Saham Microsoft (MSFT) Naik 1,1%, Ini Sentimennya (13 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Microsoft (MSFT) Naik 1,1%, Ini Sentimennya (13 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Microsoft (MSFT) naik 1,14% ke $541,15 pada sesi 12 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite turun 0,44%.
  • Media keuangan mengaitkan kenaikan ini dengan peluncuran chip AI Azure Maia 300, yang menurut Microsoft memberikan throughput token skala rak hingga 7 kali Maia 200.
  • MSFT ditutup 2,27% di bawah level tertinggi 52 minggu di $553,72, sementara saham chip seperti Nvidia melemah.

Gotrade News - Saham Microsoft (MSFT) naik 1,14% atau $6,08 ke $541,15 pada penutupan sesi Senin, 12 Oktober 2026 waktu New York (Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Saham Microsoft naik di hari yang sama ketika perusahaan memperkenalkan chip AI Azure Maia 300, dan media keuangan mengaitkan penguatan ini dengan upaya Microsoft mengurangi ketergantungan pada chip mahal dari pemasok seperti Nvidia.

Data Perdagangan Saham MSFT

DataNilai
Harga penutupan$541,15
Perubahan+$6,08 (+1,14%)
Penutupan sebelumnya$535,07
Harga pembukaan$537,53
Rentang harian$535,70 hingga $542,74
Volume18,3 juta saham
Rata-rata volume 30 hari21,5 juta saham
Rentang 52 minggu$349,20 hingga $553,72
Kapitalisasi pasar$3,97 triliun

Data penutupan sesi reguler Senin, 12 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga MSFT terkini di halaman harga saham Microsoft (MSFT) hari ini.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Pergerakan Saham MSFT Sepanjang Sesi

MSFT dibuka di $537,53 dan bergerak dalam rentang $535,70 hingga $542,74 sebelum ditutup di $541,15, atau $5,45 di atas level terendah harian dan dekat batas atas rentang hari itu. Volume perdagangan tercatat 18,3 juta saham, 15,00% lebih rendah dari rata-rata 21,5 juta saham.

Kenaikan ini berlawanan dengan arah pasar. Indeks Nasdaq Composite turun 0,44% ke 27.245,90 dan S&P 500 melemah 0,06% ke 7.807,24, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,38% ke 51.850,55. Artinya, MSFT mengungguli Nasdaq sebesar 1,58 poin persentase. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ditutup di 5,24%, turun 0,4 basis poin pada sesi yang sama.

Di antara saham teknologi besar, Meta Platforms (META) naik 3,38% dan Apple naik 1,29%, sedangkan saham chip tertekan: Nvidia (NVDA) turun 1,29%, AMD turun 2,28%, dan Micron turun 3,88%. Dengan penutupan ini, MSFT berada 2,27% di bawah level tertinggi 52 minggu di $553,72 dan 54,97% di atas level terendah 52 minggu di $349,20.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Kenapa Saham Microsoft Naik?

Pemicunya datang dari pengumuman produk perusahaan sendiri. Menurut blog resmi Microsoft Azure yang ditulis Rani Borkar dan Saurabh Dighe pada 12 Oktober 2026, Maia 300 memberikan throughput token skala rak hingga 7 kali lebih besar dibanding Maia 200. Bagian komputasinya diproduksi dengan proses TSMC N2P, dan setiap akselerator memakai delapan stack memori HBM4 berkapasitas total 288 GB.

Dilansir The Wall Street Journal, Microsoft menyatakan chip AI baru ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada chip mahal dari perusahaan seperti Nvidia. Melansir Stocktwits, Microsoft berencana menerapkan sistem Azure Maia dalam skala besar mulai tahun depan untuk menekan biaya di tengah lonjakan permintaan AI.

Laporan Stocktwits yang sama mencatat pasar secara umum tertekan oleh pelemahan saham produsen chip pada sesi tersebut, sehingga Microsoft termasuk sedikit saham teknologi besar yang justru menguat.

Analisis Saham MSFT: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut Microsoft, Maia 300 menawarkan kinerja per watt lebih dari 2,5 kali Maia 200, bagian dari upaya perusahaan menekan biaya infrastruktur AI di Azure.
  • Rencana penerapan Azure Maia dalam skala besar mulai tahun depan, seperti dilaporkan Stocktwits, ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Microsoft pada pembuat chip eksternal.
  • MSFT menguat 1,14% saat Nasdaq Composite turun 0,44% dan saham chip melemah, sehingga saham ini bergerak berbeda dari kelompok semikonduktor pada sesi tersebut.

Risiko

  • Melansir Fortune, pemerintahan Trump pada 8 Oktober 2026 menangguhkan Microsoft dari program sertifikasi tenaga kerja permanen (PERM) Departemen Tenaga Kerja AS, yang memblokir pengajuan green card baru bagi pekerja asing di perusahaan itu. Microsoft menanggapi bahwa 80% persetujuan H-1B-nya untuk memperpanjang atau mengubah status karyawan yang sudah ada.
  • Volume perdagangan 15,00% di bawah rata-rata, sehingga kenaikan sesi ini terjadi dengan partisipasi yang lebih tipis dari biasanya.

Ke depan, menurut Zacks, Microsoft dijadwalkan merilis laporan keuangan pada 28 Oktober 2026, dengan perkiraan analis untuk laba per saham sebesar $4,71.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku