Pasar tenaga kerja AS yang masih kuat membuat The Fed tidak terburu-buru melonggarkan kebijakan. Selama lapangan kerja stabil, fokus utama mereka tetap di pengendalian inflasi.
Data Durable Goods Orders sendiri mengukur pesanan barang tahan lama seperti mesin dan kendaraan. Penurunan tajam bisa jadi sinyal melambatnya aktivitas manufaktur, walau angka bulan lalu memang sempat melonjak tinggi.
Angka GDP final kuartal pertama yang bertahan di 1,6% menunjukkan ekonomi belum melambat drastis. Ini memberi The Fed lebih banyak ruang untuk fokus menahan inflasi ketimbang mendukung pertumbuhan.
Pemicu utama tekanan inflasi kali ini adalah lonjakan harga energi akibat konflik Iran. Itu sebabnya pasar bakal sangat sensitif terhadap setiap kejutan dari rilis data Kamis nanti.
Cek jadwal lengkap rilis data ekonomi di Kalender Ekonomi Gotrade biar kamu nggak ketinggalan momen penting pekan ini.
Saham yang Perlu Diperhatikan
Musim earnings akhir kuartal menghadirkan sejumlah nama besar pekan ini. Hasil laporan mereka bisa menentukan sentimen di sektor masing-masing.
Tiga emiten yang paling jadi sorotan pekan ini:
- FedEx (FDX) melapor Selasa dan sering dipakai sebagai barometer kesehatan ekonomi global.
- Micron (MU) rilis Rabu, dengan ekspektasi pendapatan melonjak ratusan persen berkat booming chip memori AI.
- Trip.com (TCOM) juga melapor di hari yang sama untuk memberikan gambaran terbaru mengenai geliat sektor pariwisata global.
Micron jadi bintang utama pekan ini. Pendapatannya diperkirakan tembus sekitar 35 miliar dolar AS, lonjakan besar dibanding tahun lalu berkat permintaan memori untuk pusat data AI.
Hasil Micron juga jadi tes penting buat saham AI lain seperti Nvidia (NVDA). Kebetulan, Nvidia menggelar rapat pemegang saham tahunan di pekan yang sama, jadi sektor chip bakal ramai diperbincangkan.
FedEx menarik diperhatikan karena perannya sebagai indikator ekonomi. Laba per sahamnya diperkirakan sekitar 6,41 dolar AS dengan pendapatan naik 8% menjadi 24 miliar dolar AS.
Sementara itu, Trip.com (TCOM) diproyeksikan mencetak pertumbuhan pendapatan yang solid berkat kuatnya permintaan perjalanan internasional, khususnya di wilayah Asia-Pasifik. Hasil dari raksasa agen perjalanan online ini akan menguji apakah belanja konsumen untuk sektor rekreasi masih tangguh di tengah tekanan inflasi.
Gabungan laporan dari sektor teknologi, logistik, dan pariwisata global ini memberi gambaran ekonomi yang cukup lengkap. Dari satu pekan earnings, kamu bisa membaca arah permintaan di banyak lini sekaligus.
Selain ketiga nama itu, jaringan restoran Darden juga melapor Kamis. Hasilnya jadi petunjuk soal daya beli konsumen AS, apakah masih kuat atau mulai melemah.
Buat investor, kontras antara Micron dan Trip.com memperlihatkan dinamika pasar saat ini. Sektor teknologi berbasis AI melaju sangat kencang, sementara sektor konsumsi kini lebih bergantung pada belanja pengalaman (experience-based spending) seperti traveling, dibanding belanja barang ritel fisik.
Di luar musim earnings, Intel (INTC) sedang naik daun usai kabar kerja sama produksi chip dengan Apple (AAPL). Sahamnya sempat melonjak lebih dari 10% meski detail kesepakatan masih minim.
Sentimen Pasar
Sentimen pasar berubah cukup drastis setelah rapat The Fed pekan lalu. Ini merupakan pertemuan pertama di bawah Ketua baru, Kevin Warsh.
The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,50% sampai 3,75%, sesuai ekspektasi. Tapi kejutannya ada di proyeksi, dengan sembilan dari 18 pejabat kini melihat peluang kenaikan suku bunga di akhir tahun.
Proyeksi pemangkasan suku bunga 2026 pun dihapus dari dot plot. Akibatnya, indeks S&P 500 sempat terkoreksi ke kisaran 7.400-an sebelum mencoba pulih di sesi berikutnya.
Pemicu di balik perubahan sikap ini adalah inflasi yang lebih panas dari perkiraan selama empat bulan terakhir. Lonjakan harga minyak di atas 78 dolar AS akibat ketegangan Iran ikut memperburuk hitungan inflasi.
Situasi geopolitik di sekitar Selat Hormuz masih jadi faktor yang perlu kamu cermati. Selama harga energi belum stabil, tekanan inflasi sulit benar-benar mereda.
Pergeseran sikap The Fed ini biasanya menguntungkan saham bernilai dan sektor energi yang terdorong harga minyak tinggi. Sebaliknya, saham pertumbuhan dengan valuasi mahal cenderung lebih rentan saat ekspektasi suku bunga naik.
Kabar baiknya, pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja AS sebenarnya masih solid. Model GDPNow dari Atlanta Fed bahkan menunjukkan pertumbuhan kuartal kedua di sekitar 3%.
Buat kamu yang berinvestasi, pekan ini lebih soal bersikap sabar dan selektif. Pasar sedang menunggu konfirmasi data sebelum menentukan arah, jadi potensi volatility meningkat menjelang rilis PCE Kamis.
Strategi yang masuk akal pekan ini adalah fokus pada saham dengan fundamental kuat. Hindari mengejar lonjakan jangka pendek sebelum data inflasi benar-benar keluar.
Bagi kamu yang punya horizon jangka panjang, koreksi seperti ini justru bisa jadi peluang akumulasi bertahap. Kuncinya adalah disiplin dan tidak panik mengikuti pergerakan harian.
Sources
Charles Schwab, Markets Try to Recover Early After Fed Selloff, 2026
Kiplinger, What to Look Out for in Economic Data This Week (June 22-26), 2026
TheStreet, Stock Market Today: S&P 500, Nasdaq Plummet as Fed Meeting Points to Rate Hike, 2026
MarketScreener, Weekly Earnings Calendar: Micron Stands Alone, 2026