Gotrade News - Saham Micron (MU) mencapai kapitalisasi pasar $1 triliun dan menjadi sekitar perusahaan paling bernilai ke-12 di dunia. Nilai pasarnya tercatat sekitar $1,2 triliun per 2 Juni 2026.
Lonjakan ini didorong permintaan memori AI dari pembangunan pusat data yang berlangsung masif. Penguatan tersebut turut menopang sentimen positif yang menyebar di sektor semikonduktor AS.
Key Takeaways
Micron menembus kapitalisasi pasar $1 triliun setelah saham naik hampir 1.000% dalam setahun terakhir.
BofA dan Barclays menaikkan target harga ASML berkat visibilitas kapasitas EUV hingga 2028.
Risiko utama tetap ada karena pasar memori bersifat siklikal dan rawan kelebihan pasokan.
Menurut The Motley Fool, saham Micron telah naik hampir 1.000% selama dua belas bulan terakhir. Kenaikan itu ditopang permintaan memori bandwidth tinggi (HBM) untuk pembangunan pusat data AI yang berkelanjutan.
Permintaan HBM terus tumbuh seiring para penyedia layanan cloud memperluas kapasitas pelatihan model AI mereka. Tren itu menempatkan Micron sebagai pemasok komponen memori yang semakin strategis bagi industri.
Pada kuartal terakhir, Micron membukukan pendapatan sekitar $24 miliar dan laba operasi sekitar $16 miliar. Angka itu setara margin operasi 68%, sebuah tingkat profitabilitas yang jarang dicapai produsen memori.
Untuk kuartal berikutnya, manajemen Micron memperkirakan pendapatan mendekati $33,5 miliar dari penjualan memori. Panduan itu menunjukkan permintaan AI masih menopang laju pertumbuhan perusahaan dalam waktu dekat.
Para analis bahkan memperkirakan laba bersih Micron menembus $100 miliar pada tahun 2027 dan 2028. Proyeksi itu menyiratkan rasio P/E ke depan sekitar 12 kali jika belanja AI tetap kuat.
Rasio P/E ke depan yang relatif rendah itu membuat sebagian investor menilai saham Micron masih terjangkau. Namun penilaian tersebut sepenuhnya bergantung pada belanja infrastruktur AI yang terus berlanjut tanpa jeda.
Meski begitu, risiko utama tetap melekat erat pada model bisnis produsen memori seperti Micron. Pasar memori bersifat siklikal dan rawan kelebihan pasokan yang sewaktu-waktu dapat menekan harga jual.
Ketika kapasitas produksi industri melampaui permintaan, harga memori dapat anjlok dengan sangat cepat. Sejarah industri ini menunjukkan siklus oversupply kerap menekan margin produsen secara tiba-tiba.
BofA dan Barclays Naikkan Target Harga ASML
Optimisme yang sama menjalar ke pemasok mesin litografi ASML (ASML) asal Belanda. Melansir Investing.com, BofA menaikkan target menjadi 1.921 euro dari sebelumnya 1.710 euro dengan rekomendasi buy.
Barclays turut menaikkan target harga ASML menjadi 1.900 euro dari sebelumnya 1.575 euro dengan rekomendasi overweight. Saat itu saham ASML diperdagangkan mendekati level 1.485 euro, turun sekitar 2,32% pada hari tersebut.
BofA menyoroti kapasitas EUV yang dapat melampaui 90 unit pada akhir 2027 serta visibilitas permintaan hingga 2028. Mesin EUV merupakan perangkat inti untuk memproduksi chip tercanggih, termasuk chip memori dan prosesor AI modern.
Menurut BofA, pelanggan memberikan visibilitas yang tidak biasa kepada ASML karena proyeksi permintaan mereka terus meningkat. Pernyataan itu menegaskan keyakinan pelaku industri terhadap kekuatan permintaan chip dalam jangka panjang.
Visibilitas pesanan yang panjang memberi ASML ruang lebih besar untuk merencanakan produksi mesin litografinya. Hal itu sekaligus mengurangi ketidakpastian pendapatan yang biasanya membayangi para pemasok perangkat semikonduktor.
Penguatan Micron di sisi memori dan ASML di sisi litografi mencerminkan kekuatan yang sama. Keduanya sama-sama menjadi penerima manfaat utama dari gelombang belanja infrastruktur kecerdasan buatan global.
Tema permintaan ini selaras dengan posisi Nvidia (NVDA) sebagai motor utama belanja chip AI global. Penguatan rantai pasok memori dan litografi semakin menegaskan momentum struktural yang menopang sektor semikonduktor.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.