Outlook Pekan Ini: Pemilu Sela AS, Earnings Apple, dan NFP

Gotrade News - Pekan ini Wall Street menghadapi pemilu sela AS pada Selasa dan laporan tenaga kerja Oktober pada Jumat. Di antara keduanya, 138 perusahaan S&P 500 dijadwalkan merilis earnings, menurut CNBC.
Key Takeaways
- Pemilu sela AS digelar Selasa, 3 November, di tengah aksi jual saham teknologi.
- Apple, Palantir, AMD, dan Airbnb termasuk perusahaan besar yang merilis earnings pekan ini.
- Data NFP Oktober rilis Jumat, setelah The Fed menahan Fed Rate di 3,75% sampai 4%.
Semua agenda ini datang tepat setelah pekan yang berat bagi saham teknologi. Artinya, pasar akan sangat sensitif terhadap setiap data dan laporan keuangan yang keluar.
Agenda Ekonomi Pekan Ini
Kalender data AS pekan ini padat, dengan fokus utama di pasar tenaga kerja. Berikut agenda pentingnya dalam WIB:
- Senin, 2 November, 22.00 WIB: ISM Manufacturing Oktober, gambaran awal kondisi sektor manufaktur AS.
- Selasa, 3 November: pemilu sela AS, ditambah data JOLTS (lowongan kerja) September pukul 22.00 WIB.
- Rabu, 4 November: ADP Employment Oktober pukul 20.15 WIB, lalu ISM Services pukul 22.00 WIB.
- Kamis, 5 November, 20.30 WIB: Initial Jobless Claims serta data awal produktivitas dan biaya tenaga kerja Q3.
- Jumat, 6 November, 20.30 WIB: Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran Oktober.
Menurut CNBC, konsensus FactSet memperkirakan NFP Oktober bertambah 55.000 pekerjaan, dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,2%. Angka ini lebih tinggi dari September yang hanya menambah 29.000 pekerjaan.
Data tenaga kerja jadi penting karena arah The Fed sedang condong ke pengetatan. Pada rapat 28 Oktober, The Fed menahan Fed Rate di kisaran 3,75% sampai 4% lewat voting 10-2.
Dua anggota yang berbeda pendapat, Lisa Cook dan Beth Hammack, justru meminta kenaikan 0,25 poin persentase. The Fed juga menegaskan inflasi masih tinggi.
Karena itu, NFP yang jauh di atas perkiraan bisa memperkuat ruang kenaikan suku bunga di rapat 9 Desember. Sebaliknya, data yang lemah bisa meredakan tekanan tersebut.
Untuk pemilu sela, CNBC mencatat polling awal dan pasar prediksi memberi peluang bagi Partai Demokrat untuk menguasai kedua kamar Kongres. Investor sejauh ini memperkirakan dampak langsungnya ke pasar terbatas.
Meski begitu, beberapa area kebijakan bisa ikut bergeser jika komposisi Kongres berubah:
- Anggaran pertahanan yang berpotensi dipangkas.
- Tekanan harga yang lebih besar bagi produsen obat.
- Regulasi baru untuk data center.
Cek jadwal lengkap rilis data pekan ini di Kalender Ekonomi Gotrade.
Jadwal Earnings Pekan Ini
Menurut FactSet per 30 Oktober, 60% perusahaan S&P 500 sudah melaporkan hasil Q3 2026. Pertumbuhan earnings gabungan indeks tercatat 30,2% secara tahunan, dan 82% perusahaan melaporkan EPS di atas perkiraan.
Angka 30,2% itu naik dari estimasi 29,1% pada 30 September. Selain EPS, FactSet juga mencatat 70% perusahaan melaporkan pendapatan di atas perkiraan.
Namun menurut CNBC, besaran rata-rata beat EPS kuartal ini baru 1,4%, jauh di bawah rata-rata lima tahun sebesar 7,5% berdasarkan data FactSet. Artinya, perusahaan memang melampaui perkiraan, tapi dengan margin yang lebih tipis dari biasanya.
Untuk kuartal keempat, FactSet mencatat 28 perusahaan S&P 500 merilis panduan EPS positif dan 19 merilis panduan negatif. Forward P/E indeks berada di 18,7, di bawah rata-rata lima tahun 19,8.
Berikut jadwal rilis earnings beberapa perusahaan besar pekan ini, beserta perkiraan konsensus EPS menurut Nasdaq:
- Apple (AAPL), Senin 2 November, setelah penutupan pasar: konsensus EPS US$1,98. Pasar akan membaca margin kotor dan dampak jadwal peluncuran iPhone terbaru.
- Palantir (PLTR), Senin 2 November, setelah penutupan pasar: konsensus EPS US$0,33. Pasar akan membaca pertumbuhan pendapatan dari klien pemerintah dan komersial AS.
- Airbnb (ABNB), Kamis 5 November, setelah penutupan pasar: konsensus EPS US$2,89. Pasar akan membaca tren pemesanan perjalanan dan proyeksi kuartal keempat.
Laporan lain yang dijadwalkan pekan ini:
- AMD (AMD), Selasa 3 November, setelah penutupan pasar: fokus pada permintaan chip AI untuk data center.
- Uber (UBER), Rabu 4 November, sebelum pembukaan pasar: fokus pada gross bookings dan jumlah perjalanan.
- McDonald's (MCD), Rabu 4 November, sebelum pembukaan pasar: fokus pada penjualan same-store dan daya beli konsumen AS.
- Qualcomm (QCOM), Rabu 4 November, setelah penutupan pasar: fokus pada permintaan chip smartphone dan bisnis di luar handset.
Perlu dicatat, rilis setelah penutupan pasar AS jatuh di pagi hari berikutnya dalam WIB. Jadi reaksi harga atas laporan Apple dan Palantir baru terlihat saat sesi Selasa malam WIB.
Sentimen Pasar
Pasar masuk pekan ini dengan suasana hati-hati. Menurut CNBC, S&P 500 mencatat pekan negatif setelah hasil Amazon (AMZN) dan Intel (INTC) mengecewakan investor.
Saham Alphabet (GOOGL) bahkan anjlok 12% pada Kamis, penurunan harian terdalam dalam sejarahnya, menurut CNBC. Tekanan ini membuat saham teknologi besar jadi pusat perhatian pekan ini.
Sorotan utama investor adalah belanja AI yang sangat besar. CNBC mencatat Amazon menjadi hyperscaler ketiga, setelah Alphabet dan Meta (META), yang melaporkan free cash flow negatif.
Pertanyaan pasar kini bergeser dari seberapa besar investasi AI menjadi kapan investasi itu menghasilkan Profit. Laporan perusahaan chip pekan ini akan ikut menjawab sebagian pertanyaan tersebut.
Di sisi lain, sebagian besar dari 11 sektor S&P 500 justru naik pekan lalu, dipimpin health care dan consumer staples. Ini menunjukkan dana berpindah ke sektor defensif, bukan keluar dari pasar sepenuhnya.
Secara historis, CNBC mencatat November menjadi bulan terkuat bagi Nasdaq di tahun pemilu sela, dengan rata-rata kenaikan 3,5%. Namun pola historis tidak menjamin hasil yang sama, apalagi risiko kenaikan Fed Rate masih terbuka.
Ada tiga hal yang kemungkinan menentukan arah pasar pekan ini:
- Hasil pemilu sela dan respons sektor yang terkait kebijakan, seperti pertahanan dan farmasi.
- Komentar perusahaan soal belanja dan permintaan AI di laporan earnings.
- Angka NFP Jumat dan dampaknya ke ekspektasi Fed Rate untuk Desember.
Kombinasi pemilu, earnings, dan NFP membuat Volatility berpotensi naik sepanjang pekan. Pantau jadwal rilis dan pahami risikonya sebelum mengambil keputusan.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sources
CNBC, Midterms, Apple earnings, jobs report. Wall Street faces a big week ahead just as investors dump tech, 2026
FactSet, Earnings Insight, October 30, 2026, 2026
Federal Reserve, Federal Reserve issues FOMC statement, October 28, 2026, 2026
Nasdaq, Earnings Calendar, 2026
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.











