Bitcoin Anjlok 4% ke Bawah US$82.000, Tertekan Aksi Jual Saham AI dan Lonjakan Harga Minyak

Ringkasan
- Bitcoin turun sekitar 4% ke US$81.448 pada Kamis (22/10/2026), berbalik dari level mendekati US$85.000, menurut Investing.com.
- Aksi jual saham teknologi akibat kekhawatiran belanja AI menyeret Nasdaq turun 2,6%, sementara harga minyak naik ke level tertinggi lima bulan di tengah ketegangan Timur Tengah.
- Harga minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi dan kenaikan suku bunga, yang ikut menekan kripto sebagai aset yang sensitif terhadap biaya pinjaman.
Gotrade News - Harga Bitcoin anjlok sekitar 4% ke US$81.448 pada Kamis (22/10/2026) pukul 17.39 waktu New York, tergelincir ke bawah level US$82.000. Menurut Investing.com, aset kripto terbesar di dunia itu sempat naik mendekati US$85.000 semalam sebelumnya berkat aliran dana yang berlanjut ke exchange-traded fund (ETF) spot, tetapi penguatan itu cepat berbalik.
Tekanan datang dari aksi jual luas saham teknologi global setelah laporan kinerja sejumlah raksasa teknologi Wall Street yang dinilai biasa saja, ditambah lonjakan harga minyak ke level tertinggi lima bulan. Investing.com mencatat kripto cenderung bergerak searah saham teknologi dan juga sensitif terhadap kenaikan biaya pinjaman, sementara Bitcoin sudah bergerak dalam rentang sempit selama sebulan terakhir setelah reli kuartal ketiga kehabisan tenaga pada Oktober.
Kekhawatiran Belanja AI Seret Nasdaq Turun 2,6%
Dilansir dari laporan Reuters yang dimuat Honolulu Star-Advertiser, Nasdaq Composite ditutup turun 2,60% ke 26.008,86 pada Kamis, penurunan harian terdalam sejak awal Juni. S&P 500 melemah 1,21% ke 7.663,43, sedangkan Dow Jones naik tipis 0,02% ke 52.867,98.
Saham Meta Platforms (META) turun 7,0% meski kinerjanya melampaui ekspektasi analis, setelah induk Facebook itu mencatat arus kas keluar pertama dalam lebih dari satu dekade akibat belanja terkait AI. Indeks Semikonduktor Philadelphia anjlok 6,7%, penurunan harian terbesar sejak 23 Juni, dengan saham Intel (INTC), Advanced Micro Devices (AMD), Sandisk, dan Marvell masing-masing turun lebih dari 8%. Saham Tesla juga melemah 3,1%, meski perusahaan secara tak terduga membukukan arus kas bebas positif dan memangkas rencana belanja modal 2026.
"Investor mulai menyadari ada sejumlah celah dalam cerita AI," kata Paul Nolte, penasihat kekayaan senior dan ahli strategi pasar di Murphy & Sylvest, seperti dikutip Reuters.
Minyak Sentuh Level Tertinggi Lima Bulan, Bitcoin Sempat ke US$81.331
Dari sisi makro, harga minyak mentah naik ke level tertinggi lima bulan setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang sasaran di Arab Saudi, menurut laporan Reuters. Investing.com juga menyebut adanya laporan bahwa dimulainya kembali permusuhan AS dan Israel terhadap Iran sudah dekat.
Melansir Bitcoin Magazine, harga minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran inflasi dan peluang The Fed menaikkan suku bunga, dengan Bitcoin sempat diperdagangkan serendah US$81.331. Reuters melaporkan pasar memperhitungkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin lagi sebelum akhir tahun.
Ether Turun 4,2%, Cardano Anjlok 7%
Pelemahan juga merembet ke aset kripto lain. Menurut Investing.com, Ether turun 4,2% ke US$2.392,99, sementara XRP melemah 5,5% dan Cardano anjlok 7%.
| Aset kripto | Perubahan | Harga |
|---|---|---|
| Bitcoin | Turun sekitar 4% | US$81.448 |
| Ether | Turun 4,2% | US$2.392,99 |
| BNB | Turun 2,5% | Tidak disebutkan |
| XRP | Turun 5,5% | Tidak disebutkan |
| Solana | Turun 4,3% | Tidak disebutkan |
| Cardano | Turun 7% | Tidak disebutkan |
| Dogecoin | Turun 4,9% | Tidak disebutkan |
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












