Ledakan Data Center AI Tekan Jaringan Listrik AS

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Ledakan Data Center AI Tekan Jaringan Listrik AS

Share this article

Gotrade News - Ledakan data center kecerdasan buatan menekan PJM Interconnection, operator jaringan listrik terbesar di Amerika Serikat. PJM melayani sekitar 67 juta orang di kawasan 13 negara bagian, dari New Jersey hingga Kentucky.

Lonjakan permintaan listrik dari pusat data AI memunculkan kekhawatiran serius soal keandalan pasokan jaringan. Kondisi ini menjadi sorotan investor karena memengaruhi sektor utilitas, produsen chip, dan pemasok infrastruktur data center.

Key Takeaways

  • Ketua FERC memperingatkan PJM mungkin tumbuh terlalu besar untuk berfungsi baik di tengah lonjakan permintaan AI.
  • Permintaan koneksi data center ke Dominion Energy melampaui 40 gigawatt, sekitar dua kali kapasitas jaringan Virginia per akhir 2024.
  • Pembangkit tua pensiun lebih cepat daripada pembangkit baru beroperasi, menambah risiko pemadaman bergilir.

Tekanan Permintaan Yang Belum Pernah Terjadi

Menurut Bloomberg, ketua regulator energi utama AS, FERC, memperingatkan bahwa PJM mungkin telah tumbuh terlalu besar. Ledakan permintaan dari pusat data AI memperburuk tantangan operasional jaringan listrik terbesar di negara itu.

Baca juga: Five Below Tertekan Prospek Konsumen yang Hati-hati

Skala PJM yang melayani sekitar 67 juta orang membuat setiap gangguan berpotensi berdampak sangat luas. Cakupan 13 negara bagian menjadikan koordinasi pasokan dan permintaan semakin rumit di tengah lonjakan beban baru.

Dominion Energy (D) telah menerima permintaan koneksi data center yang melampaui 40 gigawatt. Angka tersebut kira-kira setara dua kali kapasitas jaringan Virginia pada akhir tahun 2024.

Lonjakan permintaan sebesar itu memberi tekanan berat pada perencanaan investasi jaringan dalam waktu yang singkat. Operator harus menambah kapasitas transmisi dan pembangkitan secara serentak untuk mengimbangi laju permintaan baru.

Baca juga: Uber Pangkas Tim People 23%, Komit ~$500 Juta ke Nuro

PJM memperkirakan permintaan listrik akan tumbuh sekitar 4,8% per tahun selama satu dekade ke depan. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh pembangunan pusat data AI yang berskala sangat besar.

Permintaan yang melonjak konsisten setiap tahun membuat penambahan kapasitas menjadi kebutuhan mendesak bagi operator. Tanpa investasi cepat, selisih antara pasokan dan permintaan berisiko terus melebar sepanjang dekade ini.

Pembangkit listrik tua pensiun lebih cepat daripada pembangkit baru yang mulai beroperasi di jaringan. Pola ini menambah risiko pemadaman bergilir saat gelombang panas ekstrem atau musim dingin yang dalam.

Selisih antara pembangkit yang pensiun dan kapasitas baru memperketat margin cadangan jaringan listrik. Margin yang tipis membuat sistem menjadi jauh lebih rentan saat permintaan memuncak secara tiba-tiba.

Dampak Ke Pasar Saham AS

Dilansir Bloomberg, CEO PJM David Mills menyatakan bahwa situasi saat ini tidak berkelanjutan. Ia menambahkan kawasan tersebut hanya punya waktu hitungan tahun, bukan dekade, untuk beradaptasi.

Pernyataan itu menegaskan urgensi penambahan kapasitas pasokan dalam tenggat waktu yang relatif sempit. Tekanan waktu tersebut membuat keputusan investasi sektor utilitas menjadi sorotan utama bagi para investor.

Pemasok listrik seperti Dominion menjadi pihak yang langsung menanggung beban dari permintaan baru ini. Skala permintaan yang sangat besar membuat investasi jaringan menjadi tema penting bagi seluruh sektor utilitas.

Produsen chip AI seperti Nvidia (NVDA) menjadi penggerak utama permintaan komputasi yang sangat haus daya listrik. Lonjakan adopsi AI memperbesar kebutuhan listrik di seluruh ekosistem pusat data secara signifikan.

Setiap pusat data baru yang dibangun memperkuat permintaan terhadap chip Nvidia sekaligus terhadap pasokan listrik. Rantai keterkaitan ini menautkan langsung kebutuhan daya dengan belanja perangkat keras komputasi berskala besar.

Pemasok chip untuk infrastruktur data center seperti Microchip Technology (MCHP) juga terhubung erat ke tren pembangunan ini. Melansir Seeking Alpha, pemulihan margin Microchip bertemu dengan permintaan dari pusat data AI.

Bagi investor, tema ini memberikan gambaran rantai nilai yang luas, mulai dari listrik hingga chip. Ketegangan antara permintaan AI dan kapasitas jaringan menjadi faktor yang patut terus dipantau ke depan.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade