Laba JPMorgan Tergerus Portofolio Apple, Investor Waspada

Laba JPMorgan Tergerus Portofolio Apple, Investor Waspada

Share this article

Jakarta, Gotrade News - JPMorgan Chase & Co. merilis laporan keuangan kuartal keempat yang melampaui ekspektasi pendapatan trading namun sahamnya justru terkoreksi. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap biaya operasional satu kali dan ketidakpastian ekonomi di masa depan.


Key Takeaways:

  • Laba bersih melampaui estimasi setelah penyesuaian biaya portofolio kartu kredit.

  • Pendapatan trading melonjak signifikan terutama dari sektor ekuitas dan dana lindung nilai.

  • CEO Jamie Dimon mengingatkan risiko inflasi dan geopolitik meski ekonomi Amerika Serikat tangguh.


Baca Juga: Analis Wall Street Prediksi Saham AMD Naik ke $270

Harga saham bank terbesar di Amerika Serikat ini turun lebih dari 3 persen pada perdagangan pagi. Finimize mencatat investor segera melakukan aksi jual setelah melihat hasil laba yang berada di bawah ekspektasi awal.

Penurunan laba dipicu biaya cadangan sebesar 2,2 miliar dolar AS terkait akuisisi portofolio Apple Inc. Card. CNBC memberitakan laba bersih turun 7 persen menjadi 13,03 miliar dolar AS akibat transaksi tersebut.

Tanpa beban biaya tersebut laba operasional perusahaan sebenarnya masih berada di atas prediksi rata-rata analis. Pendapatan disesuaikan tercatat sebesar 5,23 dolar AS per saham berbanding estimasi awal sebesar 5 dolar AS.

Laporan CNBC menyebutkan pendapatan perdagangan saham melonjak hingga 40 persen menjadi 2,9 miliar dolar AS. Kekuatan ini terutama didorong oleh aktivitas tinggi dari klien dana lindung nilai.

Sebaliknya biaya perbankan investasi justru turun 5 persen sehingga berada di bawah estimasi pasar. Angka ini tercatat sekitar 210 juta dolar AS lebih rendah dari prediksi analis menurut StreetAccount.

Faktor Penentu Pergerakan Berikutnya

CEO Jamie Dimon menyebut ekonomi tetap tangguh meskipun pasar tenaga kerja mulai menunjukkan sedikit pelemahan. Dimon menilai konsumen masih terus berbelanja dan kondisi bisnis secara umum tetap sehat hingga saat ini.

Namun JPMorgan tetap waspada terhadap potensi bahaya dari inflasi yang menetap serta ketegangan kondisi geopolitik global. Dimon memperingatkan bahwa pasar mungkin terlalu meremehkan risiko dari tingginya harga aset saat ini.

Pihak bank memperkirakan pendapatan bunga bersih tahun 2026 akan mencapai sekitar 103 miliar dolar AS. Menurut laporan resmi perusahaan target ini tetap bergantung pada dinamika pergerakan pasar ke depan.

Baca Juga: Jim Cramer Jagokan Boeing Jadi Saham Pilihan Utama di 2026

Investor kini menantikan laporan dari bank besar lain untuk melihat apakah tren pelemahan perbankan investasi terjadi menyeluruh. Sektor keuangan tetap menjadi salah satu fokus utama pasar setelah mencatatkan kenaikan signifikan sepanjang tahun lalu.

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade