Outlook Saham AS: PCE, Micron & Fed Hawkish Pekan Ini

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Outlook Saham AS: PCE, Micron & Fed Hawkish Pekan Ini

Share this article

Gotrade News - Pekan ini jadi salah satu minggu paling menentukan buat pasar saham AS menjelang akhir kuartal kedua. Kombinasi data inflasi PCE Mei dan rentetan earnings besar bakal menguji arah pasar setelah The Fed mendadak berbalik hawkish pekan lalu.

  • Data PCE Mei hari Kamis jadi penentu utama setelah Fed berbalik hawkish.
  • Micron, FedEx, dan Trip.com rilis earnings yang jadi sorotan pekan ini.
  • Harga minyak tinggi akibat ketegangan Iran menambah tekanan inflasi pasar.

Agenda Ekonomi Pekan Ini

Awal pekan cenderung sepi tanpa rilis data ekonomi besar. Pasar kemungkinan bergerak tipis sambil mencerna efek keputusan The Fed minggu lalu.

Fokus utama baru benar-benar terasa pada Kamis, 25 Juni. Hari itu beberapa data penting dirilis bersamaan dan berpotensi menggerakkan pasar secara tajam.

Baca juga: Gotrade Daily: CoreWeave Masuk Nasdaq-100, Chip Disorot

Berikut agenda data utama yang perlu kamu pantau pekan ini:

  • Inflasi PCE Mei, ukuran inflasi favorit The Fed, diperkirakan naik 0,5% secara bulanan.
  • PCE inti diprediksi naik 0,3% bulanan atau sekitar 3,4% secara tahunan.
  • GDP final kuartal pertama diperkirakan bertahan di level 1,6%.
  • Durable Goods Orders Mei diprediksi turun 4,9% setelah lonjakan tajam bulan sebelumnya.

Dari semua data itu, angka PCE jadi yang paling krusial buat pasar. Inilah ukuran inflasi yang paling diperhatikan The Fed saat menentukan suku bunga.

Jika inflasi tahunan benar naik ke 4,1% seperti perkiraan ekonom Wells Fargo, peluang Fed Rate naik di akhir tahun makin terbuka. Skenario itu jelas kurang disukai pasar saham.

Baca juga: Gotrade Daily: Micron Cetak Rekor, The Fed Pilih Hawkish

Pasar tenaga kerja AS yang masih kuat membuat The Fed tidak terburu-buru melonggarkan kebijakan. Selama lapangan kerja stabil, fokus utama mereka tetap di pengendalian inflasi.

Data Durable Goods Orders sendiri mengukur pesanan barang tahan lama seperti mesin dan kendaraan. Penurunan tajam bisa jadi sinyal melambatnya aktivitas manufaktur, walau angka bulan lalu memang sempat melonjak tinggi.

Angka GDP final kuartal pertama yang bertahan di 1,6% menunjukkan ekonomi belum melambat drastis. Ini memberi The Fed lebih banyak ruang untuk fokus menahan inflasi ketimbang mendukung pertumbuhan.

Pemicu utama tekanan inflasi kali ini adalah lonjakan harga energi akibat konflik Iran. Itu sebabnya pasar bakal sangat sensitif terhadap setiap kejutan dari rilis data Kamis nanti.

Cek jadwal lengkap rilis data ekonomi di Kalender Ekonomi Gotrade biar kamu nggak ketinggalan momen penting pekan ini.

Saham yang Perlu Diperhatikan

Musim earnings akhir kuartal menghadirkan sejumlah nama besar pekan ini. Hasil laporan mereka bisa menentukan sentimen di sektor masing-masing.

Tiga emiten yang paling jadi sorotan pekan ini:

  • FedEx (FDX) melapor Selasa dan sering dipakai sebagai barometer kesehatan ekonomi global.
  • Micron (MU) rilis Rabu, dengan ekspektasi pendapatan melonjak ratusan persen berkat booming chip memori AI.
  • Trip.com (TCOM) juga melapor di hari yang sama untuk memberikan gambaran terbaru mengenai geliat sektor pariwisata global.

Micron jadi bintang utama pekan ini. Pendapatannya diperkirakan tembus sekitar 35 miliar dolar AS, lonjakan besar dibanding tahun lalu berkat permintaan memori untuk pusat data AI.

