Saham Earnings Winners Cetak Rekor Tertinggi Baru

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Saham Earnings Winners Cetak Rekor Tertinggi Baru

Share this article

Gotrade News - Sekelompok saham teknologi dan infrastruktur AI di bursa Amerika Serikat kompak menembus rekor tertinggi sepanjang masa pekan ini. DigitalOcean (DOCN), SanDisk, Intel (INTC), Fastly (FSLY), Applied Digital, dan Cipher Mining semua ditutup di level all-time high setelah musim earnings Q1 memberikan angka yang melampaui ekspektasi pasar.

Benang merah dari rally ini adalah cerita yang sudah dua tahun jadi tema utama, yaitu permintaan untuk komputasi terkait AI, storage, dan networking. Yang berbeda kuartal ini adalah pelebaran rally, di mana saham-saham lapis kedua akhirnya mencetak angka yang cukup kuat untuk membenarkan valuasi tinggi.


Key Takeaways:

  • DigitalOcean memimpin cluster ini dengan lonjakan 40,4% dalam satu hari, menyentuh intraday high $153,47 setelah revenue Q1 tumbuh 22,4% ke $257,9 juta.
  • SanDisk melonjak 11,98% ke rekor baru $1.418,88 saat net income melompat 287% year over year berkat permintaan data center yang naik 233%.
  • Intel mencetak rekor baru dengan revenue Q1 $13,6 miliar dan guidance Q2 yang menargetkan pertumbuhan hingga 14,7%, dengan FSLY +17,7%, APLD +12%, dan CIFR +23% melengkapi cluster.

DigitalOcean menjadi yang paling mencolok di antara rilis earnings ini. Menurut Insider Monkey, saham DOCN melonjak 40,40% dalam satu hari ke intraday all-time high $153,47. Revenue Q1 sebesar $257,9 juta tumbuh 22,4% year over year, dan manajemen memandu revenue Q2 ke kisaran $272-274 juta yang mengimplikasikan pertumbuhan 24-25%.

CEO Paddy Srinivasan menyebut hasil ini sebagai bukti bahwa DigitalOcean telah membangun infrastruktur untuk era inference dan agentic AI. Perusahaan juga merencanakan tambahan kapasitas data center sekitar 60 MW di 2027, sebuah ekspansi yang menandakan keyakinan terhadap permintaan workload AI yang berkelanjutan.

Satu catatan yang sebagian besar diabaikan pasar adalah bottom line, di mana net income turun 58,7% year over year ke $15,77 juta karena perusahaan investasi besar di depan ramp AI. Guidance full-year sebesar $1,13-1,145 miliar atau pertumbuhan 25-27% memberi pasar alasan untuk melihat melewati tekanan margin tersebut.

SanDisk menjadi headline kedua. Dilansir Insider Monkey, SNDK menanjak 11,98% ke level penutupan $1.406,32, setelah sempat menyentuh intraday all-time high di $1.418,88. Net income melompat ke $3,615 miliar di Q3 dari sebelumnya rugi $1,933 miliar, sebuah perbaikan 287%.

Revenue lebih dari $5,95 miliar, lebih dari tiga kali lipat dari $1,695 miliar tahun sebelumnya. Segmen data center jadi bintang dengan pertumbuhan 233%, segmen Edge naik 118%, sementara segmen konsumer turun 10%, sebuah komposisi yang mengkonfirmasi bahwa storage AI enterprise yang menanggung beban pertumbuhan.

Guidance ke depan bahkan lebih agresif. SanDisk menargetkan revenue Q4 FY2026 di $7,75-8,25 miliar, yang akan merepresentasikan pertumbuhan 308-334% year over year, dengan non-GAAP diluted EPS $30-33 versus $0,29 di periode tahun sebelumnya.

Intel melengkapi trio rilis besar ini. Revenue Q1 2026 sebesar $13,6 miliar tumbuh 7% year over year, dengan guidance Q2 $13,8-14,8 miliar yang mengimplikasikan pertumbuhan 7% sampai 14,7%. CEO Lip-Bu Tan dan CFO John Pitzer dijadwalkan tampil di JPMorgan Global Technology Conference pada 19 Mei dan BofA Global Technology Conference pada 2 Juni.

Setup ini penting karena investor sudah lama menunggu INTC menunjukkan bahwa permintaan CPU sudah stabil di era AI. Intel mengatribusikan rally ini pada permintaan CPU yang kuat di tengah pembangunan AI yang masif, sebuah narasi yang, jika bertahan, mengubah Intel dari kisah turnaround menjadi taruhan compute yang relevan untuk era AI.

Di luar tiga headliner ini, cluster melebar dengan cara yang penting untuk trader yang fokus pada breadth pasar. FSLY melonjak 17,7% berkat rally earnings sendiri, yang merefleksikan permintaan baru untuk edge compute dan content delivery saat inference AI bergerak makin dekat ke end user.

APLD menambah 12% saat bisnis hosting data center-nya mendapat manfaat dari kelangkaan kapasitas AI yang sama yang mengangkat DigitalOcean, sementara CIFR meroket 23% saat penambang Bitcoin yang melakukan pivot ke HPC ikut terangkat valuasinya bersama nama-nama infrastruktur AI lainnya.

Sinyal yang lebih besar di sini adalah bahwa earnings beat tidak lagi terkonsentrasi di pemenang AI yang sudah jelas. Storage, edge, hosting, sampai compute yang adjacent ke kripto semua mencetak angka yang membenarkan all-time high, yang mengindikasikan siklus capex AI sudah menyebar ke revenue di luar produsen chip dan hyperscaler.

Untuk trader, takeaway-nya adalah musim earnings akhirnya memberi kompleks teknologi yang lebih luas sebuah jangkar fundamental. Valuasi memang masih premium, namun angka revenue dan profit di cluster ini yang melakukan pekerjaan untuk membenarkannya, bukan sekadar narasi.

Risiko sekarang berpindah ke apakah guidance Q2 bisa tercapai. Dengan bar yang sudah dipasang setinggi ini di seluruh cluster, kekecewaan apa pun di siklus rilis berikutnya akan membongkar all-time high ini secepat earnings beat menciptakannya.

Positioning juga jadi faktor penting. Investor yang sudah mengejar megacap AI sepanjang 2025 jelas mulai melihat ke value chain di bawahnya untuk mencari relative value, yang menjelaskan kenapa nama seperti Cipher Mining, dengan opsi pivot HPC, bisa naik di tape yang sama dengan DigitalOcean meskipun fundamentalnya sangat berbeda.

Cluster ini juga menceritakan rotasi sektor. Indikator breadth teknologi sudah tertinggal dari indeks utama hampir sepanjang 2026, sehingga rangkaian all-time high yang terkoordinasi di nama-nama infrastruktur lapis kedua adalah jenis sinyal yang digunakan swing trader untuk mengkonfirmasi struktur pasar internal yang lebih sehat.

Untuk sekarang rilisnya bersih, guidance-nya agresif, dan tape memberi reward ke keduanya. Pertanyaannya untuk empat pekan ke depan adalah apakah cluster ini bisa bertahan di level ini hingga rilis data makro berikutnya, atau apakah breadth-nya akan kembali pudar dan hanya tersisa di megacap leader.

Sources:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade