Gotrade News - Pasar global bangkit dengan hati-hati pada Selasa setelah muncul laporan bahwa Iran mungkin mengirim delegasi ke perundingan damai yang dimediasi AS di Islamabad. Sinyal diplomatik ini memberikan kelegaan setelah berminggu-minggu eskalasi ketegangan yang melumpuhkan lalu lintas Selat Hormuz.
Poin Penting:
- Iran mempertimbangkan kehadiran di putaran kedua negosiasi damai di Pakistan setelah sebelumnya menolak
- Pasar Asia menguat dengan MSCI Asia-Pasifik naik 0,9% dan Kospi Korea Selatan cetak rekor baru di +2,1%
- Minyak Brent bertahan di atas $95 per barel karena gangguan pengiriman di Selat Hormuz masih berlanjut
Sinyal Diplomatik Gerakkan Pasar
Iran awalnya menyatakan tidak akan hadir di putaran kedua negosiasi AS setelah Washington menyita kapal kargo Iran. Namun pejabat senior Iran kemudian mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya mungkin tetap mengirim delegasi ke perundingan yang dijadwalkan di Islamabad.
Gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara memburuk tajam setelah penyitaan kapal tersebut. Iran menutup kembali Selat Hormuz pada akhir pekan, memicu ancaman balasan dari Teheran dan kekhawatiran pasokan energi yang meningkat.
Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,9%, sementara Kospi Korea Selatan melonjak 2,1% ke rekor tertinggi baru. Nikkei 225 Jepang menguat 1,2%, meski futures S&P 500 hanya naik tipis 0,1% karena ketidakpastian masih tinggi.
Minyak dan Aset Aman Cerminkan Kehati-hatian
Minyak Brent turun 0,4% ke $95,09 per barel, namun tetap dekat level tertinggi multi-bulan akibat gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz. Emas naik tipis 0,1% ke $4.824,83 karena investor mempertahankan posisi defensif.
Indeks dolar AS bertahan stabil di 98,08, sementara yield Treasury 10 tahun naik 0,8 basis poin ke 4,256%. Bitcoin melemah 0,3% ke $76.072,61, menunjukkan minimnya permintaan safe haven dari pasar kripto.
Wakil Presiden JD Vance tetap berada di Washington pada Senin meski sebelumnya beredar laporan tentang kunjungan ke Pakistan. Kevin Warsh, nominasi Presiden Trump untuk memimpin Federal Reserve, menghadapi sidang konfirmasi Senat pada Selasa di mana independensinya dari Gedung Putih akan diuji.
Nasdaq Composite memutus rekor 13 hari kenaikan beruntun terpanjang dalam lebih dari 30 tahun, turun 0,3% di sesi Senin. Bagi investor global, situasi Iran tetap menjadi faktor risiko jangka pendek yang dominan, dengan gangguan pasokan minyak berpotensi menggagalkan reli ekuitas yang lebih luas jika perundingan gagal.












