Saham Apple (AAPL) Naik 1,3%, Ini Sentimennya (13 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Apple (AAPL) Naik 1,3%, Ini Sentimennya (13 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) naik 1,29% ke $340,97 pada sesi Senin, 12 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite turun 0,44%.
  • Media keuangan mengaitkan kenaikan ini dengan pangsa pasar iPhone 22% pada kuartal III 2026 versi Counterpoint Research.
  • Apple berada 1,27% di bawah level tertinggi 52 minggu menjelang acara produk rumah pintar pada 13 Oktober.

Gotrade News - Saham Apple (AAPL) naik 1,29% atau $4,33 ke $340,97 pada penutupan sesi Senin, 12 Oktober 2026 waktu New York (Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Media keuangan mengaitkan saham Apple naik dengan data pangsa pasar iPhone yang mencapai 22%, sehari menjelang acara produk rumah pintar Apple pada 13 Oktober.

Data Perdagangan Saham AAPL

DataNilai
Harga penutupan$340,97
Perubahan+$4,33 (+1,29%)
Penutupan sebelumnya$336,64
Harga pembukaan$338,22
Rentang harian$337,60 hingga $342,63
Volume25,8 juta saham
Rata-rata volume 30 hari40,7 juta saham
Rentang 52 minggu$243,42 hingga $345,34
Kapitalisasi pasar$4,91 triliun

Data penutupan sesi reguler Senin, 12 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi

Apple dibuka di $338,22 dan bergerak dalam rentang $337,60 hingga $342,63. Saham ditutup $3,37 di atas level terendah harian, sedikit di bawah puncak sesi. Volume perdagangan tercatat 25,8 juta saham, 36,50% di bawah rata-rata 40,7 juta saham.

Kenaikan Apple berlawanan arah dengan indeks teknologi. Nasdaq Composite turun 0,44% ke 27.245,90 dan S&P 500 melemah 0,06% ke 7.807,24, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,38% ke 51.850,55. Dibanding Nasdaq, Apple unggul 1,73 poin persentase.

Di antara saham teknologi berkapitalisasi besar, Apple bergerak searah dengan Microsoft (MSFT) yang naik 1,14% dan Meta Platforms (META) yang menguat 3,38%. Sebaliknya, Nvidia (NVDA) turun 1,29% dan Micron turun 3,88%.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Dengan penutupan ini, Apple berada 1,27% di bawah level tertinggi 52 minggu di $345,34 dan 40,07% di atas level terendah 52 minggu di $243,42.

Kenapa Saham Apple Naik?

Media keuangan mengaitkan kenaikan sesi ini dengan data pangsa pasar iPhone. Data awal Counterpoint Research menunjukkan pangsa pasar smartphone global Apple mencapai 22% pada kuartal III 2026, pertama kalinya melewati 20% pada kuartal ketiga. Dilansir Benzinga, capaian itu ditopang peluncuran iPhone 18 Pro, terutama di China dan India, permintaan iPhone 17 yang bertahan, serta kenaikan harga menjelang akhir kuartal karena biaya memori yang lebih tinggi.

Selain itu, sesi ini berlangsung sehari sebelum Apple menggelar peluncuran produk bertajuk "Welcome home" pada Selasa, 13 Oktober 2026. Melansir iClarified, kepala pemasaran Apple Greg Joswiak membagikan teaser "Welcome home. October 13." dan acara untuk media digelar pukul 09.00 waktu New York di Tribeca. iClarified juga melaporkan hub rumah pintar baru diperkirakan hadir bersama HomePod mini dan Apple TV yang diperbarui.

Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pangsa pasar iPhone naik ke 22% pada kuartal III 2026 saat pasar smartphone menyusut, menurut data awal Counterpoint Research yang dikutip Benzinga.
  • Apple memperluas lini rumah pintar lewat acara 13 Oktober, dengan hub rumah pintar baru, HomePod mini dan Apple TV yang diperbarui sebagai produk yang dilaporkan iClarified.

Risiko

  • Pengiriman smartphone global turun 20% secara tahunan ke level kuartal ketiga terendah sejak 2012, menurut Counterpoint Research.
  • Kenaikan harga DRAM dan NAND mendorong biaya produksi, dan harga ritel ponsel global naik sekitar 20% sepanjang 2026, seperti dilaporkan Benzinga.
  • Analis Shilpi Jain, seperti dikutip Benzinga, mencatat konsumen kini menyimpan ponsel lebih lama dan mempertimbangkan perangkat rekondisi.
  • Kenaikan sesi 12 Oktober terjadi dengan volume 36,50% di bawah rata-rata.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku