Jakarta, Gotrade News - Oracle bersiap merilis laporan keuangan kuartalannya pada hari Rabu setelah penutupan pasar saham. Wall Street mengawasi hasil ini dengan ketat untuk mendeteksi tanda-tanda kelemahan dalam tren investasi kecerdasan buatan (AI).
Keytakeaways:
Pendapatan Oracle diproyeksikan tumbuh 15% menjadi $16,21 miliar dengan fokus pada segmen cloud.
Pasar mengantisipasi fluktuasi harga saham hingga 10% pasca pengumuman laporan keuangan.
Kekhawatiran meningkat terkait lonjakan belanja modal dan utang perusahaan untuk infrastruktur AI.
Perusahaan teknologi ini diproyeksikan mencetak pendapatan sebesar $16,21 miliar atau naik 15% dari tahun sebelumnya. Menurut konsensus analis Bloomberg yang dikutip Yahoo Finance, laba per saham diperkirakan akan mencapai angka $1,64.
Pedagang di pasar saham mengantisipasi adanya pergerakan harga yang signifikan setelah pengumuman kinerja ini. Berdasarkan data harga opsi yang dilansir Investopedia, saham Oracle berpotensi mengalami ayunan harga hingga 10% ke arah mana pun.
Namun, investor mulai cemas mengenai strategi perusahaan yang menambah utang demi mendanai proyek pusat data. Yahoo Finance melaporkan bahwa belanja modal Oracle melonjak drastis menjadi $8,5 miliar pada kuartal pertama tahun ini.
Sentimen Analis Terhadap Prospek AI
Tingkat utang Oracle kini dinilai lebih berisiko dibandingkan raksasa teknologi lain seperti Meta dan Amazon. Analis Jefferies, Brent Thill, menyebutkan dalam catatannya bahwa Oracle telah menjadi pusat kekhawatiran terkait utang di sektor AI.
Meskipun ada risiko finansial, mayoritas analis masih mempertahankan pandangan positif terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang saham ini. Data Visible Alpha di Investopedia menunjukkan bahwa delapan dari 12 analis memberikan peringkat "beli" untuk saham Oracle.