SpaceX-Tesla Bentuk Komite Merger, Pendapatan Q3 Naik 161%

Ringkasan
- Pendapatan SpaceX kuartal III 2026 naik 161% secara tahunan menjadi US$14,6 miliar, menurut CFO Bret Johnsen.
- Segmen AI Super Intelligence menjadi pendorong utama dengan pendapatan US$7,56 miliar, melampaui bisnis konektivitas Starlink, menurut Fortune.
- Elon Musk mengonfirmasi SpaceX dan Tesla membentuk komite khusus untuk membahas merger, tetapi belum ada kesepakatan dan tidak ada jaminan transaksi terjadi.
- Saham SpaceX naik sekitar 8% di perdagangan extended hours setelah kabar tersebut, menurut Reuters.
Gotrade News - SpaceX (SPCX) mencatat pendapatan kuartal III 2026 sebesar US$14,6 miliar, naik 161% secara tahunan dengan segmen AI Super Intelligence sebagai pendorong utama, menurut CFO Bret Johnsen dalam earnings call Selasa (20/10). Di panggilan yang sama, Elon Musk mengonfirmasi SpaceX dan Tesla (TSLA) membentuk komite khusus untuk membahas kemungkinan merger.
Menurut transkrip earnings call yang dipublikasikan The Motley Fool, Head of Investor Relations SpaceX Andrea Williams menyebut pendapatan itu naik dari US$5,6 miliar setahun sebelumnya. Dilansir Fortune, angka tersebut melampaui konsensus analis US$12,86 miliar versi Visible Alpha, sementara laba bersih mencapai US$4,4 miliar atau 35 sen per saham. Laba operasional sebesar US$2,79 miliar juga menjadi yang pertama sejak SpaceX berstatus perusahaan publik.
Data Pasar SPCX dan TSLA
Kode | Harga penutupan | Perubahan harian |
|---|---|---|
SPCX | $147,79 | -0,11% |
$373,71 | +1,54% |
Data penutupan sesi reguler 20 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com.
Pendapatan AI SpaceX US$7,6 Miliar, Lampaui Starlink
Segmen Super Intelligence, yang mencakup kapasitas komputasi yang disewakan ke Anthropic, Google, Grok, dan X, kini menjadi sumber pendapatan terbesar SpaceX. Tabel berikut merangkum pendapatan per segmen dibanding estimasi analis, berdasarkan data yang dilaporkan Fortune.
Segmen | Pendapatan Q3 2026 | Estimasi analis | Keterangan |
|---|---|---|---|
Super Intelligence (AI) | US$7,56 miliar | US$6,47 miliar | US$2,56 miliar pada kuartal II |
Connectivity (mayoritas Starlink) | US$5,25 miliar | US$4,92 miliar | Naik 69% |
Space | US$1,77 miliar | US$1,46 miliar | Naik 6% |
Total | US$14,6 miliar | US$12,86 miliar | Naik 161% secara tahunan |
Johnsen menyebut SpaceX menutup kuartal III dengan kapasitas komputasi terpasang (nameplate) 1,7 gigawatt. Di bisnis konektivitas, Starlink mencapai 13,6 juta pelanggan konsumen setelah menambah 1,6 juta pelanggan sepanjang kuartal III, meski Fortune mencatat tambahan itu di bawah ekspektasi analis sebesar 2,29 juta.
Melansir Seeking Alpha, analis Brett Ashcroft Green menghitung Super Intelligence menyumbang 52% dari total pendapatan, sedangkan Starlink menghasilkan 85% dari laba operasional. Belanja modal kuartal III tercatat US$19,6 miliar menurut Fortune, dan Johnsen memperkirakan capex kuartal IV berada di kisaran US$35 miliar hingga US$40 miliar.
Apakah SpaceX dan Tesla Akan Merger?
Belum ada kepastian. Menurut transkrip The Motley Fool, Musk mengatakan SpaceX dan Tesla membentuk komite khusus atas permintaan pemegang saham, tetapi ia tidak bisa ikut dalam diskusi karena berstatus pihak yang memiliki konflik kepentingan.
"Komite khusus belum mencapai kesepakatan atas syarat transaksi apa pun. Dan tentu saja, tidak ada jaminan mereka akan mencapainya," kata Elon Musk dalam earnings call kuartal III 2026 SpaceX.
Musk menilai penggabungan kedua perusahaan sebagai ide yang baik, namun menegaskan keputusannya sepenuhnya berada di tangan komite khusus masing-masing perusahaan.
Dampaknya ke Saham SPCX dan TSLA
Menurut Reuters, seperti dimuat Investing.com, saham SpaceX naik sekitar 8% di perdagangan extended hours setelah kabar tersebut. Daniel Newman, CEO The Futurum Group, menilai merger ini sudah "tak terhindarkan" sejak pengumuman IPO SpaceX, sementara CIO Tema ETFs Yuri Khodjamirian menyebut pembentukan komite khusus sebagai "langkah yang baik" untuk menjawab kekhawatiran tata kelola.
Merger apa pun tetap harus disetujui pemegang saham masing-masing perusahaan, kata Brian Mulberry, Chief Market Strategist Zacks Investment Management, seperti dikutip Reuters. Untuk sisi Tesla, Musk menyebut dalam earnings call bahwa persetujuan itu membutuhkan 50% dari seluruh saham, bukan hanya dari saham yang ikut memberikan suara.
Faktor pasokan saham juga perlu dicermati. Green di Seeking Alpha mencatat pembukaan lock-up sebesar 28% setelah rilis laporan keuangan akan menaikkan likuiditas float menjadi 76%, yang ia nilai membawa risiko tekanan jual jangka pendek yang cukup besar. Adapun saham milik Musk masih terkunci hingga 2027 berdasarkan perjanjian yang diteken sebelum IPO SpaceX pada Juni, menurut Fortune.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












