Bitcoin $50K vs $100K, Strategy Borong 0,5% Suplai BTC

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Bitcoin $50K vs $100K, Strategy Borong 0,5% Suplai BTC

Share this article

Gotrade News - Arah harga Bitcoin membelah pelaku pasar menjadi dua kubu setelah aset kripto ini sempat menyentuh $81.000 pada Selasa, merebut kembali level psikologis $80.000 untuk pertama kalinya sejak Januari. Kubu bullish membidik zona $85.000 hingga $92.000, sementara kubu bearish memperingatkan bahwa pasar saham yang terlalu mahal bisa menarik Bitcoin mendekati $50.000 di akhir tahun. Memanaskan perdebatan, Strategy (MSTR) baru saja menyerap sekitar 0,5% dari total suplai Bitcoin hanya dalam 90 hari.

Poin Penting

  • Bitcoin diperdagangkan di sekitar $81.341, naik sekitar 3,5% pada sesi tersebut, dengan kinerja year-to-date masih turun sekitar 8% dan rentang 52 pekan $60.256 hingga $126.080.
  • Strategy membeli 103.690 Bitcoin senilai lebih dari $7,5 miliar selama sekitar 90 hari, sehingga total kepemilikannya melampaui 818.000 koin atau sekitar 3,9% dari batas maksimum 21 juta.
  • Analis terbelah antara target breakout jangka pendek ke $85.000 hingga $92.000 dan skenario bearish ke $50.000 jika pasar saham mengalami koreksi dari valuasi tinggi.

Bitcoin Rebut $80.000, Target $92.000 Dalam Jangkauan

Menurut Watcher Guru, Avinash Shekhar, Co-Founder dan CEO Pi42, mengatakan Bitcoin "diperdagangkan di atas level $80.000, menguji resistance psikologis utama setelah baru saja merebutnya kembali untuk pertama kali dalam tiga bulan." Ia menambahkan bahwa "bertahan di atas level $80.000 sangat penting untuk mengonfirmasi breakout."

Mengutip laporan yang sama, penutupan kuat di atas zona ini bisa membuka jalan menuju kisaran $85.000 hingga $92.000, dan beberapa sesi ke depan dianggap krusial untuk kejelasan arah. Rekor tertinggi Bitcoin di $126.080 tercatat pada Oktober 2025, dan pemulihan terbaru terjadi setelah konsolidasi panjang di rentang $65.000 hingga $75.000.

Skenario Bullish Menuju $100.000

Dilansir The Motley Fool, katalis positif mencakup kemajuan Clarity Act yang memberikan perlindungan terkait "stablecoin rewards" serta prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve di bawah ketua baru Kevin Warsh. Momentum pasar saham yang masih kuat dan selera risiko investor secara historis menjadi pendorong aset digital, dengan Bitcoin yang sudah pulih 17% dalam sebulan terakhir meski kinerja tahun berjalan masih turun sekitar 8%.

Bagi investor di AS, ETF Bitcoin spot menjadi cara paling sederhana untuk menyatakan tesis bullish ini. Instrumen seperti Strategy (MSTR) dan Coinbase (COIN) juga sering dijadikan proksi dengan eksposur lebih agresif terhadap pergerakan harga BTC dan volume transaksi kripto. Aliran masuk ETF yang konsisten dapat memperketat float yang tersedia di pasar dan memperbesar setiap gerakan breakout.

Selain itu, kombinasi suku bunga yang lebih rendah dan kerangka regulasi kripto yang lebih jelas dapat menarik kembali alokator institusional yang sempat menahan diri sepanjang konsolidasi $65.000 hingga $75.000. Ekosistem stablecoin juga menjadi titik perhatian sebagai indikator likuiditas baru yang bisa memutar kembali ke aset kripto utama.

