Gotrade News - Saham-saham di sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor mencatatkan reli kuat di pasar global, dipimpin oleh Broadcom (AVGO), Micron Technology, dan Alphabet. Momentum ini didorong oleh lonjakan permintaan infrastruktur AI yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat sepanjang kuartal pertama 2026.
Para analis menilai bahwa gelombang investasi di chip AI dan layanan cloud bukan sekadar tren siklus biasa. Ketiga perusahaan ini masing-masing membukukan pertumbuhan revenue signifikan yang melampaui ekspektasi pasar dan memperkuat tesis bahwa AI masih berada di fase awal adopsi skala penuh.
Key Takeaways:
- Revenue AI semikonduktor Broadcom tumbuh 74% secara tahunan pada kuartal keempat fiskal terakhir.
- Micron Technology membukukan revenue hampir tiga kali lipat secara tahunan di Q2 FY2026 dengan panduan $33,5 miliar untuk kuartal berikutnya.
- Google Cloud milik Alphabet tumbuh 48% secara tahunan dengan kontribusi laba operasi $5,3 miliar hanya dalam satu kuartal.
Broadcom dan Micron: Dua Mesin Pertumbuhan AI
Broadcom (AVGO) membukukan lonjakan 74% secara tahunan pada revenue semikonduktor AI di kuartal keempat fiskalnya. Perusahaan ini menjadi pilihan utama klien raksasa seperti Alphabet dan Meta karena menawarkan chip ASIC yang lebih efisien untuk beban kerja AI spesifik.
Micron Technology (MU) mencatat pertumbuhan revenue hampir tiga kali lipat secara tahunan pada Q2 FY2026 yang berakhir Februari 2026. Panduan revenue kuartal berikutnya sebesar $33,5 miliar mencerminkan kenaikan 40% secara sekuensial, sinyal kuat bahwa permintaan chip memori bandwidth tinggi untuk AI terus meroket.
Dari sisi valuasi, Micron terlihat menarik dengan forward P/E sekitar 7 kali dan rasio PEG hanya 0,24. Angka ini jauh lebih rendah dibanding Nvidia yang diperdagangkan di P/E 23 kali, membuat Micron layak dipertimbangkan bagi investor yang mencari eksposur AI dengan valuasi lebih terjangkau.
Google Cloud dan Alphabet: AI Enterprise Menjadi Mesin Laba
Dilansir Motley Fool, Google Cloud membukukan laba operasi $5,3 miliar hanya dalam satu kuartal, lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan 48% secara tahunan ini ditopang oleh lonjakan adopsi solusi AI enterprise oleh bisnis di seluruh dunia.
Alphabet (GOOG) juga mencatat Google Gemini kini memiliki 750 juta pengguna aktif bulanan. Angka ini menjadikan Gemini sebagai salah satu produk AI consumer terbesar di dunia dan membuka peluang monetisasi yang signifikan melalui layanan berbayar.
Dalam jangka panjang, sektor teknologi yang diukur melalui ETF XLK telah memberikan return 100% dalam lima tahun terakhir, dibandingkan S&P 500 yang tumbuh 65%. Sementara itu, Alphabet sendiri mencatatkan return 176% dalam periode yang sama, membuktikan bahwa perusahaan teknologi dengan moat AI yang kuat secara konsisten melampaui indeks pasar.
Bagi investor ritel Indonesia, reli saham-saham AI ini memberikan konteks penting tentang ke mana aliran modal global sedang bergerak. Broadcom, Micron, dan Alphabet mewakili tiga lapis berbeda dalam ekosistem AI: chip kustom, memori, dan platform cloud yang semuanya sedang tumbuh bersamaan.
Risiko utama yang perlu diperhatikan adalah valuasi yang sudah tinggi untuk sebagian besar saham AI, terutama Nvidia di level P/E 23 kali. Namun Micron dengan PEG 0,24 masih menawarkan ruang apresiasi yang lebih besar jika panduan revenue $33,5 miliar tercapai di kuartal mendatang.
Sumber:












