Gotrade News - Investor legendaris David Einhorn memprediksi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat akan terjadi secara agresif. Proyeksi ini sangat penting karena pasar saat ini justru memperkirakan kebijakan sebaliknya.
Menurut siaran CNBC pada Rabu (11/02), Einhorn menyebut pasar salah merespons data tenaga kerja. Para pelaku pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga hanya terjadi dua kali.
Key Takeaways:
-
The Fed diprediksi memangkas suku bunga lebih dari dua kali tahun ini.
-
Ketua The Fed baru dinilai akan menggunakan alasan produktivitas untuk memangkas suku bunga.
-
Emas menjadi aset pelindung utama di tengah ketidakpastian kebijakan fiskal Amerika Serikat.
Einhorn meyakini ketua bank sentral baru Kevin Warsh akan membawa perubahan besar. Warsh diprediksi akan menggunakan alasan peningkatan produktivitas untuk membenarkan penurunan suku bunga.
Menurut laporan Seeking Alpha, Warsh memiliki pandangan yang sejalan dengan Presiden Donald Trump. Trump secara terbuka menginginkan tingkat suku bunga terendah di dunia untuk mendorong ekonomi.
Dampak ke Pasar Suku Bunga
Kondisi ini membuat Einhorn mengambil posisi besar pada instrumen berjangka suku bunga. Langkah tersebut adalah taruhan langsung bahwa tingkat suku bunga jangka pendek akan terus turun.
Strategi investasi ini bukanlah hal yang sepenuhnya baru bagi bos Greenlight Capital tersebut. Langkah serupa terbukti memberikan keuntungan besar bagi portofolionya pada tahun lalu.
Namun ancaman inflasi yang tinggi masih menjadi hambatan potensial bagi skenario ini. Einhorn mengakui pemangkasan sulit terjadi jika tingkat inflasi kembali menyentuh level 4% hingga 5%.
Faktor Penentu Pergerakan Emas
Selain instrumen suku bunga, Einhorn juga memegang posisi investasi yang besar pada emas. Logam mulia ini biasanya berfungsi sebagai aset lindung nilai terhadap risiko inflasi.
Harga emas sempat turun setelah pengumuman nominasi Warsh sebagai ketua bank sentral. Namun harga kontrak berjangka logam kuning ini kini telah kembali naik tajam.
Menurut data pasar terbaru, emas berjangka telah melonjak lebih dari 17% tahun ini. Lonjakan ini didorong oleh posisi emas sebagai aset cadangan utama bank sentral global.
Kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang tidak stabil memicu kekhawatiran banyak negara mitra. Mereka mulai beralih menggunakan aset selain dolar untuk menyelesaikan berbagai transaksi perdagangan internasional.
Einhorn juga menyoroti masalah mendasar pada kebijakan fiskal dan moneter Amerika Serikat saat ini. Negara tersebut mencatat defisit anggaran hampir 6% di tengah kondisi tenaga kerja penuh.
Situasi defisit fiskal tersebut dinilai sangat tidak masuk akal untuk prospek jangka panjang. Oleh karena itu pergeseran portofolio ke arah emas menjadi keputusan yang sangat rasional sekarang.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Seeking Alpha, The Fed will cut interest rates ‘a whole bunch of times…substantially more than two’ – Greenlight Capital’s David Einhorn. Diakses pada 12 Februari 2026
-
CNBC, David Einhorn says the Fed will cut ‘substantially more’ than two times. So he’s betting big on gold. Diakses pada 12 Februari 2026
-
Featured Image: Shutterstock













