Gotrade News - Harga minyak mentah global melonjak menyusul serangan militer Israel dan AS terhadap Iran. Brent oil, yang merupakan acuan harga global, naik dari kurang dari $80 per barrel menjadi lebih dari $100 per barrel. Peningkatan ini dipicu oleh gangguan pasokan minyak global akibat ketidakstabilan di Selat Hormuz.
Key Takeaways:
- Kenaikan harga minyak memicu kenaikan saham Occidental Petroleum namun tertinggal dari harga minyak itu sendiri.
- Serangan militer Iran targetkan pusat data AI, menciptakan preseden baru dalam konflik.
- Keamanan data dan pasokan minyak global tetap jadi perhatian utama pasar saat ini.
Kenaikan drastis harga minyak ini telah mendongkrak saham-saham minyak, termasuk Occidental Petroleum yang naik 9% sejak konflik dimulai. Namun, kenaikan saham ini masih di bawah kenaikan harga minyak, karena pasar memperkirakan harga minyak tidak akan bertahan lama di level tinggi.
Sementara itu, perang di Iran juga mempengaruhi sektor lain seperti teknologi, dimana untuk pertama kalinya pusat data AI dikabarkan menjadi sasaran serangan militer. Data center Amazon Web Services di Timur Tengah diserang oleh drone Iran, menyoroti risiko baru bagi infrastruktur digital global.
Serangan ini mengganggu ketersediaan layanan cloud di Uni Emirat Arab dan Bahrain, mempengaruhi berbagai bisnis regional. Amazon telah merekomendasikan kliennya untuk mengamankan data di luar wilayah tersebut untuk mencegah dampak lebih lanjut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pusat data kini semakin dianggap sebagai target bernilai tinggi dalam konteks militer. Integrasi AI dalam operasi militer membuat mereka lebih rentan terhadap serangan masa depan.
Sementara itu, keamanan di Selat Hormuz menjadi prioritas global untuk memulihkan arus minyak yang stabil dari Teluk Persia. AS bersama lembaga energi internasional telah sepakat untuk merilis cadangan minyak guna membantu menstabilkan harga. Pasar terus memantau perkembangan, sebab harga minyak dan nasib saham terkait, seperti Occidental Petroleum, bergantung pada durasi dan intensitas konflik.
Referensi:
- Bloomberg, Iran War: Three Targets for US Boots on the Ground. Diakses 16 Maret 2026
- Bloomberg, Gulf Economies at Risk of Worst Slump Since 1990s on Iran War. Diakses 16 Maret 2026
- Axios, Iran war fuels Trump's media feud as FCC threatens broadcasters. Diakses 16 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












