JPMorgan Buka Musim Laporan Q3, Pasar Tunggu Data CPI

Ringkasan
- JPMorgan Chase (JPM), Goldman Sachs, Citigroup dan Wells Fargo membuka musim laporan keuangan Q3 2026 pada Selasa (13/10).
- Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,30% ke 7.880,50 pada Senin pagi, menurut GoodReturns.
- Pasar menanti CPI September pada Rabu (14/10) dengan konsensus inflasi tahunan sekitar 3,7%, menurut TradingKey.
Gotrade News - Musim laporan keuangan kuartal III 2026 di Wall Street resmi dibuka Selasa (13/10) oleh JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Citigroup dan Wells Fargo. Kontrak berjangka indeks saham AS bergerak naik tipis pada Senin (12/10), sementara investor menanti rilis inflasi CPI dan PPI September pekan ini.
Menurut GoodReturns, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,30% ke 7.880,50, Dow Jones futures naik 0,34% ke 52.103 dan Nasdaq futures naik 0,21% ke 31.178,25 pada Senin pagi. Pekan lalu, indeks S&P 500, yang menjadi acuan SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY), ditutup di 7.811,54 pada Jumat (9/10), naik 1,04% secara mingguan.
Dua agenda besar akan menguji arah pasar dalam beberapa hari ke depan: rapor kuartalan bank-bank terbesar AS dan data inflasi yang menjadi bahan pertimbangan Federal Reserve sebelum rapat FOMC akhir Oktober.
Jadwal Laporan Q3 Bank Besar AS
Dilansir TradingKey, JPMorgan Chase (JPM), Goldman Sachs (GS), Citigroup dan Wells Fargo melaporkan kinerja pada Selasa (13/10). Bank of America, Morgan Stanley dan BlackRock menyusul pada Rabu (14/10), lalu Charles Schwab pada Kamis (15/10).
Melansir TokenPost, JPMorgan diperkirakan membukukan pertumbuhan laba dua digit secara tahunan, sedangkan laba Wells Fargo diproyeksikan tumbuh lebih dari 10%. Pendapatan Goldman Sachs diperkirakan naik 10% dengan laba naik sekitar 6% dibanding tahun lalu, dan Citigroup diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba yang tajam.
Untuk Morgan Stanley, TokenPost mencatat proyeksi kenaikan pendapatan sekitar 10%, sementara Bank of America diperkirakan tumbuh satu digit. Investor akan membandingkan realisasi laba per saham tiap bank dengan proyeksi tersebut.
"Trading should come down sharply from 2Q without giving back the improvement in the franchise." (Devin Ryan, analis Citizens, dikutip TokenPost)
Menurut Ryan, pendapatan trading diperkirakan turun tajam dari kuartal II, meski perbaikan bisnis inti bank dinilai tetap bertahan.
CPI September Dirilis Rabu, Konsensus Inflasi 3,7%
Menurut TradingKey, data Indeks Harga Konsumen (CPI) September dirilis Rabu (14/10) pukul 08.30 waktu AS, disusul Indeks Harga Produsen (PPI) dan penjualan ritel pada Kamis (15/10). Tabel berikut merangkum angka sebelumnya dan konsensus pasar yang dihimpun TradingKey.
Data | Jadwal rilis | Agustus (sebelumnya) | Konsensus September |
|---|---|---|---|
CPI headline (tahunan) | Rabu, 14 Oktober | 3,4% | sekitar 3,7% |
CPI inti (tahunan) | Rabu, 14 Oktober | 2,4% | sekitar 2,5% |
PPI final demand (tahunan) | Kamis, 15 Oktober | 5,4% | tidak tersedia |
Jika konsensus terpenuhi, inflasi tahunan AS akan naik dari 3,4% pada Agustus. Pada Agustus, CPI headline juga tercatat naik 0,4% secara bulanan, menurut TradingKey.
Data Pasar SPY, JPM dan GS
Data penutupan sesi reguler 9 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq.
Dampak Data CPI ke Saham Bank dan Wall Street
Menurut GoodReturns, pasar saham AS diperkirakan bergerak hati-hati karena investor menunggu data CPI dan PPI yang akan memberi gambaran langkah Federal Reserve berikutnya. Rachel Dashiell dari Schwab Center for Financial Research menyebut pandangannya untuk pekan ini "cautious" atau hati-hati, dengan salah satu pertimbangan utamanya adalah potensi penopang harga minyak.
Bagi saham perbankan, kombinasi rapor kuartalan dan data inflasi dalam satu pekan membuat pergerakan harga berpotensi lebih bergejolak. Kinerja trading, investment banking dan pertumbuhan laba menjadi sorotan utama dalam laporan bank-bank tersebut, sementara data inflasi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga.
Jadwal FOMC Berikutnya
Dilansir TradingKey, The Fed merilis Beige Book tentang kondisi ekonomi regional pada Rabu (14/10) pukul 14.00 waktu AS. Laporan itu menjadi bahan menjelang rapat FOMC pada 27-28 Oktober 2026, sehingga data CPI dan PPI pekan ini akan menjadi salah satu masukan terakhir sebelum keputusan suku bunga berikutnya.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












