Binance Catat Arus Keluar $3,64 Miliar Usai Peretasan

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Binance Catat Arus Keluar $3,64 Miliar Usai Peretasan

Ringkasan

  • Binance mencatat arus keluar bersih $3,64 miliar, setara 2,1% dari total aset $171 miliar, setelah membuka kembali penarikan pada Minggu (1/11/2026).
  • Arus keluar terjadi usai peretasan senilai $6,3 miliar, dan menurut Binance sekitar 95% aset yang terdampak sudah ditutup.
  • Saham terkait kripto ikut tertekan, dengan Coinbase (COIN) ditutup turun 10,6% dan Strategy (MSTR) turun 7,8% pada perdagangan Jumat (30/10/2026).

Gotrade News - Binance mencatat arus keluar bersih sebesar $3,64 miliar setelah membuka kembali layanan penarikan secara bertahap pada Minggu (1/11/2026), usai peretasan senilai $6,3 miliar yang dimulai pada Kamis (29/10/2026) malam. Menurut pernyataan Binance, seperti dilaporkan CNBC, angka tersebut setara 2,1% dari total aset Binance sebesar $171 miliar berdasarkan data proof-of-reserves per 28 Oktober 2026.

Dilansir Reuters, analis menilai insiden ini bisa menjadi perampokan keuangan terbesar yang pernah terjadi, dengan sebagian besar pencurian berlangsung dalam sekitar 20 menit. Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengaitkan serangan itu dengan TraderTraitor, unit peretas yang disponsori negara Korea Utara, sementara Presiden AS Donald Trump menyebut keterlibatan Korea Utara masih belum pasti.

Rincian Arus Keluar $3,64 Miliar dari Binance

Menurut unggahan Binance di X yang dikutip CNBC, bursa tersebut memproses penarikan senilai $4,65 miliar dan menerima setoran $1,01 miliar antara pukul 06.00 hingga 15.30 UTC pada Minggu. Binance menyebut volume penarikan sempat melonjak di awal, lalu menurun dan mulai stabil, sementara volume setoran tetap besar.

Baca juga: Gotrade Daily: Demokrat Unggul, AMD dan Qualcomm Malam Ini
Data penarikan Binance, 1 November 2026 (sumber: Binance, via CNBC)
IndikatorNilai
Penarikan (06.00 hingga 15.30 UTC)$4,65 miliar
Setoran (periode yang sama)$1,01 miliar
Arus keluar bersih$3,64 miliar
Porsi dari total aset2,1% dari $171 miliar
Aset terdampak yang sudah ditutup BinanceSekitar 95%

Pendiri Binance, Changpeng Zhao, menulis di X bahwa "98% memilih bertahan" dan menyebut sebagian besar arus keluar bersih terjadi pada beberapa jam pertama setelah penarikan dibuka, seperti dilaporkan CNBC.

Data pihak ketiga menunjukkan angka yang lebih besar. Melansir Reuters, DefiLlama mencatat arus keluar sebesar $5,81 miliar, naik dari $4,36 miliar sebelumnya. Binance menilai angka itu tidak akurat karena tidak menghitung aliran dana ke hot wallet baru milik Binance.

Cakupan Dana Pengganti Binance Naik ke 95%

Menurut Binance, seperti dilaporkan CNBC, perusahaan telah menutup sekitar 95% nilai aset yang terdampak, naik dari 90% pada pembaruan sebelumnya. Sisa 5% berupa token yang kurang likuid sehingga butuh waktu lebih lama untuk dikumpulkan dalam jumlah yang dibutuhkan. Binance juga menyatakan akan menanggung sendiri dampak finansial dari dana yang dicuri, alih-alih membebankan kerugian kepada pengguna.

Baca juga: AMD Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $13,4 Miliar

Dilansir Reuters, Binance menyisihkan sekitar $6,34 miliar untuk menutup kerugian dan memakai 50% dari Secure Asset Fund for Users (SAFU) senilai $1 miliar, dengan komitmen mengisi kembali dana tersebut ke sekitar $1 miliar. Sekitar $3 miliar aset curian juga sudah dibekukan per Jumat (30/10/2026). Menurut Proactive, pembekuan itu mencakup lebih dari $1,5 miliar USDT oleh Tether, lebih dari $800 juta USDC oleh Circle, dan sekitar $200 juta yang ditahan dengan bantuan Ripple.

Penarikan dibuka bertahap, dimulai dari 15 token termasuk bitcoin, ether, USDC, USDT dan dogecoin. "Kami mengambil pendekatan bertahap dengan memprioritaskan token berdasarkan data permintaan pengguna sepekan terakhir," ujar juru bicara Binance kepada Reuters. Co-CEO Binance Richard Teng menyebut insiden ini sebagai serangan kompleks yang melibatkan laptop yang disusupi dan perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk menghapus jejak.

Binance sempat menghentikan sementara setoran dan penarikan setelah peretasan terungkap, dan menyatakan tidak menemukan bukti bahwa kunci privat dompetnya ikut bocor, menurut Proactive. Sebagai gambaran skala, TRM Labs yang dikutip Reuters mencatat peretas mencuri $2,9 miliar dari hampir 150 insiden sepanjang tahun lalu.

Saham Coinbase, Robinhood dan Strategy Sempat Turun hingga 13%

Peretasan ini ikut menekan saham terkait kripto di bursa AS. Menurut Proactive, pada sesi perdagangan Jumat (30/10/2026) saham Coinbase (COIN) sempat turun hingga 13%, sementara Robinhood (HOOD) dan Strategy (MSTR), perusahaan publik pemegang bitcoin terbesar, sempat melemah sekitar 8%. Pada penutupan, COIN turun 10,6%, HOOD 7,2% dan MSTR 7,8%, berdasarkan data harga penutupan Yahoo Finance yang dicek silang dengan Nasdaq.com. Proactive juga mencatat bitcoin turun lebih dari 4% ke bawah $78.000, sementara ether menyentuh level terendah dua bulan di kisaran $2.180.

Binance menyatakan pengujian penarikan untuk aset dan jaringan lain masih berlangsung, seperti dilaporkan CNBC. Menurut Proactive, Binance juga berencana menerbitkan pembaruan proof of reserves.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku