Nvidia Siap Investasi ~Rp80 T untuk Data Center AI di Batam

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Nvidia Siap Investasi ~Rp80 T untuk Data Center AI di Batam

Gotrade News - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Nvidia berencana menanamkan investasi sekitar US$4,5 miliar, atau kurang lebih Rp80 triliun, untuk pusat data (data center) AI di Batam, Kepulauan Riau. Menurut Bloomberg Technoz, Airlangga menyampaikan rencana tersebut di Antara Business Forum, Jakarta, pada Kamis (24/9/2026).

"Kemarin Nvidia sudah berbicara di Batam, di kawasan ekonomi khusus yang kita siapkan itu mereka rencana mau investasi US$4,5 miliar," ujar Airlangga, seperti dikutip Bloomberg Technoz. Dalam laporan yang sama, keunggulan Indonesia yang disorot untuk menarik investasi pusat data mencakup ketersediaan lahan, pasokan listrik, energi hijau, dan air.

Pada hari yang sama, Airlangga kembali menyinggung rencana itu di forum FEKDI x IFSE 2026 di JCC Senayan, Jakarta. Dilansir detikFinance, nilai US$4,5 miliar tersebut setara sekitar Rp80,64 triliun dengan asumsi kurs Rp17.922 per dolar AS. Dalam kedua laporan itu, Airlangga menyebutnya sebagai rencana dan belum memaparkan rincian skema maupun jadwal realisasinya.

Baca juga: Peluang Fed Naikkan Bunga Oktober Menguat, Yield Dekati 5,2%

Proyek AI Factory 360 MW Firmus, Nvidia, dan DayOne

detikFinance mengaitkan rencana tersebut dengan proyek Firmus Technologies yang menggandeng Nvidia dan DayOne asal Singapura untuk membangun pusat data AI pertama mereka di Indonesia. Menurut rilis resmi Firmus Technologies, kampus AI factory di Batam itu berkapasitas 360 MW dan akan menampung hingga 170.000 akselerator AI Nvidia yang dipasang sepanjang 2027-2028.

Rilis tersebut menyebut kampus ini memadukan platform Nvidia DSX dengan arsitektur HyperCube berpendingin cairan milik Firmus, dengan chip dari keluarga Grace Blackwell dan Vera Rubin. DayOne berperan sebagai mitra infrastruktur. Melansir detikFinance, pusat data ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027 dengan masa kemitraan delapan tahun.

Dari sisi komersial, Firmus memperkirakan kesepakatan offtake, atau komitmen pembelian kapasitas komputasi, senilai US$25 miliar hingga US$30 miliar dalam enam tahun pertama. Angka ini merupakan proyeksi Firmus sendiri, bukan hasil penilaian pihak independen.

Baca juga: Jadwal Laporan Keuangan Pekan Depan: Carnival, Micron, Accenture, Nike

Keterangan

Detail

Rencana investasi (per Airlangga)

US$4,5 miliar (sekitar Rp80,33 triliun hingga Rp80,64 triliun, tergantung kurs)

Mitra proyek

Firmus Technologies, Nvidia, DayOne

Kapasitas

360 MW

Chip

Hingga 170.000 akselerator AI Nvidia

Target operasi

Kuartal I 2027

Proyeksi offtake (per Firmus)

US$25 miliar hingga US$30 miliar dalam enam tahun pertama

"Kehadiran Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne di Batam menegaskan bahwa kawasan ini siap bertransformasi menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan berskala global." (Li Claudia Chandra, Wakil Kepala BP Batam, dikutip detikFinance)

Sentimen untuk Saham Nvidia (NVDA) dan Emiten Data Center AS

Proyek ini relevan bagi Nvidia (NVDA) karena kampus Batam dirancang memakai platform DSX dan akselerator AI milik perusahaan tersebut.

Meski begitu, rilis Firmus menyebut kemitraan ini memakai model ekonomi berbasis bagi hasil (revenue sharing) dan dukungan kredit (credit support). Artinya, investor masih perlu menunggu rincian lebih lanjut untuk menakar dampak proyek ini terhadap kinerja keuangan Nvidia.

Tema pembangunan pusat data AI juga kerap dikaitkan dengan operator data center yang tercatat di bursa AS, seperti Equinix (EQIX) dan Digital Realty (DLR). Keduanya tidak disebut terlibat dalam proyek Batam, sehingga kabar ini lebih tepat dibaca sebagai sentimen sektoral, bukan katalis langsung bagi kedua saham tersebut.

Saham bertema AI juga dapat mengalami volatilitas saham yang tinggi ketika ekspektasi pasar berubah, sehingga pengumuman investasi sebaiknya dibaca bersama realisasinya.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku