Gotrade News - Pemerintah Indonesia akan mengumumkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) sehari dalam sepekan, esok hari, sebagai langkah efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diambil untuk menghadapi ketidakpastian pasokan energi di tingkat global. Menurut Hadi Ismoyo, seorang praktisi industri migas, kebijakan tersebut memang bakal menghemat penggunaan BBM nasional, tetapi dampaknya tidak begitu besar.
Meski penyerapan BBM terbesar berasal dari industri dan PLN, kebijakan ini tetap perlu didukung. Langkah ini dianggap sebagai upaya efisiensi menghadapi kondisi krisis energi dan eskalasi perang yang meningkat. Terlebih, jalannya pemerintahan dan sektor industri kini bisa dilakukan secara digital. Namun, jenis pekerjaan tertentu di bidang operasi lapangan masih perlu dilakukan secara offline.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja dengan skema WFH satu hari dalam lima hari kerja. Ini dilakukan sebagai antisipasi lonjakan harga energi dunia. Airlangga menyebut ada penghematan dari bensin sebesar seperlima penggunaan biasa.
Pendapat senada diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menilai WFH tidak akan mengganggu produktivitas ekonomi. Bahkan, potensi efisiensi energi bisa dicapai jika diterapkan secara selektif. Kebijakan WFH bagi aparatur sipil negara akan bersifat wajib, namun pada sektor swasta hanya berupa imbauan.
Sektor-sektor strategis seperti industri manufaktur dan pelayanan publik tetap akan berjalan normal. Hal ini karena tidak semua pekerjaan dapat dilakukan secara jarak jauh. Di sisi lain, penghematan BBM akibat berkurangnya mobilitas masyarakat akan sangat bergantung pada harga minyak.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga memastikan bahwa kepastian kebijakan WFH akan diumumkan resmi pada Selasa. Tito menekankan praktik WFH ini sebagai langkah penghematan energi di tengah dinamika global. Imbauan lebih rinci kepada pemerintah daerah juga akan disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Saat ini, pemerintah berkomitmen memperkuat ketahanan fiskal nasional di tengah dinamika global. Melalui WFH, diharapkan dapat dilakukan efisiensi berbagai kementerian/lembaga (K/L). Dengan demikian, defisit fiskal diupayakan tetap di bawah 3%.
Tantangan yang dihadapi adalah memastikan WFH efektif tanpa mengganggu operasi bidang kritis. Jenis pekerjaan yang membutuhkan kehadiran fisik, seperti operasi di lapangan migas, tetap perlu diatur secara ketat. Namun, potensi efisiensi tetap ada, terutama jika kebijakan ini diterapkan dengan tepat dan fleksibel.
Efektivitas penerapan kebijakan WFH akan terus dipantau, mengingat dinamika harga energi selalu berubah. Pemerintah yakin dengan kebijakan ini, ada langkah preventif untuk menghadapi krisis energi global tanpa mengorbankan produktivitas nasional.
Referensi:
- Liputan6, WFH 1 Hari Diumumkan Besok, Hemat Konsumsi BBM Berapa?. Diakses 31 Maret 2026
- Liputan6, Kebijakan WFH Diumumkan Selasa 31 Maret 2026 Besok. Diakses 31 Maret 2026
- Bloomberg Technoz, Besok, Pemerintah akan Umumkan Kebijakan Baru: WFH hingga B50. Diakses 31 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5













