Laba Astra Turun 19%, UNTR Tertekan Pemangkasan RKAB

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Laba Astra Turun 19%, UNTR Tertekan Pemangkasan RKAB

Key Takeaways:

  • Laba bersih Astra International (ASII) semester I 2026 turun 19% menjadi Rp 12,5 triliun dari Rp 15,5 triliun, dengan pendapatan konsolidasian turun 3% ke Rp 157,9 triliun.
  • Bisnis otomotif (naik 9% ke Rp 5,9 triliun) dan jasa keuangan (naik 6% ke Rp 4,6 triliun) menjadi penopang, sementara laba solusi pertambangan dan alat berat anjlok 46% menjadi Rp 2,7 triliun.
  • Laba bersih United Tractors (UNTR) turun 88% menjadi Rp 956 miliar setelah pos non-berulang (turun 48% ke Rp 4,26 triliun sebelum pos non-berulang), dengan pendapatan turun 15% ke Rp 58,28 triliun.
  • Secara nasional, produksi batu bara turun dari 68 juta ton per bulan (2025) ke sekitar 60 juta ton per bulan (2026) untuk menjaga harga. Kinerja emas juga tertekan: penjualan setara emas UNTR turun 74% dan penjualan emas Martabe hanya 23.000 ons dibanding 125.000 ons setahun sebelumnya.

Gotrade News - PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba bersih Rp 12,5 triliun pada semester I 2026, turun 19 persen dari Rp 15,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersih konsolidasian ikut turun 3 persen menjadi Rp 157,9 triliun, dan tekanan terbesar datang dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat yang dimotori United Tractors (UNTR).

Menurut kumparan, angka tersebut dipaparkan dalam Astra Media Day di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9). Pemangkasan kuota produksi batu bara nasional (RKAB) dan minimnya penjualan emas dari Tambang Martabe menjadi dua penyebab utama.

Laba Otomotif Astra Naik 9%, Tambang Anjlok 46%

Head of Corporate Relations Astra International, Tira Ardianti, menyebut tiga bisnis inti Astra, yaitu otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan dan alat berat, menyumbang sekitar 90 persen pendapatan konsolidasian. Sisanya, sekitar 10 persen, berasal dari wider businesses.

Baca juga: BI Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75%, Rupiah Tertekan

Segmen Astra (Semester I 2026)

Laba Bersih

Perubahan YoY

Otomotif

Rp 5,9 triliun

Naik 9%

Jasa keuangan

Rp 4,6 triliun

Naik 6%

Solusi pertambangan dan alat berat*

Rp 2,7 triliun

Turun 46%

*Tanpa memperhitungkan non-recurring items. Dilansir dari kumparan, laba segmen pertambangan dan alat berat turun dari Rp 5 triliun. Penjualan alat berat Komatsu turun 27 persen menjadi 1.994 unit, terutama pada alat berat berukuran besar untuk sektor tambang. Penjualan emas Martabe hanya 23.000 ons, jauh di bawah 125.000 ons setahun sebelumnya, karena tambang sempat berhenti beroperasi pada awal tahun sebelum kembali jalan sejak kuartal II 2026.

Bisnis otomotif yang bermitra dengan Toyota Motor (TM) justru menjadi penopang, bersama jasa keuangan yang tumbuh 6 persen.

Laba Bersih UNTR Turun 88% Setelah Pos Non-Berulang

Melansir kumparan, United Tractors mencatat pendapatan bersih Rp 58,28 triliun pada semester I 2026, turun 15 persen dari Rp 68,52 triliun. Laba bersih sebelum pos non-berulang turun 48 persen menjadi Rp 4,26 triliun, sementara setelah pos non-berulang laba terkoreksi 88 persen menjadi Rp 956 miliar dari Rp 8,13 triliun.

Baca juga: BEI Turunkan Harga Saham Minimum ke Rp 1, Ini Aturannya

Finance Director United Tractors, Vilihati Surya, menjelaskan pelanggan di tambang batu bara menahan pembelian big machine akibat dampak RKAB. Menurutnya, nilai per unit big machine bisa 10 hingga 15 kali lipat small machine, sehingga penundaan pembelian beberapa unit saja langsung memengaruhi pendapatan. Dinamika permintaan alat berat tambang ini juga menjadi perhatian pemain global seperti Caterpillar (CAT), pesaing utama Komatsu.

"Kalau kita lihat memang sampai dengan first half kita RKAB-nya turun 50 persen, kita itu sebenarnya punya kapasitas bisa produksi sampai dengan 15 juta ton. Tapi pada pertengahan Juni kemarin, yang baru di-approve RKAB-nya itu baru 7,4 juta." (Vilihati Surya, Finance Director United Tractors)

Akibatnya, penjualan batu bara UNTR terkoreksi 22 persen. Vilihati menyebut alokasi RKAB perseroan sudah naik menjadi 12,4 juta ton pada Agustus. Di sisi emas, penjualan setara emas UNTR turun 74 persen menjadi 42.000 ons, dan penurunan kinerja emas ini sejalan dengan emiten emas global Newmont (NEM).

Produksi Batu Bara Nasional Turun 8 Juta Ton per Bulan

Menurut CNBC Indonesia, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno menyebut rata-rata produksi batu bara bulanan turun dari 68 juta ton pada 2025 menjadi sekitar 60 juta ton pada 2026. Realisasi produksi hingga Juli 2026 mencapai 423,71 juta ton, dan volume RKAB yang disetujui pemerintah berada di kisaran 600 juta ton.

Tri menyebut pemangkasan dilakukan agar pasar tidak kelebihan pasokan, sementara PNBP batu bara per 31 Agustus 2026 justru naik menjadi Rp 66 triliun dari Rp 59 triliun. Kebijakan RKAB yang sama juga menjadi sorotan pada emiten lain, seperti terlihat dalam kasus akuisisi 30% saham Bayan (BYAN) oleh Haji Isam. Investor yang memantau sektor komoditas dan saham AS terkait dapat mengikuti perkembangan ini melalui Gotrade.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku