Gotrade News - Saham chip AI kompak melemah jelang rilis laba kuartalan Nvidia di akhir pekan ini. Nasdaq 100 futures turun 0,6% sementara saham Nvidia melemah 1,33% di sesi pra-pembukaan.
Kekhawatiran soal valuasi tinggi dan ketidakpastian kesepakatan damai Iran menekan sentimen investor terhadap sektor semikonduktor. Pelemahan ini menjadi ujian penting bagi narasi boom AI yang menopang reli pasar saham AS sepanjang tahun.
Key Takeaways
- Nvidia melaporkan laba kuartalan akhir pekan ini, dengan implied volatility menyentuh 77%.
- Saham Micron turun 5,95% dan Western Digital melemah 4,84% memimpin pelemahan sektor chip.
- ASML mengumumkan pengiriman produk perdana dari mesin High-NA EUV dalam beberapa bulan ke depan.
Menurut Investing.com, Dow futures turun 84 poin sementara S&P 500 futures melemah 29 poin pada sesi pra-pembukaan Selasa. Pelaku pasar menunggu hasil laba Nvidia (NVDA) untuk menilai keberlanjutan permintaan chip AI.
Saham Micron anjlok 5,95% dan Western Digital turun 4,84% memimpin koreksi sektor penyimpanan data. Pelemahan ini mengikuti aksi jual luas di saham teknologi pada sesi perdagangan Senin sebelumnya.
Setup Laba Nvidia
Dilansir dari Barchart, saham Nvidia diperdagangkan di level USD 222,32 dengan implied volatility menyentuh 77%. Angka tersebut jauh di atas level terendah 12 bulan di kisaran 31,73%.
Konsensus analis tetap solid dengan 44 dari 49 analis merekomendasikan Strong Buy terhadap saham produsen chip AI tersebut. Nvidia juga selalu menembus rentang ekspektasi pasar pada tiga laporan laba terakhir secara berturut turut.
Implied volatility 77% mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pergerakan harga signifikan pasca rilis. Level tersebut menjadi titik tertinggi sejak siklus laba musim panas tahun lalu menurut data opsi terkini.
Permintaan chip data center menjadi katalis utama yang dinanti pelaku pasar dari laporan ini. Hasil di atas ekspektasi berpotensi memulihkan sentimen sektor semikonduktor yang sedang tertekan.
Pasar opsi memperkirakan rentang pergerakan saham yang jauh di atas rata rata historis pasca rilis laba. Trader institusional memanfaatkan implied volatility tinggi untuk strategi bull put spread di level USD 210 hingga USD 205.
Ketidakpastian damai Iran juga menambah lapisan risiko makro yang membayangi rilis laba ini. Investor menanti pernyataan Presiden Trump terkait perundingan serius yang diklaim sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Kabar dari ASML
Melansir Investing.com, CEO ASML Christophe Fouquet menyatakan produk perdana mesin High-NA EUV akan tiba dalam beberapa bulan. Pernyataan tersebut disampaikan di konferensi imec di Belgia pada 19 Mei 2026.
Mesin High-NA EUV milik ASML dibanderol hingga USD 400 juta per unit dan menjadi tulang punggung produksi chip generasi berikutnya. Saham ASML melemah 1,15% sementara TSMC turun 2,08% pasca pengumuman tersebut.
TSMC sebagai pelanggan utama sebelumnya menyebut mesin High-NA terlalu mahal untuk operasional saat ini. Tantangan biaya ini menambah tekanan pada rantai pasok chip AI di tengah ekspektasi tinggi pasar.
Pelemahan saham Advanced Micro Devices (AMD) turut mengikuti tren sektor di tengah ekspektasi laba Nvidia. Investor mencari kepastian apakah belanja modal AI dari hyperscaler masih berlanjut pada paruh kedua tahun ini.
Pengiriman perdana High-NA akan menjadi titik balik kapasitas produksi chip generasi berikutnya bagi pelanggan utama ASML. Adopsi teknologi ini akan menentukan kecepatan rilis chip canggih dari TSMC, Samsung, dan Intel sepanjang 2026.












