Gotrade News - Hubungan strategis antara OpenAI dan Nvidia kini menghadapi tantangan baru terkait kepuasan performa perangkat keras. OpenAI dikabarkan mulai mencari alternatif chip selain buatan Nvidia sejak tahun lalu untuk kebutuhan spesifiknya.
Kamu perlu memperhatikan kabar ini karena menandakan pergeseran fokus kompetisi AI menuju efisiensi operasional. Langkah tersebut berpotensi mengubah peta kekuatan antara dua pemain terbesar dalam industri kecerdasan buatan.
Key Takeaways:
-
OpenAI membutuhkan chip dengan memori khusus untuk mempercepat proses inferensi AI dan menekan biaya.
-
Perubahan strategi produk ini menyebabkan negosiasi investasi Nvidia senilai 100 miliar dolar AS berjalan alot.
-
Nvidia merespons dengan mengamankan teknologi dari Groq untuk mempertahankan dominasinya di pasar chip inferensi.
Masalah Kecepatan Inferensi
Ketidakpuasan OpenAI berpusat pada performa chip terbaru Nvidia dalam menjalankan proses inferensi atau respons model. Menurut delapan sumber Reuters, OpenAI merasa kecepatan perangkat keras saat ini belum optimal untuk tugas tertentu.
Masalah ini sangat terasa pada produk pembuatan kode komputer bernama Codex yang dipasarkan secara agresif. Salah satu sumber menyebut staf internal mengaitkan kelemahan produk tersebut dengan keterbatasan perangkat keras berbasis GPU.
OpenAI membutuhkan perangkat keras baru yang mampu menangani sekitar 10 persen kebutuhan komputasi inferensinya kelak. Chief Executive OpenAI Sam Altman menegaskan bahwa pelanggan premium sangat memprioritaskan kecepatan untuk pekerjaan pengodingan.
Pencarian alternatif ini memaksa OpenAI berdiskusi dengan perusahaan rintisan seperti Cerebras dan Groq. Namun, Nvidia bergerak cepat dengan menyepakati lisensi teknologi senilai 20 miliar dolar AS dengan Groq.
Langkah defensif Nvidia ini dinilai eksekutif industri sebagai upaya memperkuat portofolio di tengah perubahan pasar cepat. Nvidia menyatakan dalam keterangan resminya bahwa kekayaan intelektual Groq sangat melengkapi peta jalan produk mereka.
Situasi ini turut memberi keuntungan bagi kompetitor lain yang memiliki desain chip mandiri lebih efisien. Model AI milik Anthropic dan Google mendapat manfaat dari penggunaan chip TPU yang dirancang khusus internal.
Status Negosiasi Investasi
Ketegangan teknis ini terjadi bersamaan dengan pembicaraan investasi besar antara kedua raksasa teknologi tersebut. Pada September lalu, Nvidia menyatakan niat menanamkan modal hingga 100 miliar dolar AS ke OpenAI.
Kesepakatan yang seharusnya rampung dalam beberapa minggu itu kini tertunda selama berbulan-bulan akibat perubahan strategi. Di tengah penundaan tersebut, OpenAI juga dilaporkan sempat menjalin kesepakatan dengan AMD untuk mendiversifikasi pasokan chip-nya.
Meski demikian, CEO Nvidia Jensen Huang menepis isu keretakan hubungan dan menyebutnya sebagai omong kosong. Juru bicara OpenAI juga menyatakan perusahaan masih mengandalkan Nvidia untuk sebagian besar armada inferensinya.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Reuters, OpenAI is unsatisfied with some Nvidia chips and looking for alternatives, sources say. Diakses pada 3 Februari 2026
-
Sri Lanka Guardian, OpenAI Eyes Nvidia Alternatives as AI Chip Tensions Surface. Diakses pada 3 Februari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











