Gotrade News - OpenAI baru saja mengamankan kesepakatan infrastruktur terbesar di India bersama Tata Group. Langkah agresif ini dilakukan bersamaan dengan putaran pendanaan jumbo yang bisa mendongkrak valuasi perusahaan secara signifikan.
Key Takeaways:
-
OpenAI bermitra dengan Tata Group untuk data center 100MW dengan target ekspansi hingga 1GW.
-
Putaran pendanaan baru diprediksi membawa valuasi perusahaan melampaui angka US$850 miliar.
-
Ekspansi fisik ini menempatkan OpenAI dalam persaingan langsung melawan infrastruktur cloud Microsoft dan Google.
Menurut laporan The Tech Buzz, OpenAI mengamankan kapasitas data center 100 megawatt dengan target jangka panjang 1 gigawatt. Ekspansi fisik ini menandakan transisi strategi dari sekadar eksperimen menjadi penerapan skala penuh di pasar Asia.
Techinasia melaporkan pada Kamis (19/02) bahwa OpenAI sedang menyelesaikan putaran pendanaan yang nilainya bisa menembus US$100 miliar. Investor strategis seperti Amazon, SoftBank, dan Nvidia dikabarkan terlibat aktif dalam fase awal investasi ini.
Valuasi perusahaan pasca pendanaan diprediksi melampaui US$850 miliar meski valuasi awal bertahan di angka US$730 miliar. Angka fantastis ini mempertegas posisi OpenAI sebagai pemimpin pasar yang semakin sulit dikejar oleh kompetitor global.
OpenAI juga berencana membuka kantor fisik di Mumbai dan Bengaluru sebelum akhir tahun ini. Kehadiran fisik ini bertujuan memenangkan pasar korporasi India yang sedang gencar mengadopsi teknologi kecerdasan buatan.
Langkah ini menempatkan OpenAI dalam persaingan infrastruktur langsung dengan raksasa teknologi yang sudah lebih dulu mapan. Microsoft dan Google diketahui telah menghabiskan miliaran dolar membangun infrastruktur cloud di wilayah tersebut.
Kemitraan baru dengan Tata mengindikasikan keinginan OpenAI untuk memiliki kendali lebih besar atas nasib infrastrukturnya sendiri. Mereka tampak mulai mengurangi ketergantungan penuh terhadap infrastruktur Azure milik Microsoft di kawasan strategis seperti India.
Regulasi data di India yang ketat menuntut penyimpanan lokal untuk sektor sensitif seperti perbankan dan kesehatan. Memiliki kapasitas data center terdedikasi membantu OpenAI mematuhi aturan kedaulatan data tersebut dengan lebih efisien.
Tata Group juga mendapatkan keuntungan strategis dengan menjadi pemain kunci dalam pembangunan ekosistem AI India. Kolaborasi ini berpotensi meningkatkan pendapatan konsultasi dan integrasi teknologi bagi anak usahanya di sektor jasa IT.
Target 1 gigawatt setara dengan kapasitas pembangkit listrik kecil dan menunjukkan ambisi jangka panjang yang serius. Skala ini diperlukan untuk melatih model masa depan dan melayani jutaan permintaan API korporasi secara simultan.
Bagi kamu investor saham teknologi, manuver ini menunjukkan bahwa belanja modal infrastruktur AI masih akan terus meningkat. Persaingan antara pemain utama kini bergeser dari sekadar pengembangan model bahasa ke penguasaan aset fisik.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
The Tech Buzz, OpenAI locks 100MW Tata data center deal, targets 1GW in India. Diakses pada 19 Feb 2026
-
Techinasia, OpenAI funding round could exceed $100b: sources. Diakses pada 19 Feb 2026
-
Featured Image: Shutterstock











