Gotrade News - Harapan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mendorong reli tajam di Wall Street pada Rabu (16/04). Di sisi lain, kepala International Energy Agency Fatih Birol memperingatkan Eropa hanya memiliki cadangan avtur sekitar enam minggu sebelum pembatalan penerbangan massal dimulai.
Key Takeaways:
- S&P 500 naik 0,8% ke rekor 7.022,95 didorong optimisme gencatan senjata Iran
- Operasi "Economic Fury" menargetkan jaringan perminyakan Iran senilai miliaran dolar
- Eropa menghadapi krisis avtur dengan cadangan tersisa enam minggu akibat blokade Selat Hormuz
Presiden Trump menyatakan perang Iran "sangat dekat berakhir" dan memprediksi harga minyak akan turun signifikan. Pernyataan ini langsung mengangkat sentimen pasar setelah berminggu-minggu tertekan oleh ketidakpastian geopolitik.
Departemen Keuangan AS meluncurkan Operasi Economic Fury yang menargetkan jaringan perminyakan Shamkhani senilai miliaran dolar. Menurut laporan Benzinga, ini merupakan "pengenaan sanksi tunggal terbesar dalam kampanye tekanan maksimum" terhadap Iran.
Blokade Selat Hormuz telah berlangsung hampir tujuh minggu dan memotong sekitar 20 juta barel minyak per hari dari pasokan global. Analis memperkirakan blokade ini menelan biaya sekitar $435 juta per hari bagi pendapatan minyak dan petrokimia Iran.
Harga Brent crude tetap di kisaran $96,25 per barel sementara WTI berada di $92 per barel. Kenaikan 60% dari level awal 2026 ini terus membebani biaya logistik dan produksi global.
Indeks STOXX Europe 600 sempat melonjak 3,9% pada 8 April saat gencatan senjata diumumkan. Namun analis memperingatkan bahwa reli ini lebih merupakan "short covering daripada arus investasi baru," menurut laporan Investing.com.
Dampak terberat dirasakan sektor penerbangan Eropa yang bergantung pada pasokan avtur dari Timur Tengah. Maskapai Nigeria bahkan mengancam menghentikan penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet.
Miliarder Nigeria Aliko Dangote meningkatkan ekspor avtur ke Eropa untuk mengisi kekosongan pasokan. Meski demikian, volume produksi domestik belum mampu menggantikan aliran dari Selat Hormuz yang masih terblokade.
Implikasi bagi Investor
Pasar obligasi memberikan sinyal campuran dengan imbal hasil Treasury 10 tahun di 4,283%. Probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga di pertemuan April mencapai 99,5%, menurut data CME FedWatch.
Meski S&P 500 mencatat rekor baru, risiko fundamental belum sepenuhnya terselesaikan. Selat Hormuz masih terblokade dan inflasi energi terus menekan, sehingga investor disarankan tetap selektif dalam pengambilan posisi.
Sources:
- Motley Fool, The S&P 500 Just Shrugged Off the Iran War, 2026
- Benzinga, US Ramps Up Pressure on Iran, 2026
- Motley Fool, European Markets Surged on Ceasefire, 2026












