Pfizer Samai Tawaran $10M Novo Rebut Metsera & Obat Obesitas

Share this article

Jakarta, Gotrade News - Pasar obat obesitas memanas. Pfizer (PFE) dilaporkan telah menyamai tawaran $10 miliar dari Novo Nordisk (NVO) untuk membeli perusahaan rintisan (start-up) bioteknologi Metsera.

Ini adalah eskalasi terbaru dalam perang penawaran untuk perusahaan bioteknologi AS yang sangat diminati itu, menurut laporan Financial Times yang dikutip oleh Seeking Alpha.

Mengapa Metsera Jadi Rebutan?

Persaingan ini bukan tanpa alasan. Metsera adalah perusahaan yang sedang mengembangkan obat GLP-1 generasi baru. GLP-1 adalah kelas perawatan yang menjadi inti dari obat-obatan penurun berat badan yang sangat populer.

Perebutan ini menyoroti betapa besarnya potensi pasar obat obesitas. Beberapa analis memperkirakan pasar ini bisa bernilai $100 miliar pada akhir dekade ini, seperti dilaporkan Seeking Alpha. Sumber lain dari Reuters bahkan memproyeksikan angka $150 miliar pada awal dekade berikutnya.

Para pemain besar tidak mau ketinggalan. Novo Nordisk, pembuat Ozempic, adalah salah satu pemain dominan bersama Eli Lilly (LLY). Sementara itu, Pfizer berusaha keras untuk menjadi pesaing kuat setelah beberapa kemunduran sebelumnya di pasar ini.

Drama Perebutan Pfizer vs Novo Nordisk

Awalnya, Pfizer tampaknya akan memenangkan Metsera dengan kesepakatan senilai $7.3 miliar. Namun, Novo Nordisk melancarkan tawaran tak terduga (unsolicited bid) yang mengancam kesepakatan itu, menurut Reuters.

Pertarungan ini memuncak pada hari Rabu. Pfizer berusaha membawa masalah ini ke jalur hukum. Mereka meminta hakim Delaware untuk sementara memblokir Metsera menerima tawaran $10 miliar dari Novo.

Namun, upaya Pfizer gagal. Reuters melaporkan bahwa hakim menolak permintaan Pfizer.

Tidak menyerah, Pfizer bergerak cepat. Tepat sebelum tenggat waktu berakhir pada hari Rabu, Pfizer mengajukan tawaran baru yang menyamai proposal Novo Nordisk senilai $86.20 per saham, atau total $10 miliar.

Menurut Seeking Alpha, tawaran Pfizer sebagian besar akan dibayar tunai di muka. Sisanya akan dibayarkan ketika Metsera mencapai tonggak pencapaian klinis tertentu.

Bayang-Bayang Regulator

Meskipun perang penawaran terus berlanjut, ada tantangan lain yang membayangi, khususnya bagi Novo Nordisk. Regulator perdagangan utama AS, Federal Trade Commission (FTC), telah menyatakan keprihatinannya.

FTC memperingatkan bahwa struktur tawaran Novo mungkin melanggar undang-undang antimonopoli AS jika tidak diajukan untuk tinjauan pra-merger. Undang-undang antimonopoli (antitrust) dirancang untuk mencegah satu perusahaan memiliki terlalu banyak kendali pasar.

Seperti dijelaskan Reuters, tawaran Novo mencakup setengah pembayaran di muka tetapi menunda hak kendali suara hingga tahap selanjutnya.

Daniel Guarnera, direktur biro kompetisi FTC, menyatakan bahwa struktur kesepakatan ini dapat merugikan kesehatan masyarakat. Dalam suratnya, ia menyebutkan bahwa Metsera mungkin kehilangan insentif untuk terus mengembangkan produk farmasinya.

Drama ini langsung berdampak pada harga saham. Saham Metsera (MTSR) sempat naik 2.5% dalam perdagangan setelah jam kerja (after-hours trading). Sebaliknya, saham Novo Nordisk ditutup turun 4.5% di Eropa, sementara saham Pfizer berakhir naik 1.3% pada hari Rabu.

Referensi:

Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade