Produksi Minyak Timteng Anjlok 27% Butuh 3 Bulan Pulih

Rendy AndriyantoRendy Andriyanto
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Produksi Minyak Timteng Anjlok 27% Butuh 3 Bulan Pulih

Gotrade News - Produksi minyak dari kawasan Timur Tengah anjlok drastis, dengan total output OPEC turun 27% dari 28,7 juta menjadi 20,8 juta barel per hari. Gangguan ini dipicu konflik regional dan blokade Selat Hormuz yang diumumkan Presiden AS Donald Trump mulai Senin (14/04).

Menurut laporan CNBC, Irak mengalami penurunan produksi paling parah, dari 4,2 juta turun ke 1,6 juta barel per hari atau minus 61%. Kuwait dan Uni Emirat Arab masing-masing turun 53% dan 44%, sementara Arab Saudi mencatat penurunan 23% dari 10,1 juta ke 7,8 juta barel per hari.


Key Takeaways:
  • Produksi OPEC secara keseluruhan turun 27%, dari 28,7 juta menjadi 20,8 juta barel per hari akibat konflik regional.
  • Harga minyak mentah AS untuk pengiriman Mei menembus $100 per barel, sementara Brent Juni mendekati level yang sama.
  • Pemulihan produksi penuh diperkirakan membutuhkan tiga hingga empat bulan, menurut CEO Kuwait Petroleum Corp.

Kerusakan Infrastruktur dan Harga

Serangan terhadap pipa East-West memangkas kapasitas distribusi sebesar 700.000 barel per hari. Kerusakan ini memperparah tekanan pasokan yang sudah terhambat oleh blokade militer AS di perairan Iran.

Baca juga: Gotrade Daily: Tekanan Big Tech & Minyak Tembus $100

Harga minyak mentah AS untuk pengiriman Mei melampaui $100 per barel pada perdagangan Senin (14/04). Menurut data yang dikutip MetroTV News, Brent untuk kontrak Juni sempat mencapai $103,88 sebelum terkoreksi ke $99,37 per barel.

Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Blokade yang diberlakukan AS mulai Senin (14/04) pukul 10.00 ET ini menargetkan seluruh lalu lintas maritim dari dan ke pelabuhan Iran.

CEO Kuwait Petroleum Corp Sheikh Nawaf al-Sabah menyatakan pemulihan produksi penuh baru bisa terwujud dalam tiga hingga empat bulan. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa gangguan pasokan tidak akan terselesaikan dalam waktu dekat.

Baca juga: AI Chip Race: AMD MI450 Tantang Dominasi Nvidia

Sinyal Negosiasi dan Koreksi Harga

Menurut Bloomberg Technoz, harga WTI sempat terkoreksi ke bawah $98 per barel setelah muncul sinyal negosiasi baru antara AS dan Iran. Trump menyebut telah dihubungi oleh pihak yang tepat dan menyatakan keinginan untuk mencapai kesepakatan.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pihaknya hanya bersedia melanjutkan pembicaraan damai dalam kerangka hukum internasional. Pembicaraan sebelumnya yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan setelah 21 jam perundingan.

Perundingan fase kedua untuk gencatan senjata jangka panjang masih dalam tahap wacana. Ketidakpastian ini membuat pasar minyak bergerak liar antara optimisme diplomatik dan kekhawatiran pasokan.

Saham-saham energi AS seperti Exxon Mobil dan Chevron berpotensi mendapat tekanan dari volatilitas harga minyak yang tinggi. ConocoPhillips dan instrumen seperti USO juga menjadi acuan pelaku pasar untuk mengukur pergerakan sektor energi global.

Pemerintah-pemerintah Timur Tengah dilaporkan sedang berupaya memediasi diskusi gencatan senjata tambahan. Namun tanpa kepastian diplomatik, pemulihan produksi minyak ke level normal tampaknya masih jauh dari jangkauan dalam waktu dekat.


Sources:
Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Rendy Andriyanto
Ditulis oleh
Rendy Andriyanto
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade