MSCI Depak 19 Saham RI, IHSG Anjlok 1,33% di Pembukaan

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
MSCI Depak 19 Saham RI, IHSG Anjlok 1,33% di Pembukaan

Share this article

Gotrade News - MSCI memangkas 19 saham Indonesia dari indeks acuannya pada 13 Mei 2026 dan akan berlaku efektif 1 Juni 2026. Pemangkasan ini memicu potensi arus keluar dana asing hingga Rp 22 triliun dari Bursa Efek Indonesia.

Keputusan tersebut langsung menekan pasar karena manajer dana pasif harus menjual saham yang terdepak demi menyelaraskan portofolio. IHSG dibuka rontok 1,33 persen ke level 6.767,87, dengan saham komoditas dan keuangan menjadi sasaran utama tekanan jual.

Key Takeaways

  • MSCI memangkas 6 saham dari Global Standard Index dan 13 saham dari Small Cap Index per 1 Juni 2026.
  • Potensi outflow dari pasif fund global berkisar Rp 22 triliun hingga skenario terburuk Rp 34,7 triliun versi Citibank.
  • IHSG dibuka anjlok 1,33 persen dan analis melihat level 6.700 sebagai zona uji teknikal terdekat.

Saham Yang Terdepak Dan Aliran Dana

Menurut Kompas, enam saham keluar dari MSCI Global Standard Index. Nama besar seperti AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT terkena pemangkasan dalam rebalancing kali ini.

Sementara itu, tiga belas emiten lain dipangkas dari MSCI Small Cap Index pada periode yang sama. Daftar tersebut mencakup ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, TKIM, APIC, SSMS, TPAG, dan MSIN.

Indonesia tetap berada dalam keranjang MSCI Emerging Markets, namun penyedia indeks sedang meninjau batas kepemilikan asing. Eksposur pasar Indonesia paling cepat tercermin lewat iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) yang melacak indeks tersebut secara langsung.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menilai manajer dana pasif yang melacak MSCI wajib menjual saham terdepak. Tindakan tersebut berfungsi sebagai penyeimbang portofolio agar tetap sesuai komposisi indeks acuan baru.

Reaksi Pasar Dan Pandangan Analis

Dilansir Katadata, IHSG dibuka di 6.767,87 atau turun 91,03 poin. Volume transaksi tercatat 520 juta saham dengan nilai Rp 290,31 miliar pada menit pertama perdagangan.

Saham CUAN, ANTM, dan BUMI menjadi sasaran jual paling ramai di sesi pembukaan. Elandry Pratama dari Panin Sekuritas menyebut emiten Global Standard berkapitalisasi besar memicu forced selling oleh dana pasif global.

Ia memperkirakan potensi outflow ratusan juta dolar AS dari kombinasi dana pasif dan ETF. Tekanan tersebut membuka peluang IHSG menguji kembali level psikologis 6.700 dalam beberapa sesi ke depan.

Melansir Kabar Bursa, Kiwoom Sekuritas Research menilai pasar terlalu fokus pada tajuk pemangkasan 18 saham. Riset Kiwoom merekomendasikan posisi HOLD dengan strategi wait and see hingga gejolak rebalancing mereda.

Estimasi outflow versi Joeliardi Sunendar berkisar Rp 27,8 hingga 31 triliun sepanjang transisi indeks. CGS International memproyeksikan sekitar Rp 31,5 triliun, sementara Citibank menyebut skenario terburuk Rp 34,7 triliun.

Skenario panik di atas Rp 50 triliun dinilai tidak realistis berdasarkan komposisi pasif fund saat ini. Secara teknikal, IHSG memiliki support 6.762-6.745 dengan support lanjutan 6.538-6.092 jika tekanan berlanjut.

Resistance terdekat berada di rentang 6.980-7.015 menurut pemetaan teknikal Kiwoom Sekuritas. Investor global juga memantau dampak ke penyedia indeks lewat saham MSCI Inc. (MSCI) sebagai barometer demand produk indeks.

Eksposur ke industri ETF berbasis indeks juga tercermin lewat BlackRock Inc. (BLK) selaku induk iShares. Reaksi pasar AS terhadap rebalancing ini menjadi indikator selera risiko investor global pada aset emerging markets.

Sumber

Disclaimer: Gotrade Indonesia adalah aplikasi investasi yang terdaftar resmi di OJK dan didukung oleh PT Valbury Asia Futures.

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade