Gotrade News - Nilai tukar rupiah melemah 0,6% ke level Rp17.323 per dolar AS pada Rabu (29/04). Pelemahan ini tetap terjadi meski Indeks Dolar AS relatif stabil.
Key Takeaways
- Rupiah ditutup melemah 0,6% ke Rp17.323/USD pada Rabu (29/04).
- Faktor pelemahan datang dari domestik, bukan dari penguatan dolar global.
- Harga minyak di atas USD 100/barel menambah tekanan terhadap fiskal Indonesia.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai bauran kebijakan pemerintah dan otoritas moneter perlu dievaluasi. Ia menyoroti sejumlah faktor domestik yang menekan rupiah.
Liza menyebut harga minyak global di atas USD 100 per barel menambah tekanan terhadap anggaran negara. Ketidakpastian waktu dan harga impor minyak Rusia juga menjadi catatan.
Pertanyaan tentang prioritas anggaran muncul, khususnya terkait program Makan Bergizi Gratis. Subsidi energi turut menjadi sorotan karena harga BBM domestik belum disesuaikan.
Indeks Dolar AS yang stabil mengindikasikan tekanan rupiah lebih banyak berasal dari faktor domestik. Pasar mencermati respons kebijakan untuk meredam pelemahan lanjutan.
Pelemahan rupiah berdampak langsung pada biaya impor, termasuk bahan bakar dan komoditas. Investor perlu memperhitungkan dampak nilai tukar pada portofolio jangka pendek.












