Pekan Laba Big Tech Uji Daya Belanja Wall Street di Bidang AI

Setya MahardikaSetya Mahardika
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Pekan Laba Big Tech Uji Daya Belanja Wall Street di Bidang AI

Gotrade News - Wall Street bersiap menghadapi salah satu pekan laba paling menentukan tahun ini, saat empat raksasa teknologi Big Tech melaporkan kinerja kuartalan dalam dua hari berturut-turut. Microsoft dan Meta menyampaikan laporan setelah penutupan bursa Rabu (29/07) waktu AS, disusul Amazon dan Apple setelah penutupan Kamis (30/07). Fokus pasar bergeser tajam: bukan lagi seberapa besar belanja modal untuk kecerdasan buatan (AI), melainkan bukti bahwa belanja itu menghasilkan imbal hasil.

Pergeseran sikap itu paling terlihat pada reaksi terhadap Alphabet pekan lalu. Menurut Fortune, saham Alphabet anjlok lebih dari 7% dan mencatat hari terburuknya dalam lebih dari setahun setelah perusahaan menaikkan panduan belanja modal 2026 menjadi hingga 205 miliar dolar AS dan arus kas bebasnya berbalik negatif untuk pertama kali sejak IPO 2004. Kelompok Magnificent Seven ikut melemah 4,8% pada sesi yang sama, sementara pendapatan Google Cloud tumbuh 82% secara tahunan.

Key Takeaways

  • Microsoft dan Meta melapor Rabu (29/07), Amazon dan Apple Kamis (30/07), seluruhnya setelah penutupan bursa.
  • Pasar bergeser dari memberi imbalan atas belanja AI menjadi menuntut bukti imbal hasil, seperti terlihat pada koreksi tajam Alphabet.
  • Belanja modal gabungan empat raksasa AI diperkirakan menyentuh 724 miliar dolar AS pada 2026 dan sekitar 950 miliar dolar AS pada 2027.

Belanja Modal AI Jadi Titik Ujian

Menurut Fortune, belanja modal gabungan Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 724 miliar dolar AS, dan diproyeksikan melonjak ke sekitar 950 miliar dolar AS pada 2027. Angka ini menjelaskan mengapa investor kini lebih waspada. Analis Jason Lemire dari Bold Wealth Partners menyebut, "People are really focused on capex, obsessed with it. It used to be the more the better, but now it is the less the better."

Baca juga: Aksi Jual Saham Chip Global Guncang Pasar Asia

Kekhawatiran itu memukul valuasi sepanjang tahun berjalan. Melansir Fortune, saham Microsoft (MSFT) turun 21% year-to-date dan Meta (META) melemah 9,8%, sementara Apple (AAPL) justru menguat 23%. Willy Lee dari Neostellar Capital menambahkan, "We're going to see scrutiny on all parts of their businesses as they keep spending."

EmitenJadwal RilisEPS KonsensusPendapatan Konsensus
Microsoft (MSFT)Rabu (29/07)$4,24$87,7 miliar
Meta (META)Rabu (29/07)$7,23$60,26 miliar
Amazon (AMZN)Kamis (30/07)$1,82$196,7 miliar
Apple (AAPL)Kamis (30/07)$1,88$110,0 miliar

Ekspektasi Azure dan Belanja Modal Microsoft

Microsoft menjadi sorotan pertama pada Rabu (29/07). Menurut FX Leaders, konsensus memperkirakan laba per saham 4,24 dolar AS atau tumbuh sekitar 15% secara tahunan, dengan pendapatan 87,7 miliar dolar AS. Panduan pertumbuhan Azure berada di kisaran 39-40% pada basis mata uang konstan, sementara belanja modal dipatok melampaui 190 miliar dolar AS untuk tahun fiskal 2026. Bagi Microsoft, momentum Azure menjadi tolok ukur utama apakah belanja AI benar-benar berbuah pendapatan cloud bermargin tinggi.

Panduan Belanja Modal Meta

Meta menyusul pada sesi yang sama. Melansir FX Leaders, laba per saham diperkirakan 7,23 dolar AS dengan pendapatan 60,26 miliar dolar AS, tumbuh sekitar 27% secara tahunan dan berada dalam rentang panduan 58-61 miliar dolar AS. Untuk tahun 2026, Meta memandu belanja modal pada kisaran 125-145 miliar dolar AS, angka yang akan diuji ketat oleh investor yang menuntut disiplin belanja.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba PayPal & Saham Memori Bangkit

Fokus AWS Amazon dan Rekor Layanan Apple

Amazon dan Apple menutup pekan laba pada Kamis (30/07). Menurut FX Leaders, Amazon (AMZN) diperkirakan membukukan laba per saham 1,82 dolar AS, naik dari 1,68 dolar AS setahun lalu, dengan pendapatan 196,7 miliar dolar AS; pertumbuhan AWS dan laju belanja modal di atas 200 miliar dolar AS menjadi sorotan. Apple diperkirakan mencetak laba per saham 1,88 dolar AS dan pendapatan 110,0 miliar dolar AS, ditopang rekor pendapatan Layanan 31-32 miliar dolar AS serta momentum iPhone 17.

Latar Pertumbuhan Laba S&P 500 yang Kuat

Meski sentimen belanja AI menekan, latar kinerja korporasi tetap solid. Menurut Forbes, pertumbuhan laba campuran S&P 500 pada kuartal kedua berjalan di 37,9% secara tahunan, jauh di atas ekspektasi 23,3% pada awal kuartal, dengan 86% emiten S&P 500 melampaui estimasi berdasarkan data FactSet. Forbes menambahkan, perkiraan pertumbuhan laba setahun penuh 2026 berada di 27,3% dan melandai ke 15,3% pada 2027. Yang dituntut Wall Street kini adalah bukti bahwa belanja modal AI diterjemahkan menjadi imbal hasil bermargin tinggi.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade