kuartal III 2026 sebesar $2,8 miliar, naik 21,1% secara tahunan, menurut rilis resmi JetBlue yang terbit Selasa (27/10/2026) dini hari WIB. Perusahaan juga memperkirakan margin operasi yang disesuaikan pada kuartal IV 2026 meningkat 1 hingga 2 poin secara tahunan.
Data Pasar JBLU
| Kode | Harga penutupan | Perubahan harian | Kapitalisasi pasar |
|---|---|---|---|
| JBLU | $2,37 | -9,89% | $0,9 miliar |
Data penutupan sesi reguler 26 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Kapitalisasi pasar: harga penutupan tersebut dikali jumlah saham beredar di laporan 10-Q atau 10-K terbaru perusahaan (SEC EDGAR).
Rincian Laporan Keuangan JetBlue
Menurut rilis tersebut, kapasitas sistem JetBlue pada kuartal III 2026 naik 2,3% secara tahunan. Pendapatan operasi per kursi-mil tersedia (RASM) naik 18,4%, sementara biaya operasi per kursi-mil tersedia (CASM) naik 19,4%, yang menurut perusahaan sebagian besar didorong oleh harga bahan bakar yang lebih tinggi. CASM di luar bahan bakar, beban non-maskapai lain, dan pos khusus naik 7,0%. Harga rata-rata bahan bakar tercatat $3,91 per galon, 57% lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
JetBlue menyebut telah menutup sekitar 87% dari tambahan biaya bahan bakar. Pendapatan program loyalitas tumbuh 20% secara tahunan, dan RASM di Fort Lauderdale naik hampir 15% dengan kapasitas yang tumbuh lebih dari 65%. Perusahaan mengakhiri kuartal dengan likuiditas $2,2 miliar, termasuk fasilitas kredit $600 juta yang belum ditarik.
"Permintaan yang tangguh dan yield yang kuat mendorong pendapatan jauh di atas ekspektasi awal kami," kata CEO JetBlue, Joanna Geraghty, dalam rilis tersebut.
Kenapa Ini Penting bagi Saham JBLU?
Menurut perusahaan, pertumbuhan RASM kuartal III jauh melampaui ekspektasi awal dan sejalan dengan panduan yang direvisi pada Kamis (10/9/2026). Untuk kuartal IV 2026, JetBlue memperkirakan RASM naik 18,0% hingga 22,0% secara tahunan dan CASM di luar bahan bakar berada di kisaran minus 1,0% hingga 1,0%, dengan asumsi harga bahan bakar $4,64 per galon. CFO JetBlue, Ursula Hurley, menyebut perusahaan memperkirakan ekspansi margin lebih lanjut pada kuartal IV meski harga bahan bakar diproyeksikan 85% lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
Untuk setahun penuh 2026, perusahaan memperkirakan margin operasi yang disesuaikan berada di kisaran minus 4,5% hingga minus 6,5%. Menurut Geraghty, hasil kuartal ini bersama eksekusi strategi JetForward memperkuat keyakinan perusahaan untuk mencapai profitabilitas operasi yang berkelanjutan pada 2027 serta laba per saham (EPS) setidaknya $1 pada 2028.
Selanjutnya dipantau: JetBlue dijadwalkan memulai layanan BlueFirst, kelas satu domestik barunya, pada Selasa (8/12/2026) waktu AS untuk rute antara Boston dan Fort Lauderdale.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.