Skenario Bearish Menuju $50.000

Menurut The Motley Fool, argumen bearish bertumpu pada valuasi saham dan korelasi historis. Indeks S&P 500 berada di dekat rekor tertinggi, dan saat indeks turun 19% pada 2022, Bitcoin merosot hampir 65%. Penulis artikel berargumen Bitcoin lebih mungkin jatuh ke arah $50.000 di akhir tahun jika pasar saham terkoreksi, mengingat beta risk-on yang sama mendorong kenaikan kripto pada 2024 hingga 2025.

Risiko geopolitik memperkuat skenario penurunan ini. Mengutip The Motley Fool, konflik Iran masih menjadi pendorong volatilitas, sementara Watcher Guru menyoroti bahwa ketegangan AS-Iran sudah menyuntikkan volatilitas berkala ke posisi kripto jangka pendek. Kegagalan menguji ulang support $80.000 juga akan mengancam struktur pemulihan multi-pekan yang membawa BTC keluar dari rentang konsolidasi $65.000 hingga $75.000.

Strategy Borong 0,5% Suplai Bitcoin

Menurut The Motley Fool, Strategy membeli 103.690 Bitcoin senilai lebih dari $7,5 miliar dalam waktu sekitar 90 hari pada Februari hingga April 2026, setara dengan sekitar 0,5% dari batas maksimum 21 juta koin. Total kepemilikan perusahaan kini melampaui 818.000 Bitcoin, atau sekitar 3,9% dari semua koin yang akan pernah ada.

Pembelian ini dibiayai lewat kelas saham preferen baru bernama Stretch (STRC) dengan dividen tahunan 11,5%, yang membiayai sekitar 77.000 koin pada empat bulan pertama 2026 tanpa mendilusi pemegang saham biasa. Sebagai pembanding, penerbitan Bitcoin pasca-halving sekitar 450 koin per hari atau 164.000 koin per tahun, sehingga laju pembelian Strategy menyaingi total produksi tambang global.

Risiko Konsentrasi Dan Dampak Ke Penambang

Mengutip The Motley Fool, lonjakan pembelian ini telah "mengonsentrasikan kendali yang mengkhawatirkan pada neraca satu perusahaan," suatu ketegangan struktural dengan asal-usul desentralisasi Bitcoin. Stretch juga membawa kewajiban dividen sekitar $1,2 miliar per tahun dengan cadangan kas hanya sekitar 30 bulan, sehingga menciptakan potensi tekanan jual paksa saat terjadi koreksi dalam. Saham MSTR sendiri diperdagangkan di sekitar $185,90, naik 1,14% pada sesi tersebut.

Penambang Bitcoin menjadi proksi alami atas pemulihan harga yang berkelanjutan. Sektor pertambangan kripto secara historis memberikan eksposur leverage terhadap pergerakan BTC lewat ekonomi hashrate, sehingga cenderung mengungguli harga spot saat Bitcoin menembus level teknikal kunci. Kombinasi pembelian agresif Strategy dan potensi aliran masuk ETF dapat menggeser titik impas penambang dan memperbaiki margin operasional di sisa 2026.

Yang Perlu Kamu Pantau

Pasar fokus pada apakah Bitcoin bisa bertahan di atas $80.000 cukup lama untuk mengonfirmasi breakout menuju $92.000, atau valuasi saham justru berbalik dan ikut menarik harga kripto. Kamu juga perlu memantau komunikasi Federal Reserve di bawah Kevin Warsh, perkembangan Clarity Act, aliran masuk ETF Bitcoin spot, dan setiap pengumuman dari Strategy soal penerbitan Stretch tambahan. Tembus bersih $92.000 akan membawa $100.000 kembali ke radar dan memperkuat tesis bullish struktural. Gagal mempertahankan $80.000 akan memiringkan diskusi ke skenario bearish $50.000 dan memaksa pelaku pasar memikirkan ulang positioning kripto yang berkorelasi dengan saham hingga akhir tahun.

Sumber

Watcher Guru, Bitcoin At $81,000: A Rise To $85,000 And $92,000 Well In Range.

The Motley Fool, Is Bitcoin More Likely To Hit $50,000 Or $100,000?.

The Motley Fool, Strategy Just Gobbled Up 0.5% Of The Bitcoin Supply.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade