Jakarta, Gotrade News - Departemen Kehakiman AS memulai penyelidikan kriminal yang menargetkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Langkah ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap independensi bank sentral Amerika Serikat.
Key Takeaways
-
Investigasi terhadap Jerome Powell mengancam independensi kebijakan moneter AS.
-
Pasar bereaksi negatif dengan penurunan tipis pada saham dan nilai tukar dolar.
-
Ketidakpastian hukum berisiko menghambat rencana pemangkasan suku bunga tahun ini.
Baca Juga: NVIDIA dan Eli Lilly Bangun Lab AI Senilai $1 Miliar
Mantan Ketua Fed Janet Yellen menyebut situasi ini sangat mengerikan bagi sistem keuangan. Ia menilai investigasi tersebut dapat merusak kredibilitas kebijakan moneter global.
Dampak Terhadap Pasar dan Biaya Pinjaman
Berdasarkan laporan Yahoo Finance, pasar saham dan nilai tukar dolar mengalami penurunan tipis. Investor mulai khawatir terhadap ketidakpastian arah kebijakan ekonomi di masa depan.
Wilmer Stith dari Wilmington Trust memperingatkan potensi kenaikan imbal hasil obligasi. Hal ini dapat meningkatkan suku bunga KPR dan membebani daya beli masyarakat.
Pihak Gedung Putih menyatakan Presiden Trump tidak menginstruksikan langsung penyelidikan tersebut. Namun, mereka secara terbuka mengkritik kinerja Powell yang dianggap sangat buruk.
Gejolak Politik dan Arah Kebijakan Moneter
Senator Republik Thom Tillis mengancam akan memblokir semua calon pejabat baru bank sentral. Ia meminta penyelidikan terhadap Powell segera diselesaikan demi stabilitas pasar.
Analis Krishna Guha menilai tekanan hukum ini justru akan mempersatukan internal Federal Reserve. Para anggota komite kemungkinan besar akan memberikan dukungan moral penuh bagi Powell.
Powell mengungkapkan bahwa penggunaan subpoena merupakan alat untuk menekan kebijakan suku bunga. Ia berkomitmen menjaga independensi dalam pengambilan setiap keputusan moneter yang krusial.
Baca Juga: Exxon Incar Venezuela: Mengapa Raksasa Ini Masih Ragu?
Gangguan pada independensi bank sentral berisiko memicu lonjakan inflasi jangka panjang. Kondisi ini diperkirakan akan menghambat rencana pemangkasan suku bunga pada tahun ini.
Referensi:
-
Yahoo Finance, Former officials say DOJ probe threatens Fed independence, has 'no place in the United States'. Diakses pada 13 Januari 2026
-
AP News, DOJ investigation of Fed Chair Powell sparks backlash, support for Fed independence. Diakses pada 13 Januari 2026
-
Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.











