Gotrade News - Ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu kekhawatiran atas stabilitas ekonomi global. OJK meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan yang dapat memengaruhi sektor keuangan nasional. Potensi tekanan muncul melalui tiga kanal utama.
OJK mencatat jalur pasar keuangan sebagai salah satu kanal utama yang diwaspadai. Selain itu, kenaikan harga energi dan eksposur perdagangan serta investasi turut menjadi perhatian serius. OJK mengimbau lembaga keuangan untuk melakukan asesmen lanjutan secara forward looking.
OJK menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko dan menjaga likuiditas serta permodalan. Mereka juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan global. Stabilitas sistem keuangan nasional menjadi prioritas di tengah ketidakpastian meningkat.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa tensi geopolitik di kawasan Teluk menambah risiko terhadap stabilitas global. Implikasi lain adalah peningkatan volatilitas pasar keuangan global. Konsekuensi ini menambah tekanan pada kebijakan moneter bank sentral dunia.
OECD sebelumnya memproyeksikan prospek ekonomi global akan menguat. Namun, eskalasi konflik Timur Tengah memaksa koreksi proyeksi tersebut. Ruang kebijakan moneter makin sempit seiring tekanan harga energi dan ketidakpastian global.
Perkembangan ekonomi AS dan China juga turut mempengaruhi ekspektasi pasar. AS menghadapi inflasi tinggi dan pengangguran, sementara China melampaui ekspektasi tetapi menurunkan target pertumbuhan sebagai respons atas tantangan struktural.
Dari dalam negeri, inflasi inti menurun Maret 2026. Kekuatan konsumsi tetap terjaga, terlihat dari pertumbuhan penjualan ritel yang diprediksi mencapai 6,89% secara year on year. Penjualan kendaraan bermotor tetap solid di tengah tantangan global.
Indikator positif lain adalah PMI manufaktur yang masih ekspansif. Cadangan devisa dan neraca perdagangan yang surplus menambah ketahanan eksternal Indonesia. Hal ini memberi sedikit ketenangan di tengah ketidakpastian pasar global.
OJK melanjutkan pengawasan pasar dan berkoordinasi erat untuk respons kebijakan yang tepat. Stabilitas sistem keuangan nasional diharapkan tetap terjaga meski tekanan eksternal mengintensif.
Referensi:
- Liputan6, Waspada Efek Domino Konflik Iran, OJK Soroti 3 Kanal Risiko Global. Diakses 6 April 2026
- Berita Satu, OJK Ungkap Perang Iran Berdampak ke Sektor Keuangan dari 3 Jalur Utama. Diakses 6 April 2026
- Sindonews, Harta Kekayaan Taipan ASEAN Lenyap Rp1.000 Triliun Imbas Perang Iran. Diakses 6 April 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












