Gotrade News - LendingClub melaporkan originasi pinjaman US$2,7 miliar di Q1 2026, naik 31% secara tahunan. Perusahaan juga meluncurkan vertikal baru pinjaman home improvement lewat kemitraan strategis dengan Wisetack.
Menurut transkrip Motley Fool pada Senin (28/04), EPS dilusian mencapai US$0,44 dan melampaui panduan internal. Angka ini setara dengan pertumbuhan empat kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
--- - Originasi Q1 2026 sebesar US$2,7 miliar dengan pertumbuhan 31% YoY menandai momentum kuat di awal tahun - Peluncuran pinjaman home improvement membuka pasar baru senilai sekitar US$500 miliar per tahun - Panduan Q2 2026 di kisaran US$3,0 sampai US$3,1 miliar memperlihatkan ekspektasi akselerasi originasi ---
Pendapatan bunga bersih tercatat sebesar US$176 juta, naik 18% YoY dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa. Margin laba sebelum pajak juga mencapai level rekor di angka 27% pada kuartal ini.
Menurut laporan Seeking Alpha pada Senin (28/04), laba sebelum pajak mencapai US$67 juta atau empat kali lipat dibanding Q1 2025. Return on tangible common equity berada di level 14,5% pada periode pelaporan.
Untuk Q2 2026, manajemen memandu originasi pinjaman di kisaran US$3,0 hingga US$3,1 miliar. Panduan ini mengindikasikan pertumbuhan tahunan sekitar 23% sampai 27% dibanding Q2 tahun lalu.
CEO Scott Sanborn menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya tumbuh, tetapi tumbuh secara menguntungkan. Pernyataan ini disampaikan dalam panggilan earnings yang dirilis Motley Fool pada Senin (28/04).
Vertikal home improvement digarap melalui kemitraan dengan Wisetack, platform tertanam yang melayani lebih dari 40.000 kontraktor. Manajemen menyebut total addressable market di segmen ini mencapai sekitar US$500 miliar per tahun.
Menurut PYMNTS pada Senin (28/04), Sanborn menilai kemampuan pendanaan dan underwriting LendingClub bisa diperluas ke kategori pinjaman lain. Pernyataan ini memperkuat narasi diversifikasi produk di luar pinjaman pribadi tradisional.
Otomasi berbasis AI juga menjadi sorotan dengan lebih dari 90% penerbitan pinjaman kini berjalan sepenuhnya otomatis. Efisiensi ini menjadi salah satu pendorong rekor margin laba sebelum pajak di kuartal pertama.
LendingClub mempertahankan panduan EPS dilusian setahun penuh di rentang US$1,65 sampai US$1,80. Manajemen juga menargetkan return on tangible common equity di kisaran 13% hingga 15% sepanjang 2026.
Menurut Seeking Alpha pada Senin (28/04), manajemen kini memodelkan tanpa pemangkasan suku bunga The Fed di sisa tahun. Asumsi ini berpotensi menambah tekanan dari penyesuaian nilai wajar dan harga jual pinjaman.
Deposito tercatat sebesar US$10,2 miliar dengan pertumbuhan 14% YoY pada Q1 2026. LendingClub juga akan melakukan rebranding menjadi Happen Bank yang berlaku efektif musim panas 2026.
Eksposur tematik pada saham fintech AS dapat dibangun melalui aplikasi Gotrade dengan akses ke lebih dari 4.000 ticker pasar Amerika.