Hasil Micron juga jadi tes penting buat saham AI lain seperti Nvidia (NVDA). Kebetulan, Nvidia menggelar rapat pemegang saham tahunan di pekan yang sama, jadi sektor chip bakal ramai diperbincangkan.

FedEx menarik diperhatikan karena perannya sebagai indikator ekonomi. Laba per sahamnya diperkirakan sekitar 6,41 dolar AS dengan pendapatan naik 8% menjadi 24 miliar dolar AS.

Sementara itu, Trip.com (TCOM) diproyeksikan mencetak pertumbuhan pendapatan yang solid berkat kuatnya permintaan perjalanan internasional, khususnya di wilayah Asia-Pasifik. Hasil dari raksasa agen perjalanan online ini akan menguji apakah belanja konsumen untuk sektor rekreasi masih tangguh di tengah tekanan inflasi.

Gabungan laporan dari sektor teknologi, logistik, dan pariwisata global ini memberi gambaran ekonomi yang cukup lengkap. Dari satu pekan earnings, kamu bisa membaca arah permintaan di banyak lini sekaligus.

Selain ketiga nama itu, jaringan restoran Darden juga melapor Kamis. Hasilnya jadi petunjuk soal daya beli konsumen AS, apakah masih kuat atau mulai melemah.

Buat investor, kontras antara Micron dan Trip.com memperlihatkan dinamika pasar saat ini. Sektor teknologi berbasis AI melaju sangat kencang, sementara sektor konsumsi kini lebih bergantung pada belanja pengalaman (experience-based spending) seperti traveling, dibanding belanja barang ritel fisik.

Di luar musim earnings, Intel (INTC) sedang naik daun usai kabar kerja sama produksi chip dengan Apple (AAPL). Sahamnya sempat melonjak lebih dari 10% meski detail kesepakatan masih minim.

Sentimen Pasar

Sentimen pasar berubah cukup drastis setelah rapat The Fed pekan lalu. Ini merupakan pertemuan pertama di bawah Ketua baru, Kevin Warsh.

The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,50% sampai 3,75%, sesuai ekspektasi. Tapi kejutannya ada di proyeksi, dengan sembilan dari 18 pejabat kini melihat peluang kenaikan suku bunga di akhir tahun.

Proyeksi pemangkasan suku bunga 2026 pun dihapus dari dot plot. Akibatnya, indeks S&P 500 sempat terkoreksi ke kisaran 7.400-an sebelum mencoba pulih di sesi berikutnya.

Pemicu di balik perubahan sikap ini adalah inflasi yang lebih panas dari perkiraan selama empat bulan terakhir. Lonjakan harga minyak di atas 78 dolar AS akibat ketegangan Iran ikut memperburuk hitungan inflasi.

Situasi geopolitik di sekitar Selat Hormuz masih jadi faktor yang perlu kamu cermati. Selama harga energi belum stabil, tekanan inflasi sulit benar-benar mereda.

Pergeseran sikap The Fed ini biasanya menguntungkan saham bernilai dan sektor energi yang terdorong harga minyak tinggi. Sebaliknya, saham pertumbuhan dengan valuasi mahal cenderung lebih rentan saat ekspektasi suku bunga naik.

Kabar baiknya, pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja AS sebenarnya masih solid. Model GDPNow dari Atlanta Fed bahkan menunjukkan pertumbuhan kuartal kedua di sekitar 3%.

Buat kamu yang berinvestasi, pekan ini lebih soal bersikap sabar dan selektif. Pasar sedang menunggu konfirmasi data sebelum menentukan arah, jadi potensi volatility meningkat menjelang rilis PCE Kamis.

Strategi yang masuk akal pekan ini adalah fokus pada saham dengan fundamental kuat. Hindari mengejar lonjakan jangka pendek sebelum data inflasi benar-benar keluar.

Bagi kamu yang punya horizon jangka panjang, koreksi seperti ini justru bisa jadi peluang akumulasi bertahap. Kuncinya adalah disiplin dan tidak panik mengikuti pergerakan harian.


Sources

Charles Schwab, Markets Try to Recover Early After Fed Selloff, 2026

Kiplinger, What to Look Out for in Economic Data This Week (June 22-26), 2026

TheStreet, Stock Market Today: S&P 500, Nasdaq Plummet as Fed Meeting Points to Rate Hike, 2026

MarketScreener, Weekly Earnings Calendar: Micron Stands Alone, 2026

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade