Pasar Saham AS Menahan Napas Jelang Rilis Data Inflasi

Pasar Saham AS Menahan Napas Jelang Rilis Data Inflasi

Share this article

Gotrade News - Pasar berjangka Dow Jones bergerak stabil pada Jumat (13/02) pagi seiring penantian investor terhadap laporan inflasi CPI Januari. Data ini akan menjadi penentu utama apakah The Fed perlu mempertahankan kebijakan suku bunga ketat atau mulai melunak.

Momentum ini muncul setelah sesi perdagangan sebelumnya mengalami aksi jual tajam yang didorong oleh ketakutan disrupsi AI. Sektor-sektor seperti perangkat lunak, real estat, dan jasa keuangan menjadi yang paling terdampak oleh sentimen negatif tersebut.

Key Takeaways:

  • Laporan inflasi CPI Januari menjadi indikator penentu arah kebijakan The Fed selanjutnya di tengah ketidakpastian pasar.

  • Kekhawatiran gangguan AI memicu rotasi dari saham teknologi ke sektor defensif seperti kebutuhan pokok dan utilitas.

  • Kinerja positif Rivian dan Applied Materials memberikan sinyal optimisme di tengah volatilitas pasar saham.

Pemulihan ini terjadi setelah aksi jual tajam yang membuat Dow Jones Industrial Average anjlok 669 poin pada sesi sebelumnya. Tekanan tersebut dipicu oleh kekhawatiran gangguan kecerdasan buatan pada model bisnis tradisional di sektor perangkat lunak dan keuangan.

Kepala Strategi Pasar Freedom Capital Markets, Jay Woods, menyebut AI kini menjadi faktor penahan laju saham-saham tersebut. Sebelumnya, teknologi ini justru menjadi pendorong utama kenaikan valuasi pasar ke level yang sangat tinggi.

Analis Keefe, Bruyette & Woods, Jade Rahmani, menilai investor mulai meninggalkan model bisnis padat karya dan biaya tinggi. Bisnis tersebut dianggap rentan tergerus oleh efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi kecerdasan buatan saat ini.

Faktor Penentu Pergerakan Berikutnya

Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan laporan Januari akan menunjukkan kenaikan bulanan sebesar 0,3 persen untuk inflasi umum. Goldman Sachs memprediksi angka utama yang lebih ringan di level 2,4 persen yang bisa meredakan kecemasan pasar.

Ahli strategi investasi Baird, Ross Mayfield, menilai data CPI kali ini sedikit berkurang urgensinya pasca laporan tenaga kerja. The Fed kini memiliki ruang lebih luas untuk menunda keputusan besar dalam beberapa bulan ke depan.

Investor terlihat mencari keamanan di sektor defensif seperti kebutuhan pokok selama turbulensi pasar berlangsung kemarin. Saham Coca-Cola dan Walmart tercatat mengalami kenaikan di saat sektor teknologi justru tertekan cukup dalam.

Dampak ke Pasar Saham AS

Pergerakan Apple dan Cisco yang terkoreksi mengingatkan pada pola penyesuaian portofolio teknologi yang terjadi di awal 2022. Namun, stabilitas pasar berjangka pagi ini menunjukkan bahwa trader lebih memilih menunggu data pasti daripada panik berlebihan.

Sentimen positif juga datang dari laporan pendapatan perusahaan yang melampaui ekspektasi pasar di tengah ketidakpastian makro. Saham Rivian melonjak 14 persen setelah pasar merespons positif kinerja operasional perusahaan kendaraan listrik tersebut.

Imbal hasil Treasury 10-tahun turun di bawah 4,11 persen yang menandakan optimisme hati-hati terkait kondisi inflasi ke depan. Penurunan imbal hasil ini sering kali mendukung valuasi pasar yang lebih tinggi jika didukung oleh tren pendapatan.

Alat FedWatch dari CME Group menunjukkan kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga telah meningkat mendekati 40 persen. Meski demikian, pasar masih memberikan peluang bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga setidaknya sekali tahun ini.

Pasar kini berada dalam fase menunggu konfirmasi arah tren inflasi sebelum mengambil posisi investasi yang lebih agresif. Volatilitas mungkin akan mereda jika data CPI menunjukkan angka yang bersahabat bagi kebijakan moneter The Fed.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade