Jakarta, Gotrade News - Presiden Donald Trump resmi menolak kritik CEO JPMorgan Chase & Co. Jamie Dimon terkait penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Federal Reserve. Ketegangan ini menandakan babak baru dalam rencana perombakan kepemimpinan bank sentral Amerika Serikat.
Key Takeaways
Trump berencana mengumumkan pengganti Jerome Powell dalam beberapa minggu ke depan.
Trump menyebut tindakan tersebut perlu karena menganggap kepemimpinan Jerome Powell saat ini tidak memadai. Ia menegaskan penyelidikan DOJ terhadap Powell adalah langkah yang tepat secara hukum.
Menurut laporan dari Bloomberg, Jamie Dimon sebelumnya menyatakan kekhawatiran atas intervensi politik terhadap Fed. Dimon menilai pelemahan independensi bank sentral justru akan memicu ekspektasi inflasi lebih tinggi.
Kenaikan suku bunga jangka panjang diprediksi menjadi konsekuensi jika pasar kehilangan kepercayaan pada Fed. Dimon menekankan stabilitas moneter bergantung pada kebebasan bank sentral dari tekanan eksekutif.
Dampak ke Sektor Perbankan dan Pasar
Trump tetap bersikeras mengganti Powell meskipun muncul penolakan dari internal Partai Republik. Senator Thom Tillis mengancam akan memblokir semua nominasi baru Fed hingga masalah ini tuntas.
Kebijakan lain yang memicu perdebatan adalah usulan pembatasan bunga kartu kredit maksimal 10 persen. Trump menargetkan perlindungan bagi konsumen yang saat ini terbebani bunga hingga 28 persen.
Para pelaku perbankan memperingatkan bahwa kebijakan ini dapat merusak program loyalitas atau hadiah. Selain itu, akses kredit bagi masyarakat kelas menengah bawah terancam semakin sulit didapat.
Faktor Penentu Pergerakan Berikutnya
Pasar kini menanti nama calon pengganti Jerome Powell yang akan diumumkan Trump segera. Keputusan ini akan menentukan arah kebijakan moneter AS dan stabilitas nilai tukar dolar.
Ketidakpastian politik di Washington berpotensi meningkatkan volatilitas pada pasar saham dan obligasi global. Investor perlu memantau apakah Kongres akan menyetujui intervensi terhadap suku bunga perbankan tersebut.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.