Gotrade News - Hanya beberapa hari setelah aksi jual saham chip Asia mengguncang sektor semikonduktor, sinyal berbeda justru muncul dari sisi lain perdagangan AI: permintaan. Seruan bullish CEO Nvidia Jensen Huang atas kecerdasan buatan, ditambah kenaikan panduan dari pemasok Inficon dan Schneider Electric serta ramp produk yang lebih cepat dari perkiraan di Seagate, membangun kembali argumen bahwa belanja infrastruktur AI masih punya ruang untuk tumbuh.
Bagi investor saham chip AS, perubahan nada ini penting. Ini menempatkan volatilitas pekan ini sebagai perdebatan soal laju pembangunan, bukan akhirnya, dan mengembalikan sorotan ke nama seperti Nvidia dan Seagate.
Key Takeaways
Pandangan bullish Jensen Huang atas AI menghidupkan lagi pembicaraan bahwa Nvidia bisa merebut kembali valuasi $5 triliun, dari kapitalisasi pasar saat ini sekitar $4,6 triliun.
CFO Nvidia Colette Kress memproyeksikan belanja infrastruktur AI mencapai $3 triliun hingga $4 triliun per tahun pada akhir dekade ini.
Pemasok alat chip Inficon menaikkan panduan pendapatan 2026 ke kisaran $750 juta hingga $780 juta, dengan alasan pesanan rekor dari logic, memori, dan permintaan pusat data.
Drive berkapasitas tinggi HAMR milik Seagate melaju lebih cepat dari perkiraan berkat permintaan penyimpanan pusat data AI, dan Schneider Electric juga menaikkan proyeksinya untuk pasar pusat data.
Huang Kembali Memasang Target $5 Triliun
Melansir The Motley Fool, pandangan bullish CEO Nvidia Jensen Huang atas permintaan AI membuka kembali perdebatan apakah perusahaan bisa naik lagi ke valuasi $5 triliun. Kapitalisasi pasar Nvidia berada di sekitar $4,6 triliun, dengan saham di $190,01 dan turun 3,55% pada hari itu, setelah baru-baru ini menyerahkan gelar perusahaan paling berharga di dunia ke Apple. Berbicara di Seoul pada awal Juni, Huang mendorong investor untuk bertindak agresif saat pasar melemah pada saham chip. Di konferensi GTC Nvidia pada Maret, ia menyebut perusahaan akan meraup $1 triliun penjualan chip hingga 2027, dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya sebesar $500 miliar.
Bertindak agresif saat ada kelemahan pasar. (Jensen Huang, CEO Nvidia, soal saham chip)
Latar permintaan yang ia tunjuk sangat besar. Menurut laporan yang sama, Kress memproyeksikan belanja infrastruktur AI sebesar $3 triliun hingga $4 triliun per tahun pada akhir dekade, Alphabet menaikkan perkiraan belanja modal 2026 ke $200 miliar di titik tengah, dan kuartal terakhir Nvidia mencatat pendapatan naik 85% serta laba bersih naik 211% secara tahunan. Nvidia juga membeli kembali saham senilai $19 miliar pada kuartal lalu dan dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk menjamin sekitar $250 miliar pendanaan bagi pusat data OpenAI di Ohio, angka yang masih berupa laporan dan bukan kesepakatan yang sudah final.
Pemasok Chip Menaikkan Angka Mereka
Cerita permintaan itu terlihat dalam panduan pemasok. Produsen instrumentasi asal Swiss, Inficon, menaikkan proyeksi 2026, mengerek perkiraan pendapatan ke kisaran $750 juta hingga $780 juta dari $710 juta hingga $750 juta dan menaikkan target margin operasional ke kisaran 19% hingga 20%. Menurut Investing.com, perusahaan menyebut siklus semikonduktor yang berakselerasi dan pesanan yang kuat, dengan pesanan rekor selama kuartal ini dan rasio book-to-bill jauh di atas 1. Permintaan didorong oleh leading-edge logic, high-bandwidth memory, dan infrastruktur pusat data, kategori yang sama yang menjadi inti pembangunan AI. Penjualan kuartal kedua naik 18,3% ke $198,1 juta.
Gambaran di sisa rantai pasok serupa. Schneider Electric menaikkan panduannya sendiri atas pasar pusat data yang disebutnya booming, menurut Bloomberg, sementara di Seagate, analis menyoroti permintaan penyimpanan pusat data AI dan siklus produk Mozaic serta HAMR yang melaju lebih cepat dari perkiraan. Secara terpisah, bos keuangan OpenAI Sarah Friar mengatakan kepada staf bahwa pendapatan tahunan setara Juli perusahaan sudah melampaui laju kuartal kedua, seperti dilaporkan CNBC, tanda bahwa pelanggan yang mendanai belanja ini masih tumbuh cepat.
Sekitar $4,6 triliun kapitalisasi pasar; $5 triliun kembali terlihat dalam skenario bull
Belanja infrastruktur AI (CFO Nvidia)
$3 triliun hingga $4 triliun per tahun pada akhir dekade
Belanja modal Alphabet 2026
Dinaikkan ke $200 miliar di titik tengah
Panduan pendapatan Inficon 2026
Dinaikkan ke $750 juta hingga $780 juta
Apa Artinya bagi Saham Chip AS yang Bisa Diakses
Bagi pengguna Gotrade, cara paling jernih untuk mengikuti tema permintaan infrastruktur AI adalah melalui nama-nama yang tercatat di AS. Nvidia (NVDA) berada di pusatnya, baik sebagai pemasok akselerator AI dominan maupun sumber perdebatan $5 triliun dan laporan pendanaan OpenAI. Di sisi penyimpanan, Seagate (STX) merupakan taruhan yang lebih langsung atas permintaan penyimpanan pusat data AI melalui drive HAMR berkapasitas tinggi. Pemasok seperti Inficon dan Schneider Electric tidak tersedia sebagai saham fraksional di Gotrade, sehingga lebih berguna sebagai indikator permintaan ketimbang posisi langsung.
Poin yang lebih luas: pekan ini menghasilkan dua sinyal yang berlawanan hanya dalam hitungan hari, aksi jual yang dipicu laba pada saham memori Asia, dan rangkaian data permintaan baru yang menunjuk ke arah sebaliknya. Menahan keduanya dalam pandangan, permintaan jangka panjang yang tangguh berhadapan dengan pertanyaan nyata soal laju belanja, cenderung lebih berguna daripada menjadikan satu sesi sebagai penentu akhir arah perdagangan AI.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Kholida Qothrunnada adalah konten strategis dan editor lulusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun bekerja di media nasional sebagai penulis dan reporter di bidang ekonomi dan bisnis, termasuk menulis konten seputar fintech.