Gotrade News - Mark Zuckerberg baru saja membeli properti mewah di Florida senilai ratusan juta dolar di tengah isu pajak baru California. Langkah ini mempertegas tren migrasi para miliarder teknologi yang mencari iklim fiskal lebih ramah bagi aset mereka.
Fenomena ini menjadi sinyal penting bagi investor mengenai potensi pergeseran pusat gravitasi industri teknologi Amerika Serikat. Perpindahan domisili tokoh kunci sering kali mendahului perubahan strategi korporasi yang lebih luas terkait efisiensi pajak.
Key Takeaways
-
California mengusulkan pajak kekayaan 5% yang memicu eksodus pendiri teknologi ke wilayah dengan pajak rendah.
-
Zuckerberg bergabung dengan Jeff Bezos dan pendiri Google dalam tren migrasi aset ke Florida.
-
Perpindahan ini menandakan sentimen defensif pemilik modal besar terhadap ketidakpastian regulasi fiskal California.
CEO Meta - Facebook tersebut membeli estat di Indian Creek seharga estimasi US$150 juta hingga US$200 juta. Transaksi off-market ini dilaporkan terjadi saat legislator California mendorong pajak 5% untuk pemilik kekayaan super.
Laporan dari Fox Business pada Selasa (10/02) menyebutkan bahwa lingkungan eksklusif ini menawarkan privasi ketat bagi penghuninya. Tetangga Zuckerberg mengatakan bahwa ia berencana menempati rumah barunya pada April mendatang sebagai tempat tinggal utama.
Eksodus Pendiri Raksasa Teknologi
Zuckerberg bukan satu-satunya tokoh teknologi yang meninggalkan Silicon Valley demi keuntungan pajak dan stabilitas di Florida. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, sudah lebih dulu menetapkan residensi di kawasan yang dikenal sebagai "Bunker Miliarder" tersebut.
Laporan Nationwide News mencatat pendiri Google, Larry Page, juga membeli properti di Miami senilai US$188 juta baru-baru ini. Tren ini menunjukkan pola defensif yang seragam dari para pemilik modal besar terhadap ketidakpastian regulasi California.
Agen real estat Julian Johnston mengatakan kepada Fox Business bahwa Miami kini dipandang lebih menarik secara kultural dan fiskal. Klien-klien besarnya memandang potensi pajak baru California sebagai beban biaya miliaran dolar yang harus dihindari.
Implikasi Pajak dan Pasar
Proposal pajak California menargetkan aset bersih di atas US$1 miliar dengan tarif 5% yang bersifat sekali bayar. Aturan ini dinilai memberatkan karena menghitung kekayaan yang belum terealisasi seperti kepemilikan saham dalam jumlah besar.
Troy Ippolito dari Troy Dean Home menyebut Florida kini menjadi keputusan bisnis yang paling logis bagi para miliarder. Pasar melihat wilayah ini menawarkan kepastian pajak yang lebih stabil dibandingkan California yang menganggap orang kaya sebagai target.
Meskipun Gubernur Gavin Newsom menentang proposal tersebut, ketakutan pasar sudah tercermin dari arus modal keluar yang signifikan. Agen real estat lokal mencatat lonjakan minat beli dari klien asal California sejak awal tahun 2026 ini.
Jika pajak ini lolos, dampaknya akan terasa pada likuiditas pasar saham saat para pendiri terpaksa mencairkan aset. Investor perlu memantau apakah tren ini akan memengaruhi basis operasional perusahaan teknologi ke depannya secara permanen.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Fox Business, Mark Zuckerberg becomes latest California billionaire to relocate to Florida amid tax concerns. Diakses pada 11 Februari 2026
-
Nationwide News, Mark Zuckerberg snaps up $212m ‘billionaire bunker’ in Miami. Diakses pada 11 Februari 2026
-
Featured Image: Getty Images











