Gotrade News - Indonesia mendesak investigasi menyeluruh dan evaluasi perlindungan bagi pasukan perdamaian setelah tiga prajurit TNI gugur di Lebanon. Insiden ini mendorong pemintaan rapat darurat Dewan Keamanan PBB.
Key Takeaways:
- Pemerintah Indonesia menuntut evaluasi UNIFIL.
- Keamanan personel perdamaian jadi fokus utama.
- PBB didorong meningkatkan perlindungan di lapangan.
Tiga anggota TNI gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon, memicu duka dan desakan aksi dari pemerintah Indonesia. Serangan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan personel Perdamaian PBB.
Menlu Sugiono menyatakan penolakan keras terhadap serangan tersebut, menekankan pentingnya jaminan bagi pasukan. Seruan ini direspon dengan permintaan rapat darurat Dewan Keamanan yang telah disetujui oleh Prancis sebagai penholder.
Selain ketiga personel yang gugur, tiga lainnya juga mengalami luka. Situasi ini semakin menekan urgensi untuk memastikan keselamatan pasukan damai di lapangan.
Indonesia mendorong PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan, terutama dalam misi UNIFIL. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia terhadap keamanan personel di misi perdamaian global.
Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa personel pantas mendapatkan perlindungan maksimal di setiap misi. Misi perdamaian seharusnya aman dan tidak membahayakan mereka yang bertugas.
Pemerintah RI berharap pengorbanan para prajurit tidak sia-sia dan akan menghasilkan perubahan signifikan pada langkah mitigasi risiko bagi pasukan perdamaian di masa depan.
Dengan evaluasi yang tepat, PBB diharapkan mampu memperkuat sistem perlindungan, memastikan kehadiran pasukan perdamaian lebih aman dan bisa menjalankan tugas dengan efektif.
Referensi:
- infobanknews, Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL. Diakses 5 April 2026
- Tirto, SBY Usul PBB Hentikan atau Relokasi Misi UNIFIL dari Lebanon. Diakses 5 April 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












