Harga energi yang tinggi jadi salah satu sumber tekanan inflasi yang sulit reda. Lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik bisa membuat data CPI tetap berada di level tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
Data tenaga kerja pekan lalu menunjukkan tambahan 172.000 pekerjaan, jauh di atas perkiraan 85.000. Angka kuat ini menekan peluang pemangkasan suku bunga tahun ini.
Tidak ada rapat FOMC pekan ini, dan Fed Rate tetap bertahan di kisaran 3,50% sampai 3,75%. Fed sudah menahan suku bunga di tiga pertemuan pertama tahun 2026.
Pasar kini bahkan memberi peluang sekitar 50% untuk kenaikan Fed Rate sampai akhir 2026. Skenario pelonggaran yang sempat diharapkan praktis sudah hilang dari meja.
Karena itu, reaksi pasar terhadap rilis CPI Rabu berpotensi besar ke dua arah. Kamu bisa cek jadwal lengkapnya di Kalender Ekonomi Gotrade.
Saham yang Perlu Diperhatikan
Musim earnings teknologi kembali memanas pekan ini. Dua nama besar melaporkan kinerja di tengah tekanan berat di sektor chip.
- Oracle (ORCL) melaporkan kinerja Q4 setelah penutupan Rabu, 10 Juni, dengan konsensus EPS $1,96 atau naik 15,3% YoY.
- Adobe (ADBE) melaporkan kinerja Q2 pada Kamis, 11 Juni, ditopang program buyback $25 miliar.
- Broadcom (AVGO) sudah melapor pekan lalu dan justru memicu aksi jual sektor chip.
Fokus utama di Oracle ada pada pertumbuhan bisnis cloud dan permintaan infrastruktur AI. Pendapatan kuartalan diperkirakan mencapai $19,1 miliar.
Hasil Oracle akan jadi ujian awal selera pasar terhadap belanja AI. Jika panduan ke depan kuat, sentimen teknologi bisa membaik di tengah tekanan chip.
Pasar akan mencari sinyal soal backlog kontrak cloud dan belanja modal pusat data. Komentar manajemen soal permintaan AI bisa menggerakkan sentimen teknologi lebih luas.
Adobe akan diuji soal monetisasi fitur AI di tengah persaingan yang makin ketat. Buyback senilai $25 miliar berpotensi membantu menopang harga sahamnya.
Di luar earnings, saham semikonduktor lain tetap jadi pusat perhatian. Tekanan datang dari krisis chip memori dan proyeksi permintaan smartphone yang melemah.
- Nvidia (NVDA) turun sekitar 6% saat aksi jual, walau sempat naik usai merilis prosesor PC baru.
- Micron (MU) tertekan oleh krisis pasokan chip memori yang makin dalam.
- Marvell (MRVL) ikut melemah mengikuti sentimen negatif sektor chip.
Pergerakan saham-saham ini akan jadi barometer selera risiko pasar pekan ini. Jika tekanan di sektor chip berlanjut, indeks teknologi berisiko melanjutkan koreksi.
Pergeseran pangsa pasar chip AI custom juga jadi cerita penting di balik aksi jual. Broadcom dikabarkan kehilangan sebagian order chip dari Alphabet (GOOGL) ke pesaing asal Taiwan.
Sentimen Pasar
Sentimen pasar masuk pekan ini dengan nada hati-hati. Indeks S&P 500 mencatat hari terburuknya sejak Oktober dengan koreksi 2,64% ke level 7.383.
Indeks Nasdaq bahkan turun sekitar 4%, penurunan harian terbesar sejak April 2025. Pemicunya adalah aksi jual tajam di saham chip.
Pemicu utamanya adalah guidance AI Broadcom yang lebih lemah dari harapan. Perusahaan memandu penjualan chip AI ke $16 miliar, di bawah estimasi $17,2 miliar.
Broadcom juga tidak menaikkan proyeksi penjualan chip AI setahun penuh, sehingga memicu reaksi jual. Kekhawatiran soal persaingan di chip AI custom turut menambah tekanan.
Tekanan diperberat oleh peringatan IDC soal pasar smartphone global. Volume diperkirakan turun 13% pada 2026, level terendah dalam satu dekade.
Faktor lain datang dari harga minyak dan imbal hasil obligasi yang ikut naik. Ketegangan AS dan Iran memunculkan kekhawatiran inflasi yang makin lengket.
Indeks harga komoditas bahkan tercatat naik 40,5% secara tahunan. Kondisi ini membuat rilis CPI Rabu jadi makin krusial buat arah pasar.
Pasar juga mencermati situasi geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi pasokan minyak. Selat Hormuz yang berpotensi kembali dibuka bisa sedikit meredakan tekanan harga energi.
Meski begitu, tidak semua narasi bernada negatif untuk jangka panjang. Sejumlah analis tetap melihat ruang penguatan dengan target S&P 500 di kisaran 8.100 pada akhir tahun.
Namun valuasi pasar yang sudah tinggi membuat ruang kesalahan jadi tipis. Itulah alasan data inflasi pekan ini bisa memicu volatilitas tajam.
Buat kamu yang aktif di pasar, pekan ini lebih soal manajemen risiko ketimbang mengejar momentum. CPI yang panas bisa memperkuat kekhawatiran kenaikan suku bunga, sementara angka yang dingin berpotensi memicu rebound.
Dengan banyak katalis dalam satu pekan, volatilitas berpotensi tetap tinggi. Diversifikasi dan ukuran posisi yang terkontrol jadi kunci menghadapi ketidakpastian ini.
Sources
CNBC, Nasdaq falls 4% and suffers worst day since April 2025 as traders flee chip stocks, 2026
CNBC, Broadcom's outlook sparked a selloff for chip stocks. Here's why, 2026
MarketScreener, Weekly Earnings Calendar: Oracle and Adobe Take Center Stage, 2026
BLS, Schedule of Releases for the Consumer Price Index, 2026