Gotrade News - Tingkat Pengangguran Terbuka Indonesia turun menjadi 4,68% pada Februari 2026. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran kini 7,24 juta orang dari total angkatan kerja 154,91 juta.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan jumlah orang bekerja naik 1,896 juta menjadi 147,76 juta. Penambahan kerja melampaui pertumbuhan angkatan kerja yang naik 1,862 juta dibandingkan Februari 2025.
Key Takeaways:
- Tingkat pengangguran turun ke 4,68% atau 7,24 juta orang pada Februari 2026.
- Penambahan lapangan kerja 1,896 juta lampaui pertumbuhan angkatan kerja 1,862 juta.
- Pertanian, perdagangan, dan manufaktur menyerap 60,29% tenaga kerja nasional.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih jadi penyerap tenaga kerja terbesar. BPS mencatat sektor ini menampung 42,49 juta pekerja atau setara 28,78% dari total tenaga kerja.
Pengangguran turun di kawasan urban maupun rural sepanjang setahun terakhir. Tingkat pengangguran perkotaan turun dari 5,73% menjadi 5,60%, sementara perdesaan turun dari 3,33% menjadi 3,20%.
Pekerja formal naik dari 59,19 juta menjadi 59,93 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Pekerja informal juga naik dari 86,58 juta menjadi 87,74 juta orang dalam periode yang sama.
Pekerja penuh waktu di atas 35 jam per minggu menyumbang 66,77% dari total tenaga kerja. Angka ini naik tipis dari 66,19% pada Februari 2025, menandakan kualitas penyerapan kerja membaik.
BPS mencatat tantangan pengangguran masih tinggi di kalangan lulusan SMA. Lulusan SMA menyumbang 28% dari total pengangguran nasional pada Februari 2026.
Tingkat setengah penganggur tercatat 7,27% atau sekitar tujuh dari setiap 100 pekerja. Angka ini turun 0,74 poin persentase dibandingkan Februari 2025 menurut data BPS.
Bagi investor, data ini menunjukkan momentum perbaikan permintaan domestik dan daya beli masyarakat. Investor global bisa memantau eksposur ke pasar Indonesia lewat iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO).
Selasa (5/5), data ketenagakerjaan ini sejalan dengan rilis pertumbuhan ekonomi 5,61% pada Kuartal I 2026. BPS menilai penyerapan kerja yang melampaui pertumbuhan angkatan menjadi indikator positif bagi ekonomi domestik.
Sumber:












