Gotrade News - Pasar kripto kembali memanas dengan XRP, Solana, dan stablecoin menjadi tiga kekuatan utama di tengah reli kuat. Kapitalisasi pasar kripto kini menyentuh $4,2 triliun, naik dari $800 miliar di tahun 2022.
Reli ini didorong oleh adopsi institusional yang masif dan kejelasan regulasi pasca-penyelesaian Ripple dengan SEC. Sentimen positif tersebut ikut mengangkat saham-saham terkait kripto di bursa AS.
Key Takeaways
- Standard Chartered memproyeksikan XRP bisa menyentuh $8 pada akhir 2026 dengan arus masuk ETF $1,15 miliar.
- Solana mencatat aktivitas ekonomi $1,1 triliun pada Q1 2026, dengan stablecoin menyumbang 76% volume.
- Pasar stablecoin $300 miliar diproyeksikan tumbuh ke $3 triliun pada 2030 menurut Menkeu AS Scott Bessent.
Pemicu Reli XRP dan Solana
Menurut Watcher.Guru, dominasi XRP di pasar kripto naik dari 1,5% menjadi di atas 5% sejak 2022. Geoffrey Kendrick dari Standard Chartered memproyeksikan harga XRP mencapai $8 di akhir 2026.
Coinpedia memberikan estimasi $5 hingga $6 untuk 2026, dengan potensi $18 pada 2030. Proyeksi ini didasarkan pada ekspansi jaringan pembayaran Ripple dan adopsi institusional yang terus meningkat.
Dilansir The Motley Fool, Solana memproses 25,3 miliar transaksi pada Q1 2026 tanpa downtime. Jaringan ini juga mencatat lebih dari 5 juta alamat aktif, naik dari 3-4 juta pada kuartal sebelumnya.
BlackRock meluncurkan USD Institutional Digital Liquidity Fund di Solana, sementara Visa menggunakan jaringan ini untuk penyelesaian USDC. Sentimen positif ini mengangkat saham platform exchange seperti Coinbase (COIN) yang menjadi gerbang utama investor ritel ke aset digital.
Harga Solana sendiri masih tercatat turun 26% sejak awal tahun per 15 Mei 2026. Penurunan ini menunjukkan pasar masih volatil meski fundamental adopsi terus menguat.
Boom Stablecoin Tembus $300 Miliar
Melansir The Motley Fool, total kapitalisasi pasar stablecoin telah menembus $300 miliar. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memproyeksikan angka ini akan tumbuh menjadi $3 triliun pada 2030.
USDC dari Circle memimpin dengan kapitalisasi $77 miliar, diikuti PayPal USD senilai $3,5 miliar. Mastercard juga meluncurkan Crypto Partner Program pada Maret 2026 dengan lebih dari 85 perusahaan aset digital dan fintech.
JPMorgan Asset Management dan Anchorage Digital memperkenalkan instrumen tokenisasi untuk cadangan stablecoin di Solana. Adopsi oleh bank besar seperti Bank of America dan Citigroup memperkuat prospek jangka panjang sektor ini.
Total transfer stablecoin di Solana mencapai $832,7 miliar pada Q1, atau sekitar 76% dari volume jaringan. Angka ini mencerminkan pergeseran stablecoin dari sekadar alat trading menjadi infrastruktur pembayaran global.
Aturan Digital Asset Market Clarity Act yang sedang menunggu pengesahan dapat menjadi katalis berikutnya. Kejelasan regulasi tersebut diharapkan mempercepat integrasi stablecoin ke jaringan pembayaran tradisional.
Investor yang ingin eksposur ke ekosistem kripto tanpa memegang koin secara langsung dapat melirik Strategy (MSTR) sebagai pemegang Bitcoin terbesar di pasar saham. Alternatif lain adalah ETF tematik seperti Amplify Transformational Data Sharing ETF (BLOK) yang memberikan eksposur terdiversifikasi ke perusahaan blockchain.
Reli ini menandai babak baru di mana kripto, stablecoin, dan saham terkait bergerak makin terintegrasi. Volatilitas tetap menjadi risiko utama, terutama jika regulasi global mengetat kembali.












