Laba Tesla Q3 Melampaui Estimasi, Saham TSLA Turun

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Laba Tesla Q3 Melampaui Estimasi, Saham TSLA Turun

Ringkasan

  • Tesla (TSLA) mencatat laba per saham disesuaikan US$0,48 pada kuartal ketiga 2026, di atas estimasi US$0,45 menurut Investing.com.
  • Tesla memangkas proyeksi belanja modal 2026 menjadi sekitar US$20 miliar dan berencana mendanainya terutama dari arus kas operasional.
  • Saham TSLA berbalik turun 3,1% di sesi after-hours Rabu (21/10) di tengah kehati-hatian soal robotika dan chip, menurut Investing.com.

Gotrade News - Tesla (TSLA) melaporkan laba per saham disesuaikan US$0,48 untuk kuartal ketiga 2026, di atas estimasi US$0,45, dan memangkas proyeksi belanja modal 2026 menjadi sekitar US$20 miliar. Meski begitu, Investing.com mencatat saham TSLA berbalik turun 3,1% di sesi after-hours Rabu (21/10) akibat kehati-hatian soal robotika dan chip.

Laporan ini terbit sehari setelah CEO Elon Musk menyatakan Tesla dan SpaceX (SPCX) masing-masing telah membentuk komite khusus untuk membahas potensi merger. Dilansir Yahoo Finance, Musk menilai anggapan bahwa merger itu pasti terjadi sebagai hal yang berlebihan, meski ia menganggap penggabungan keduanya sebagai ide yang baik. Di earnings call Tesla, ia menyatakan semua yang perlu disampaikan soal itu sudah ia katakan sehari sebelumnya.

Angka aktual pada tabel berikut berasal dari Q3 2026 Update yang dilampirkan Tesla dalam formulir 8-K ke Securities and Exchange Commission (SEC) AS, sedangkan estimasi analis mengacu pada data yang dikutip Investing.com.

Baca juga: Bitcoin Anjlok 4% ke Bawah US$82.000, Tertekan Aksi Jual Saham AI dan Lonjakan Harga Minyak
MetrikQ3 2026 (aktual)Estimasi analis (Investing.com)Q3 2025
Laba per saham disesuaikan (non-GAAP)US$0,48US$0,45US$0,50
Pendapatan totalUS$28,05 miliarUS$27,92 miliarUS$28,10 miliar

Data Pasar TSLA dan SPCX

KodeHarga penutupanPerubahan harian
TSLA$373,71+1,54%
SPCX$147,79-0,11%

Data penutupan sesi reguler 20 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com.

Bagaimana Hasil Kuartal 3 TSLA?

Menurut Q3 2026 Update Tesla, pendapatan total kuartal ketiga relatif datar secara tahunan di kisaran US$28,0 miliar. Sebagai pembanding, konsensus Bloomberg yang dikutip Yahoo Finance menempatkan estimasi pendapatan di US$28,13 miliar.

Laba bersih GAAP yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa tercatat US$787 juta, dengan laba operasional US$718 juta, berdasarkan dokumen yang sama. Reuters melaporkan laba bersih itu anjlok 43%, sementara Q3 2026 Update mencatat kerugian belum terealisasi US$142 juta dari investasi saham Tesla di SpaceX.

Baca juga: Gotrade Daily: AmEx dan SLB Lapor Usai Aksi Jual AI

Dari sisi kas, arus kas bebas mencapai US$1,53 miliar menurut laporan perusahaan, berbeda jauh dari perkiraan analis yang memproyeksikan arus kas negatif (cash burn) US$4,92 miliar, dilansir Reuters. Margin kotor otomotif di luar kredit regulasi naik ke 18,1%, di atas estimasi 16,7% berdasarkan data Visible Alpha yang dikutip Reuters. Tesla mengirimkan 486.532 kendaraan sepanjang kuartal tersebut.

Kenapa Tesla Pangkas Capex 2026 ke US$20 Miliar?

Dalam earnings call, Tesla memperbarui panduan belanja modal (capex) setahun penuh menjadi US$20 miliar dari sebelumnya US$25 miliar, menurut Yahoo Finance. Reuters menulis proyeksi baru sekitar US$20 miliar, turun dari perkiraan sebelumnya di atas US$25 miliar, dan mencatat Tesla tidak merinci pos belanja yang dikurangi.

Chief Financial Officer Vaibhav Taneja mengatakan Tesla mengelola penempatan modalnya secara efisien dan berencana mendanai capex terutama dari arus kas operasional. Musk menambahkan bahwa capex berakhir sedikit lebih rendah dari perkiraan, tetapi akan mulai lebih berarti tahun depan dan terlihat di kisaran puluhan miliar dolar AS pada 2028, dilansir Yahoo Finance.

Q3 2026 Update mencatat belanja modal kuartal ketiga sebesar US$4,73 miliar, sementara Reuters mengutip data LSEG bahwa analis rata-rata memperkirakan US$7,5 miliar. Dalam bagian proyeksinya, Tesla menyatakan akan mengelola bisnis demi menjaga neraca yang kuat dengan likuiditas yang cukup untuk mendanai peta jalan produknya.

Kenapa Saham TSLA Turun Usai Laporan Ini?

Menurut Investing.com, saham Tesla sempat naik lebih dari 1% setelah rilis, lalu berbalik turun 3,1% ke US$374,35 di sesi after-hours saat earnings call berlangsung. Reuters mencatat pola serupa, dari naik 2% menjadi turun 2% di perdagangan setelah jam bursa.

Dalam panggilan tersebut, Musk meminta pasar menahan ekspektasi terhadap robot Optimus karena masih banyak pekerjaan agar robot itu benar-benar berguna untuk tugas yang terbuka. Ia juga menyebut Terafab, proyek chip bersama SpaceX, kemungkinan membutuhkan biaya lebih dari US$100 miliar dalam jangka panjang, dan robotaxi baru akan terlihat di pendapatan kemungkinan pada kuartal kedua 2027, menurut Investing.com.

Ryan Lee, senior vice president of product and strategy di Direxion, menilai capex yang lebih rendah menandakan pendekatan Tesla yang tidak sepenuhnya "all-in" dalam perlombaan AI, seperti dikutip Reuters. Investing.com juga mencatat saham TSLA turun 14,1% sepanjang tahun berjalan, satu-satunya anggota Magnificent Seven yang melemah tahun ini.

Kapan Cybercab Tesla Dijual ke Publik?

Tesla menargetkan Cybercab sampai ke tangan pelanggan sebelum akhir 2026. "Kami berusaha menghadirkan Cybercab ke pelanggan pada akhir tahun ini, 2026," kata Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla Lars Moravy kepada analis, seperti dilaporkan Reuters.

Berdasarkan Q3 2026 Update, Tesla mulai melayani perjalanan Robotaxi dengan Cybercab di Austin sejak 3 September. Reuters mencatat National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) membuka penyelidikan atas dasar Tesla menyatakan Cybercab memenuhi standar keselamatan kendaraan federal, dan Tesla memiliki waktu hingga 30 Oktober untuk menanggapi. Kepala AI Tesla Ashok Elluswamy menyebut layanan Cybercab akan diperluas ke Dallas bulan depan.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku