Perang Iran Guncang Penerbangan Global, Air India Tertekan

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Perang Iran Guncang Penerbangan Global, Air India Tertekan

Share this article

Gotrade News - Perang Iran mengguncang penerbangan global, memaksa rotasi rute dan menekan kinerja Air India sepanjang Maret-Mei. Penutupan ruang udara dan lonjakan harga avtur membuka peluang bagi maskapai Eropa dan AS.

Dampaknya meluas ke logistik laut karena banyak kapal China terjebak di Teluk Persia. Selat Hormuz kini menjadi titik tekan baru dalam diplomasi Washington terhadap Beijing.

Key Takeaways

  • Pangsa maskapai asing pada rute internasional asal India naik ke 58,4% pada Maret-Mei dari 51,2% setahun sebelumnya.
  • Penerbangan internasional Air India turun 17,5% YoY, sedangkan rute ke AS anjlok 77,4% akibat penutupan ruang udara.
  • Krisis Selat Hormuz memberi Washington leverage karena banyak kapal China terjebak, menaikkan urgensi pertemuan Trump-Xi.

Rotasi Rute Penerbangan Global

Menurut Investing.com, pangsa maskapai asing pada rute internasional India melonjak ke 58,4% pada Maret-Mei. Setahun lalu angka tersebut masih 51,2% sebelum konflik mengubah peta penerbangan kawasan.

Air India menjadi korban utama dengan penurunan penerbangan internasional 17,5% YoY. Rute strategis menuju Amerika Serikat bahkan anjlok 77,4% akibat penutupan ruang udara Iran dan Pakistan.

Swiss International Air Lines menambah 247 penerbangan ke India atau naik 39% sepanjang periode tersebut. Rute Delhi-Zurich melonjak 76%, memperlihatkan agresifnya ekspansi maskapai Eropa di pasar India.

Lufthansa dan Cathay Pacific ikut memperkuat kapasitas di koridor India-Eropa dan India-Asia. Mereka memanfaatkan kelemahan Air India yang terjepit ongkos bahan bakar dan rerouting jarak jauh.

Dilansir Investing.com, Air India diproyeksikan merugi lebih dari $2,12 miliar pada tahun fiskal 2025-26. Angka ini menandai pukulan terbesar sejak program transformasi maskapai dimulai.

Analis penerbangan Linus Benjamin Bauer dari BAA and Partners menyebut situasi ini sangat berat bagi Air India. "The war has attacked every leg of Air India's transformation plan," katanya kepada Reuters.

CEO Air India Campbell Wilson mengakui penerbangan internasional kini tidak menguntungkan. Ia menyoroti "massive rise" dalam harga avtur ditambah penutupan ruang udara yang memaksa rute memutar lebih panjang.

Peluang Maskapai AS dan Defensif

Rute India-AS yang ditinggalkan Air India membuka ruang bagi American Airlines (AAL). Maskapai legacy AS berpotensi memperluas kemitraan codeshare di koridor transpasifik yang permintaannya melonjak.

Hal serupa berlaku bagi United Airlines (UAL) yang sudah memiliki layanan langsung Newark-Delhi. Kapasitas tambahan menjadi opsi rasional karena kompetitor utama dari India menarik diri sementara.

Permintaan pesawat berbadan lebar memberi katalis bagi Boeing (BA). Maskapai Eropa dan AS membutuhkan jet 777 dan 787 tambahan untuk menutup celah rute yang ditinggalkan Air India.

Melansir Investing.com, CEO Boeing dan CEO Nvidia ikut dalam delegasi Donald Trump ke Beijing pekan ini. Kehadiran mereka menegaskan agenda dagang bersamaan dengan negosiasi krisis Iran.

Paket penjualan senjata senilai $14 miliar untuk Taiwan kini menanti persetujuan Trump. Persetujuan tersebut akan menambah momentum bagi sektor pertahanan AS di tengah ketegangan geopolitik kawasan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menekankan kepentingan China dalam meredakan konflik Iran. "It was in China's interest to help resolve the crisis as many of its ships are stuck in the Gulf," ujar Rubio.

Selat Hormuz menjelma menjadi leverage strategis Washington dalam tawar-menawar dengan Beijing. Investor sebaiknya mencermati maskapai legacy AS, produsen pesawat, dan emiten energi sebagai penerima manfaat utama rotasi rute global ini.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade