Konsumen AS Masih Agresif Belanja, Sinyal Kuat Pasar di 2026? Jakarta, Gotrade News - Konsumen Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan daya beli kuat dengan kenaikan penjualan ritel 0,6 persen pada November.
Laporan Departemen Perdagangan ini tertunda akibat government shutdown , namun hasilnya melampaui ekspektasi pasar setelah penurunan Oktober.
Key Takeaways
Baca juga: IHSG Menguat 1,47%, Asing Borong Saham Komoditas
Penjualan ritel naik 0,6 persen didorong oleh sektor pakaian, hobi, dan restoran.
Inflasi yang mendingin membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah pasar tenaga kerja yang lemah.
Emiten ritel memberikan proyeksi keuntungan optimis berkat musim belanja liburan yang solid.
Baca juga: Gotrade Daily: Walmart Lapor Malam Ini, Sinyal Konsumen AS
Kenaikan ini didorong oleh belanja hadiah liburan, terutama pada sektor pakaian dan hobi yang melonjak signifikan.
Sebaliknya, belanja barang besar seperti furnitur justru turun, menandakan konsumen lebih selektif dalam pengeluaran diskresioner.
Menurut Heather Long dari Navy Federal Credit Union, konsumen tetap belanja meski sentimen ekonomi terasa suram.
Ia memprediksi tren ini berlanjut hingga awal 2026, didukung oleh pengembalian pajak yang lebih besar.
Sentimen positif ini tercermin pada kinerja Lululemon Athletica yang memproyeksikan keuntungan kuartal empat di batas atas.
Selain itu, Abercrombie & Fitch Co. turut melaporkan kinerja solid selama musim liburan kemarin.
Laporan Departemen Tenaga Kerja mencatat inflasi mulai mendingin berkat penurunan harga bensin dan mobil bekas.
Hal ini memberi ruang napas bagi daya beli masyarakat di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang melemah.
Investor kini menanti laporan keuangan dari raksasa ritel seperti Walmart Inc. bulan depan untuk gambaran utuh.
Referensi:
Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.